Lapas Kelas II A Garut Sabet Penghargaan Pengembangan UMKM Terbaik, Ini Rahasianya - Kilas Garut News

Lapas Kelas II A Garut Sabet Penghargaan Pengembangan UMKM Terbaik, Ini Rahasianya

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 19 November 2025 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Lapas Kelas IIA Garut kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih anugerah peringkat pertama sebagai Unit Pelaksana Teknis yang berperan aktif dalam pengembangan UMKM di lingkungan Kanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Barat. Penghargaan ini diserahkan pada kegiatan tasyakuran Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 Tahun 2025 di Aula LPKA Bandung. (19/11/2025).

Penghargaan ini menjadi pengakuan resmi atas ekosistem UMKM yang telah berkembang pesat di Lapas Garut dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai unit usaha seperti produk coir shade, kopi “Kayana”, roti dan bakery, batik, serta aneka produk kreatif warga binaan bukan hanya menjadi sarana pembinaan kemandirian, tetapi juga mulai terhubung dengan pasar yang lebih luas, termasuk jejaring UMKM di masyarakat.

Kalapas Kelas IIA Garut Rusdedy menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh jajaran dan warga binaan. “Penghargaan ini bukan hanya milik Lapas Garut, tetapi milik seluruh warga binaan dan petugas yang setiap hari bekerja membangun UMKM dari balik tembok. Kami ingin membuktikan bahwa Lapas bisa menjadi ruang tumbuhnya pelaku usaha baru, bukan sekadar tempat menjalani pidana,” ujar Rusdedy.

Baca Juga :  Warga Malangbong Dikejutkan Penemuan Mayat Misterius di Tepi Sungai

Penghargaan ini juga memperkuat momentum positif setelah kunjungan Menteri UMKM RI ke Lapas Garut beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Menteri UMKM memberikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem pembinaan kemandirian yang terintegrasi dengan UMKM, mulai dari hulu ke hilir: pelatihan, produksi, pengemasan, hingga akses pasar, termasuk peluang ekspor.

Rusdedy menambahkan: “Kunjungan Bapak Menteri UMKM ke Lapas Garut menjadi penyemangat besar bagi kami. Hari ini, dengan anugerah peringkat pertama pengembangan UMKM di lingkungan Kanwil, kami merasa dorongan moral itu terkonfirmasi. Artinya, apa yang kami kerjakan berada di jalur yang benar dan harus terus diperluas, termasuk melalui skema koperasi sosial dan kemitraan dengan UMKM di luar Lapas.”

Berbagai kegiatan UMKM di Lapas Garut telah dirancang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan kemandirian, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi. Melalui pelatihan teknis, pendampingan manajemen usaha, dan penguatan jejaring pemasaran, warga binaan didorong untuk memiliki skill usaha yang konkret dan terukur, membangun mentalitas wirausaha yang jujur dan bertanggung jawab, serta terhubung dengan ekosistem UMKM sehingga setelah bebas mereka tidak kembali pada pola hidup lama, tetapi mampu berdiri sebagai pelaku usaha yang mandiri.

Baca Juga :  Inovasi Pembinaan di Lapas Garut, Budidaya Ikan Nila Berikan Harapan Baru bagi Narapidana

“ Kami ingin setiap produk warga binaan membawa pesan bahwa dari Lapas pun bisa lahir karya yang berkualitas dan berdaya saing. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa tugas kami belum selesai – justru harus lebih serius memperkuat UMKM sebagai instrumen utama menurunkan residivisme,” tutup Rusdedy.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Lapas Kelas IIA Garut menegaskan komitmennya untuk terus menjadi Lapas produktif dan inklusif, yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga melahirkan wirausahawan baru yang siap berkontribusi bagi perekonomian daerah dan nasional.

(dk)

Berita Terkait

Garut Siap Hadapi May Day, Bupati Minta Pengamanan Humanis dan Dialog Terbuka
Akar Bambu Raksasa Nyaris Bendung Sungai Jembatan Cikeunyat, Disdamkar Garut Turunkan Kendaraan Pancar
Warga Malangbong Dikejutkan Penemuan Mayat Misterius di Tepi Sungai
Akses Sempat Terputus, Jalur Banjarwangi–Singajaya Kini Kembali Lancar
Di Tengah Tekanan Anggaran, Bank BJB Kucurkan 239 Juta untuk 22 Masjid di Garut
Polres Garut dan Instansi Terkait Lakukan Pengecekan Jembatan Putus di Pakenjeng
KKL Pasis Seskoad di Garut, Perkuat Ketahanan Nasional Hadapi Bencana
Bupati Garut Resmikan Aula LPTQ, Cetak Generasi Qurani Berprestasi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:53 WIB

Garut Siap Hadapi May Day, Bupati Minta Pengamanan Humanis dan Dialog Terbuka

Rabu, 29 April 2026 - 22:56 WIB

Akar Bambu Raksasa Nyaris Bendung Sungai Jembatan Cikeunyat, Disdamkar Garut Turunkan Kendaraan Pancar

Kamis, 23 April 2026 - 20:38 WIB

Warga Malangbong Dikejutkan Penemuan Mayat Misterius di Tepi Sungai

Minggu, 12 April 2026 - 08:07 WIB

Akses Sempat Terputus, Jalur Banjarwangi–Singajaya Kini Kembali Lancar

Sabtu, 11 April 2026 - 09:29 WIB

Di Tengah Tekanan Anggaran, Bank BJB Kucurkan 239 Juta untuk 22 Masjid di Garut

Berita Terbaru

Redaksi Kilas

Mayat di Selokan Bikin Heboh, Polisi Pastikan Tanpa Luka Kekerasan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:43 WIB

Redaksi Kilas

2.600 Buruh Garut Diberangkatkan, Polisi Jamin Aman Hingga Jakarta

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:17 WIB

Redaksi Kilas

Menuju May Day Aman, Polres Garut Periksa Kendaraan dan Kesehatan Kru

Kamis, 30 Apr 2026 - 23:25 WIB

 

ALERT : Content Is Protected !!