KILASGARUTNEWS.id|Bertempat di aula kantor kecamatan Garut kota,jalan Pramuka, kabupaten Garut,tengah diadakan rapat musyawarah sekaligus kesepakatan terkait pemkab Garut dalam waktu dekat ini akan relokasi para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di jalan Ahmad Yani,Garut. Selasa (16/07/2024).
Disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut, Ridwan Effendi,
mengatakan,Alhamdulillah kami telah melaksanakan musyawarah kesepakatan bersama antara pengurus pedagang kaki lima (PKL) Ahmad Yani dan pengurus pasar baru untuk melaksanakan relokasi bagi PKL yang berada di jalan Ahmad Yani ke pasar baru,semua dapat berjalan lancar.”katanya
“Mudah mudahan tepat pada tanggal 20 Juli 2024 semua dapat dilaksanakan,dan sekarang para pengurus sedang berbenah untuk mengadakan persiapan dengan bekerja sama pemerintahan kabupaten Garut dan perbankan yang dalam hal ini adalah BJB juga memberikan dukungan terhadap kegiatan relokasi ini terkait sarana berupa tenda,”katanya.
Untuk jumlah PKL yang akan di relokasi, menurut Ridwan menjelaskan, yang terdata yaitu ada 312 PKL,itu sudah di pastikan dan semua sudah sepakat untuk pindah ke jalan pasar baru.
Itu sudah sepakat bahwa PKL yang berada di jalan Ahmad Yani itu pindah (relokasi -red) ke pasar baru.
“Terkait rencana ke jalan Ciledug,Ridwan menegaskan,perpindahan Ciledug itu dibatalkan dengan berbagai pertimbangan alternatif tepat,jadi di lokasi pasar baru itu kami anggap lebih tepat diterima oleh berbagai pihak. Artinya relokasi tidak ke jalan Ciledug tetapi ke pasar baru,”tegasnya.
Ridwan menambahkan, kalau didata awal itu sekitar 790 PKL tapi setelah diverifikasi yang eksisting (aktif) itu sebanyak 312 PKL.”katanya.
Terkait dengan musyawarah membuat kesepakatan bersama pemerintah kabupaten Garut, sementara itu Ketua pengurus Pedagang kaki lima (PKL) jalan Ahmad Yani (pengkolan – red) ,Tatang mengaku menyambut baik atas musyawarah yang dilaksanakan di aula kantor kecamatan Garut kota, kabupaten Garut,”ungkapnya kepada wartawan usai melaksanakan rapat musyawarah tersebut .
Jadi, lanjut Tatang mengatakan,dengan adanya relokasi ke pasar baru ini merupakan sudah menjadi kebijakan pemerintah yang artinya kami PKL ya mau tidak mau mesti menerima saja.
Tatang menyebutkan,pedagang sih banyak cuman kalau yang eksis itu ada sekitar 312,itu yang berdagang disekitar dari bank BNI sampai ke batas lampu merah Swalayan Asia di jalan Ahmad Yani kemudian pindah relokasi dari mulai pasar baru sampai ke Garut plaza tapi kalau masih kurang kami lanjutkan terus ke Fortune.
“Kaitan direlokasi ,kata Tatang ,kalau PKL yang eksisting itu semua terakomodir yaitu sebanyak 314 dan sudah dalam persiapan,dan pemerintah juga sedang menyiapkan tenda dengan berbagai ukuran tetapi itu semua seragam,”tutupnya.(Agus*).











