Kilas Garut News-Turunkan angka stunting diwilayah kecamatan Garut Kota ,camat dengan didampingi lurah Kota wetan langsung turun ke kelapangan untuk kunjungi posyandu dan rumah warga hingga memberikan asupan gizi sebagai kasih sayang terhadap warga yang bertempat di Kampung Panyingkiran RW 04,RW 05,kelurahan Kota Wetan,Kecamatan Garut Kota,Kabupaten Garut.
Disampaikan Camat Garut Kota Teten Sundara mengatakan, diKecamatan Garut kota yang usia 0 bulan sampai dengan 23 bulan sejumlah 525,sedangkan usia 24 bulan sampai 59 ada 1.567. Kami di antara Kecamatan adalah terbesar ketiga yaitu sebesar 26%.
Camat Teten berharap, mudah-mudah dengan jumlah yang sasaran yang agak-agak muda yaitu yang usia 0 sampai 23 bulan saya dengan tim dari puskesmas sedang melaksanakan kasih sayang untuk yang 0 sampai 23 bulan ini mudah-mudahan kasih sayang kami memberikan susu, memberikan telur ini bisa dimaksimalkan bagi khusus yang kena stunting”harapnya.
” kami ingin turut menyelesaikan target baik dengan Pak Bupati bahwa,di tahun 2023 Stunting Kabupaten Garut 14 persen”.
Untuk stunting yang paling banyak diantaranya, -kelurahan Sukanegla, Sukamentri,Kota Wetan,Kota Kulon, Ciwalen dengan dominan yaitu karena 1 kekumuhan tempat,2. karena sanitasi udara,dan tadi sudah kita lihat sanitasi tidak masuk ke ruangan Ya mungkin itu yang berdampak nya kita.Mudah-mudahan dari pihak dinas terkait bisa membantu kami di lapangan.
Ditempat yang sama,Kepala Kantor Kelurahan (Lurah) Kota Wetan Galih Mawariz turut menyampaikan,berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan bersama bapak Camat beserta ibu Ketua TP PKK Kecamatan Garut Kota juga puskesmas hari ini yaitu melaksanakan penempelan stiker di rumah warga, yang memang kami sedang kami melakukan intervensi dari segi gizi ataupun hal-hal yang lainnya.
“Dengan hasil verifikasi para tenaga kesehatan itu mereka masuk dalam kategori stunting oleh sebab itu kami beserta semua jajaran Kecamatan berinisiatif untuk sesuai dengan slogan Toss yang kita ingin berkelanjutan yaitu memberikan tambahan PMT untuk balita – balita yang memang dinilai misalkan, dari tinggi badannya kurang atau ,dari berat badannya kurang.
Sehingga untuk program stunting ini bisa cepat selesai”
Mengenai stunting di kelurahan kota wetan,sebut Galih, kita memang untuk resiko tinggi itu ada 55. Oleh karena itu sebagai upaya kami di Kelurahan Kota Wetan pertama, kami Insya Allah mengajak mungkin warga yang lain serta ASN yang lain untuk memberikan PMT lah.Jadi sumbangsih kita untuk saling membantu, saling menyayangi lah terhadap mereka”
Untuk masalah ini ya tentu banyak kendala, seperti diusia kandungan ibunya ya, misalkan dulu ibunya memang tidak mengkonsumsi vitamin yang harusnya di konsumsi ya itu akan sangat mempengaruhi, jadi ibunya itu harus mendapatkan asupan gizi diantaranya sayuran, dan lain – lainnya”pungkasnya.(Deden Kurnia*).











