Ketika Warga Miskin Gigit Jari: Aep Diduga Desil 1 Mengaku Tak Pernah Tersentuh Bansos, Dinsos Garut Diminta Turun Tangan - Kilas Garut News

Ketika Warga Miskin Gigit Jari: Aep Diduga Desil 1 Mengaku Tak Pernah Tersentuh Bansos, Dinsos Garut Diminta Turun Tangan

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Kisah pilu masih menghiasi wajah kemiskinan di Kabupaten Garut. Di tengah gencarnya pemerintah menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat miskin, seorang warga di Garut Selatan justru mengaku belum pernah sekalipun menerima bantuan dari pemerintah. Selasa (14/7/2026).

Adalah Aep (57), warga Kampung Lengkong RT 01 RW 08, Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Aep diduga masuk dalam kategori Desil 1 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah yang menjadi prioritas dalam berbagai program perlindungan sosial pemerintah.

Namun kenyataan yang dialaminya sangat memprihatinkan. Hingga saat ini, Aep mengaku belum pernah menikmati bantuan sosial apa pun, meski kondisi ekonomi keluarganya jauh dari kata sejahtera.

Dalam satu Kartu Keluarga (KK), Aep tinggal bersama istri dan dua orang anaknya yang masih menempuh pendidikan. Dengan berbagai keterbatasan ekonomi, keluarga tersebut harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa adanya bantuan sosial yang semestinya dapat meringankan beban mereka.

Baca Juga :  Dihadiri Putri Wapres RI, Ketua DPW HPN Jawa Barat Salurkan Mesin Dispenser Minyak Goreng

“Saya hanya berharap ada keadilan. Kami hidup serba kekurangan, anak-anak masih sekolah, tetapi sampai sekarang belum pernah menerima bantuan sosial sama sekali. Saya berharap pemerintah bisa melihat kondisi keluarga kami,” ujar Aep.

Tak hanya persoalan bansos, kondisi rumah yang ditempati keluarga Aep pun mengundang keprihatinan. Rumah sederhana berdinding bilik bambu yang sudah mulai lapuk menjadi tempat tinggal empat anggota keluarga tersebut. Saat musim hujan dan angin kencang datang, mereka harus hidup dalam kekhawatiran karena kondisi bangunan yang tidak lagi layak huni.

Padahal, masyarakat yang berada pada Desil 1 merupakan kelompok prioritas dalam berbagai program perlindungan sosial pemerintah. Meski demikian, penetapan penerima manfaat tetap bergantung pada hasil verifikasi, validasi data, serta persyaratan masing-masing program bantuan.

Kondisi yang dialami Aep menjadi potret yang patut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Garut, pemerintah kecamatan, serta Pemerintah Desa Sagara. Verifikasi lapangan perlu segera dilakukan untuk memastikan kesesuaian data sosial ekonomi keluarga tersebut sekaligus menelusuri penyebab belum tersalurkannya bantuan apabila keluarga tersebut memang memenuhi syarat sebagai penerima manfaat.

Baca Juga :  Polsek Cibiuk Polres Garut Serahkan Buku Iqro Dari ANP Amal

Selain bantuan sosial, kondisi rumah Aep juga dinilai layak menjadi perhatian melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun program bantuan perumahan lainnya, sehingga keluarga tersebut dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa masih terdapat masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan membutuhkan perhatian nyata dari pemerintah. Program perlindungan sosial harus benar-benar tepat sasaran agar tidak ada lagi warga miskin yang merasa terabaikan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera mengambil langkah cepat dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi, memperbarui data apabila diperlukan, serta memastikan setiap warga yang memenuhi kriteria dapat memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

Sudah saatnya keadilan sosial benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil. Jangan sampai warga yang hidup dalam keterbatasan, bahkan diduga masuk kategori Desil 1, terus luput dari perhatian di tengah besarnya anggaran perlindungan sosial yang disiapkan negara.

(Dea)

Berita Terkait

Kapolres Garut Sambangi Makodim 0611, Perkuat Soliditas TNI-Polri Demi Garut Aman dan Kondusif
Polres Garut Pastikan Isu Macan Turun Gunung dan Menerkam 3 Warga adalah Hoaks
Hari Pertama Sekolah, Bupati Garut Izinkan ASN Dampingi Anak: Pendidikan Dimulai dari Keluarga
Puluhan Jurnalis Garut Hadiri Silaturahmi Perdana Bersama Kasat Reskrim Baru Polres Garut, AKP Herman Saputra
Dua Pengedar Psikotropika Diciduk Satres Narkoba Polres Garut, Jaringan Pemasok Masih Diburu
Selamatkan Sumber Air, Pemerintah Desa Mekarsari Ajak Warga Peduli Lingkungan
Pria Diduga Pelaku Curanmor di Pantai Karang Paranje Diamankan Polisi Usai Nyaris Diamuk Massa
Polisi Amankan Tiga Pemuda Diduga Pesta Miras di Hiburan Dangdut Karangpawitan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:54 WIB

Ketika Warga Miskin Gigit Jari: Aep Diduga Desil 1 Mengaku Tak Pernah Tersentuh Bansos, Dinsos Garut Diminta Turun Tangan

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:56 WIB

Kapolres Garut Sambangi Makodim 0611, Perkuat Soliditas TNI-Polri Demi Garut Aman dan Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:32 WIB

Polres Garut Pastikan Isu Macan Turun Gunung dan Menerkam 3 Warga adalah Hoaks

Senin, 13 Juli 2026 - 16:11 WIB

Hari Pertama Sekolah, Bupati Garut Izinkan ASN Dampingi Anak: Pendidikan Dimulai dari Keluarga

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:18 WIB

Dua Pengedar Psikotropika Diciduk Satres Narkoba Polres Garut, Jaringan Pemasok Masih Diburu

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!