Polsek Cisurupan Polres Garut Giat Pengamanan Haol Ponpes Fauzan dan Peringatan Tahun Baru Islam - Kilas Garut News

Polsek Cisurupan Polres Garut Giat Pengamanan Haol Ponpes Fauzan dan Peringatan Tahun Baru Islam

Avatar photo

- Reporter

Minggu, 31 Juli 2022 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilas Garut News-Polsek Cisurupan Polres Garut melaksanakan giat pengamanan Haol Masayiekh Fauzaniyyah dan peringatan tahun baru Islam 1444 H yang bertempat di Aula Pondok Pesantren Fauzan Pusat, Desa sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Minggu (31/7/2022).

Haol sesepuh ponpes fauzan dan peringatan tahun baru islam 1444 H itu diisi dengan mubaligh Wakil Ketua PBNU Pusat (KH.Zulfa mustopa) dan bertindak selaku ketua panitia pimpinan ponpes Fauzan (KH.Ceng Abdul mujib) dengan dihadiri ± 3000 orang.

Hadir dalam acara tersebut Ketua komisi X DPR RI (Saepul Huda), Wakil ketua DPR Provinsi Jawa Barat (Oleh Soleh S.H.), Kapolsek Pasirwangi (AKP Abusono), Kapolsek Cisurupan (Iptu Iwan Sholeh Pujiawan, M.Si), Danramil Cisurupan ( Lettu. Inf. Sumaliq), Rektor uniga (Dr abdusy syakur), Kasat binmas ( AKP Hasan sadikin), Pa Bintal Korem 062 Garut (Letda Inf. Azkhari), Para tokoh ulama, tokoh mayarakat dan tokoh pemuda, Para wali santri berikut pengurus ponpes keluarga Fauzaniyyah, serta Para tamu undangan dan warga masyarakat sukaresmi.

Baca Juga :  Polsek Kadungora Polres Garut Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Sepeda Motor Beruntun

Kapolsek Cisurupan Iptu Iwan Pujiawan mengatakan, ” Giat pengamanan Haol Masayiekh Fauzaniyyah dan peringatan tahun baru Islam 1444 H di Ponpes fauzan, selama kegiatan situasi aman dan kondusif.”, ungkapnya.

Sementara itu, KH.Zulfa Mustopa dalam tausiyahnya menyampaikan, ” pada kesempatan hari ini bahwa yang namanya pondok pesantren tidak bisa dipisahkan dengan organisasi nahdhotul ulama dan tidak bisa dilepaskan dengan NKRI.

“kemerdekaan indonesia ada perjuangan dari guru kita syekh ahmad nawawi diantara muridnya yang bernama KH Hasyim Ashari yang dulu pernah bersama-sama menuntut ilmu di Mekkah selama 3 tahun.”, ucapnya.

Masih kata KH.Zulfa Mustopa, “Syekh ahmad nawawi Menyebarkan ahli sunah waljamaah lewat murid muridnya dan kitab kitabnya dan dari sini kita tau bahwa kita harus cinta tanah air dan negara.

“kita murid-murid dan keturunan syekh nawawi akan mencintai indonesia seperti mencintai agama. NU mengajarkan kepada jamaah nya untuk mencintai negara dan agama dalam satu tarikan napas dan NU juga mengajarkan untuk meghormati perbedaan pilihan dan perbedaan budaya.”, katanya.

KH.Zulfa Mustopa menambah, ” Presiden jokokowi minta kepada PBNU agar mengirimkan tokoh ulama ke negara Apganistan dan waktu itu saya di tunjuk oleh ketua PBNU untuk berangkat ke Afganistan satu minggu.

Baca Juga :  Memelihara Kamtibmas Bersama Bhabinkamtibmas Polsek Leuwigoong Polres Garut  

” Saya amati kegiatan agama mereka dan kegiatan mereka sama seperti kegiatan ajaran NU hanya Fiqih nya imam hanafi.”, tambahnya.

KH.Zulfa Mustopa pun mengingatkan agar tetap bersyukur, para ulama telah berhasil menanamkan cinta agama dan cinta indonesia, orang orang NU harus bisa berkumpul dengan agama lain aliran guna menciptakan perdamaian di indonesia itu adalah sebagian ajaran dari guru kita shekh ahmad nawawi.

“Orang indonesia hidup damai aman sentosa dan satu sama lain harus bisa saling mengikatkan, negara-negara lain iri dengan indonesia yang hidupnya damai, oleh karena itu Saya selalu mengingatkan jangan sampai kita mau di provokasi dan di adudomba perbedaan politik dan pilihan itu biasa.”, pungkasnya.(Deden Kurnia*).

Berita Terkait

Jangan Tunggu Ditilang, Ops Patuh Lodaya 2026 Dimulai 26 Oktober 2026 Satlantas Polres Garut Ingatkan Keselamatan
Asops Kasal Turun ke Garut, KDMP Mekargalih Diverifikasi untuk Perkuat Ekonomi Desa
Lewat Jumat Keliling, Wakapolres Garut Ajak Warga Waspadai Narkoba hingga Ancaman Karhutla
Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Berganti, Polres Garut Lakukan Penyegaran Jabatan
Hari Santri 2026, Pemkab Garut Salurkan Dana Hibah untuk 9 Pondok Pesantren
Sampah Garut Tak Bisa Terus Bergantung pada TPA, Putri Karlina Dorong Perubahan dari Rumah
382 Kios dan Sarana Dagang Terdampak Kebakaran Pasar Andir, Pemkab Garut Kebut Pemulihan
Lapad Ruhama Dinsos Garut Dampingi Remaja Penderita Tifus, Akses Jaminan Kesehatan Jadi Sorotan
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Jangan Tunggu Ditilang, Ops Patuh Lodaya 2026 Dimulai 26 Oktober 2026 Satlantas Polres Garut Ingatkan Keselamatan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:41 WIB

Asops Kasal Turun ke Garut, KDMP Mekargalih Diverifikasi untuk Perkuat Ekonomi Desa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Lewat Jumat Keliling, Wakapolres Garut Ajak Warga Waspadai Narkoba hingga Ancaman Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Hari Santri 2026, Pemkab Garut Salurkan Dana Hibah untuk 9 Pondok Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Sampah Garut Tak Bisa Terus Bergantung pada TPA, Putri Karlina Dorong Perubahan dari Rumah

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!