KILASGARUTNEWS.id|Untuk memperluas tali hubungan interaksi antara anggota DPRD dengan masyarakat bahwasanya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut memiliki tanggung jawab besar sebagai perwakilan rakyat.
Demikian juga disampaikan,salah satu anggota DPRD Garut,Yudha Puja Turnawan sekaligus Ketua partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Kabupaten Garut menegaskan,
Penting bagi mereka tidak hanya menjadi figur yang mewakili suara rakyat, tetapi juga menjadi penyambung suara aspirasi yang efektif dari bawah.”tegas Yudha kepada wartawan saat berada di angkringan pinggir Jalan Peteran (Stasiun KAI), kecamatan Garut kota,(10/8/2024) malam.
Mengingat hal tersebut, lanjut ia menjelaskan, pihaknya bersama kader PDI Perjuangan membuka tempat usaha kecil yang diberi nama angkringan Wakil Rakyat.
“Angkringan wakil rakyat ini diinisiasi oleh saya dan pengurus ranting PDI Perjuangan dari kecamatan bayongbong dan pengurus Badan Penanggulangan Bencana DPC PDI Perjuangan kabupaten Garut,”ucapnya.
Tujuan utamanya untuk menambah penghasilan mereka sebagai kader PDI Perjuangan agar mereka bisa lebih banyak menebar manfaat ke masyarakat untuk sesama.
Angkringan ini kenapa di tengah-tengah perkotaan di pinggir jalan, sebut Yudha, agar memperluas interaksi saya selaku anggota DPRD dan wakil rakyat lainnya serta juga tidak menutup kemungkinan dari Fraksi lain juga untuk memperluas interaksi kita dengan masyarakat.
Dimana Nanti memang setiap malam kalau tidak ada kunjungan kerja keluar kota, diusahakan setiap malam di antara jam 7 sampai jam 8. Saya akan standby ikut melayani dan menerima semua keluh kesah atau curhatan warga masyarakat apapun, jadi tidak harus ke gedung DPRD.
Karena bagi kami Demokrasi adalah politik keseharian, bahwa politik itu tidak di Gedung DPRD atau di parpol. di mana interaksi terjadi antara elit politik atau antara Wakil Rakyat untuk kemudian juga kita memperjuangkan kebaikan bersama ya apapun.
Salah satu contoh curhatan mungkin ada ojek online yang tidak memiliki BPJS, karena pemerintah Mengalokasikan anggaran APBD untuk BPJS PBI, jadi di sini mungkin ruang ruang interaksi itu bisa terjadi baik itu yang berkaitan dengan komisi 1,2,3,4 semuanya bisa disini apapun itu.
“kami menyerap aspirasi aspirasi masyarakat tidak hanya di masa reses tetapi sehari-hari lewat angkringan ini. Jadi angkringan ini bentuk usaha juga dari kadar. Di mana saya menyisihkan penghasilan saya agar kader bisa usaha, tapi juga saya membuka ruang untuk publik juga siapapun dengan berbagai latar belakang profesi maupun apapun dan tidak melihat Apakah berasal dari partai PDIP Perjuangan atau Pokoknya kita berusaha menjembatani masa lewat ruang-ruang interaksi di angkringan ini,”tuturnya.
Insyaallah selama saya ada di sini angkringan saya akan mensubsidi, karena mungkin saja kan masyarakat yang datang kesini nggak punya uang jadi saya nyimpan uang Rp. 200 ribu, usaha mereka berjalan aspirasi berjalan jadi tidak rugi bagi usahanya.
“intinya berdirinya angkringan wakil rakyat ini adalah untuk meningkatkan intensitas interaksi antara rakyat dan wakil rakyat,” pungkasnya. (Agus*).











