Kabid Kesmas Dinkes Garut : Siap Penuhi Kebutuhan PMT Bagi Balita Stunting Selama 90 Hari - Kilas Garut News

Kabid Kesmas Dinkes Garut : Siap Penuhi Kebutuhan PMT Bagi Balita Stunting Selama 90 Hari

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 3 Agustus 2022 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilas Garut News-Dalam rangka implementasi program T.O.S.S (Temukan, Obati, Sayangi, balita Stunting), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan melaksanakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting hasil dari Bulan Pencarian Stunting (BPS) yang telah dilakukan pada bulan Juni lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho saat diwawacarai pada kegiatan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Garut, di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (3/8/2022).

“Setelah kita menemukan balita stunting, kita akan melakukan upaya-upaya obati, dan kami dari dinas kesehatan diamanati Pak Bupati anggaran untuk membelikan PMT berupa telur dan susu, dan mudah mudahan minggu ini minggu depan barang sudah berdatangan,” ucap dr. Tri.

Pihaknya merencanakan pendistribusian PMT tersebut secara cepat ke sasaran balita stunting untuk tiga bulan ke depan. Ia berharap, dengan didampingi oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang telah dibentuk oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPKBPPPA) Garut, PMT tersebut bisa dikonsumsi anak dengan baik sehingga angka stunting di Kabupaten Garut dapat menurun.

Baca Juga :  Polres Garut Gelar Baksos Kepada Masyarakat Terdampak Penyesuaian Harga BBM

“Pemberian PMT itu dilakukan tiga sampai enam bulan, jadi setelah tiga bulan kita evaluasi hasilnya, kalau secara teori mengapa kita pilih telur dan susu? Kan dasarnya adalah riset yang dilakukan oleh orang lain, dalam pemberian tiga sampai enam bulan stunting akan turun sampai 47%, tapi syaratnya betul-betul dikonsumsi oleh balita (stunting) itu,” lanjutnya.

Ia memaparkan, adanya tim pendamping ini sangat penting untuk mengawasi apakah balita stunting mengkonsumsi PMT yang telah diberikan, salah satunya yaitu melakukan pengawasan secara online melalui grup Whatsapp.

“Jadi yang sudah dilakukan oleh tim pendamping keluarga dan Puskesmas salah satunya adalah ibu yang mempunyai handpone difotokan pada saat anaknya makan (PMT) difotokan, dikirimkan ke tim pendamping keluaraga,” katanya.

Pada 90 hari diawal pemberian PMT ini, imbuhnya, akan diberikan telur sebanyak 30 butir serta susu 400 gram sebanyak 3 kotak, di mana susu tersebut merupakan susu PKMK (Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) yang merupakan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Polsek Samarang Lakukan Razia Miras dan Penertiban Angkot, 24 Botol Ciu Diamankan

“Susu khusus ya, susu khusus yang PKMK rekomendasi dari Kementerian Kesehatan yang kita pilihkan nilai gizinya lebih bagus, dan memang diperuntukkan untuk intervensi stunting, yang kedua daya serapnya tinggi dan risiko diarenya rendah, karena hampir non laktosa, sehingga harapannya pemberian susu tidak menimbulkan mencret buat balita,” tandasnya.

Berdasarkan keterangannya, PMT ini menyasar sekitar 8 ribu balita stunting di Kabupaten Garut, dengan anggaran yang disiapkan kurang lebih 6 miliar rupiah. Selain itu, Pemkab Garut juga akan menyiapkan 20 motor dengan desain khusus untuk mobilitas PMT ini.

Ia berharap para mahasiswa KKL bisa menjadi penerus bangsa yang baik, amanah, dan bisa berbakti kepada nusa bangsa, agama, termasuk kepada keluarganya.(Deden Kurnia*).

Berita Terkait

Ketika Warga Miskin Gigit Jari: Aep Diduga Desil 1 Mengaku Tak Pernah Tersentuh Bansos, Dinsos Garut Diminta Turun Tangan
Kapolres Garut Sambangi Makodim 0611, Perkuat Soliditas TNI-Polri Demi Garut Aman dan Kondusif
Polres Garut Pastikan Isu Macan Turun Gunung dan Menerkam 3 Warga adalah Hoaks
Hari Pertama Sekolah, Bupati Garut Izinkan ASN Dampingi Anak: Pendidikan Dimulai dari Keluarga
Puluhan Jurnalis Garut Hadiri Silaturahmi Perdana Bersama Kasat Reskrim Baru Polres Garut, AKP Herman Saputra
Dua Pengedar Psikotropika Diciduk Satres Narkoba Polres Garut, Jaringan Pemasok Masih Diburu
Selamatkan Sumber Air, Pemerintah Desa Mekarsari Ajak Warga Peduli Lingkungan
Pria Diduga Pelaku Curanmor di Pantai Karang Paranje Diamankan Polisi Usai Nyaris Diamuk Massa
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:54 WIB

Ketika Warga Miskin Gigit Jari: Aep Diduga Desil 1 Mengaku Tak Pernah Tersentuh Bansos, Dinsos Garut Diminta Turun Tangan

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:56 WIB

Kapolres Garut Sambangi Makodim 0611, Perkuat Soliditas TNI-Polri Demi Garut Aman dan Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:32 WIB

Polres Garut Pastikan Isu Macan Turun Gunung dan Menerkam 3 Warga adalah Hoaks

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:24 WIB

Puluhan Jurnalis Garut Hadiri Silaturahmi Perdana Bersama Kasat Reskrim Baru Polres Garut, AKP Herman Saputra

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:18 WIB

Dua Pengedar Psikotropika Diciduk Satres Narkoba Polres Garut, Jaringan Pemasok Masih Diburu

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!