KKP RI Gandeng Pemkab Garut Bangun Sentra Kuliner Ikan - Kilas Garut News

KKP RI Gandeng Pemkab Garut Bangun Sentra Kuliner Ikan

Avatar photo

- Reporter

Minggu, 15 Mei 2022 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilas Garut News-Bupati Garut, Rudy Gunawan, Sabtu (14/5/2022), mengungkapkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) akan membuat sebuah percontohan pemasaran hasil-hasil dari perikanan, dengan memanfaatkan dan merevitalisasi pasar ikan yang ada di daerah Tarogong.

“(Sebetulnya) sudah dibangun di (pasar ikan) Tarogong, tapi gagal pembangunannya, nah kementerian ini menganggap Garut ini destinasi wisatanya luar biasa, (sehingga) ingin diselesaikan lanjutannya, makanya Pak Direktur datang ke kami ini minta supaya ada kolaborasilah percepatan dalam rangka menyelesaikan masalah (pembangunan pasar ikan) di tahun ini,” ujar Bupati Garut, usai menerima kunjungan kerja rombongan Direktorat Jenderal (Ditjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP RI, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Bupati menyatakan, penyebab gagalnya pembangunan ini karena kurang profesionalnya pemborong yang mengerjakan pembangunan ini. Meski demikian, pihaknya berharap, bila selesai nanti bisa dihibahkan kepada Pemkab Garut

“Nanti kalau sudah selesai (akan) dihibahkan dari kementerian kepada Pemda Garut, ini juga terima kasih saya dapatkan ini (pembangunan pasar ikan) dari kementerian,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, KKP RI, Erwin Dwiyana, menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan yang terkendala di tahun 2021. Apalagi, menurutnya, pembangunan sentra kuliner ikan ini sudah mencapai 50 persen.

Baca Juga :  Sempat Tolak 2 Kali Usulan Hiswana Migas, Akhirnya Pemkab Garut Naikan HET Gas 3Kg

“Kami targetkan bisa selesai di tahun ini bersama-sama dengan bapak bupati dan jajaran, mudah-mudahan tahun ini bisa selesai sentra kuliner dan menjadi destinasi wisata kuliner yang baru di Kabupaten Garut tentunya,” tutur Erwin.

Ia mengungkapkan pihaknya beralasan memilih Kabupaten Garut sebagai lokasi pembangunan sentra kuliner ikan ini, karena wilayah Jawa Barat bagian selatan khususnya Garut terkenal dengan ikan budidaya air tawarnya.

“Tentunya potensi ini kan perlu dijual, artinya dijual itu bisa menjadi usaha kuliner atau memperkenalkan menu-menu ikan khas dari Kabupaten Garut, dan salah satunya kita ingin mendorong bahwa sentra kuliner ini bisa menjadi semacam tempat (kuliner ikan bagi) masyarakat domestik ataupun dari luar Garut,” ungkapnya.

Erwin menjelaskan, nantinya sentra kuliner ikan yang kini sedang dibangun di Pasar Ikan Tarogong ini akan disediakan lapak yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung, dengan harapan nantinya bisa dimanfaatkan oleh wirausaha ataupun UMKM yang ada di Kabupaten Garut.

“Kami berharap untuk pemanfaatan ataupun nanti sentra kuliner ini juga bisa mengangkat wirausaha-wirausaha kuliner yang ada di Kabupaten Garut, baik itu mungkin yang bisa jadi generasi mudanya, bisa jadi UMKM bisa masuk ke dalam sentra kuliner ini,” jelas Erwin.

Baca Juga :  Sebanyak 1.727 ASN Baru Dilantik, Garut Masuk Daerah Tercepat Pengangkatan ASN di Indonesia

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut, Sofyan Yani, memaparkan, dulunya kegiatan transaksi di Pasar Ikan Tarogong ini sudah bagus, akan tetapi penghasilannya hanya dari satu jenis saja yaitu dari penjualan ikan basah, baik ikan konsumsi maupun ikan benih.

“Nanti kalau sudah di bentuk, kegiatan keseluruhan pembangunan seperti ini, selain ikan basah juga nanti ada olahan tersedia lewat oleh-oleh, dan kuliner, kuliner itu ada mungkin makanan ya siap (saji seperti) restoran yang bersumber dari ikan dominannya, karena ini dalam rangka meningkatkan pembangunan perikanan,” 

Ia berharap dengan adanya pertemuan antara Bupati Garut dan KKP RI ini, pembangunan sentra kuliner ikan bisa selesai, sehingga bisa segera difungsikan dan dimanfaatkan.

“Manfaatnya nanti banyak (seperti) penyerapan tenaga kerja, kemudian pemanfaatan lainnya juga ini sumber ekonomi, yang ketiga sebagai sumber PAD Pemda, karena inikan nanti kalau di pihak ketigakan (atau) disewakan atau dikelola itu ada pemasukan buat pemerintah daerah sebagai sumber PAD.” tandasnya.(red*).

Berita Terkait

Petani Bayongbong Bangkit dari Kekeringan, Kadistan Garut Salurkan Bantuan Benih Padi
FORTANI’26 Kawal Aspirasi Petani, Pemkab Garut Siap Tindaklanjuti Regulasi dan Akses Lahan
Rafa Cell dan Subadri Jadi Pemenang Lelang CASA BRILink 2026
Jalan Sehat hingga Bazar UMKM Meriahkan Aktivasi dan Rebranding Garut Plaza
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026, Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 Triliun
254 Ribu Petani Garut Terdaftar RDKK, Penyaluran Pupuk Subsidi Capai 50 Persen
Bupati Syakur Angkat Topi, Bobotoh Garut Gerakkan UMKM dan Aksi Sosial Sekaligus
Kapolda Jabar Tinjau Kelompok Tani Mekar Mukti, Dorong Kemandirian Pangan di Garut
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:12 WIB

Petani Bayongbong Bangkit dari Kekeringan, Kadistan Garut Salurkan Bantuan Benih Padi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:49 WIB

FORTANI’26 Kawal Aspirasi Petani, Pemkab Garut Siap Tindaklanjuti Regulasi dan Akses Lahan

Jumat, 18 September 2026 - 18:27 WIB

Rafa Cell dan Subadri Jadi Pemenang Lelang CASA BRILink 2026

Minggu, 6 September 2026 - 11:03 WIB

Jalan Sehat hingga Bazar UMKM Meriahkan Aktivasi dan Rebranding Garut Plaza

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:28 WIB

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026, Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 Triliun

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!