Kilas Garut News-Polsek Tarogong Kaler melaksanakan kegiatan penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai) BBM (Bahan Bakar Minyak) Bersubsidi dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang bertempat di Aula Kantor Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut pada hari Rabu (7/9/2022) pukul 11.00 WIB sampai dengan 14.15 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut Aji Sukarmaji, Camat Tarogong Kaler Rahmat Alamsyah, S.Sos., Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Budiman Suhardiana S.H., Danposramil III Tarogong Petu Furqon, Kasi Kesra Kantor Kecamatan Tarogong Kaler Herna. S, Kepala Desa Pasawahan Deden Kuswandi S.E., Kepala KCP Kantor Pos Cabang Garut Devi Darpian serta pegawai Kantor Pos Cabang Garut.
Pendistribusian bantuan ini disalurkan melalui Kantor Pos Cabang Garut selama 1 (satu) bulan dengan besaran dan jumlah yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat seperti BLT sebanyak 856 KPM (Kader Pembangunan Manusia) subsidi BBM dengan sebesar Rp. 300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) per-KPM dan BPNT Bulan September sebesar Rp. 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah) sebanyak 856/KPM.
“Alhamdulillah, semoga dengan adanya penyaluran bantuan ini setidaknya dapat sedikit membantu masyarakat untuk kehidupan sehari-hari dan karena adanya kenaikan subsidi BBM kali ini. Saya harap kita semua selalu berada dalam keadaan sehat dan dilancarkan rezekinya” ungkap Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Budiman Suhardiana S.H.
Selama kegiatan berlangsung dengan lancar dalam situasi yang aman dan kondusif.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Humas Polres Garut/Deden Kurnia*).











