KILASGARUTNEWS.id|Putera asli daerah Tegalgede Ahmad Sofwan menyampaikan kekecewaan mendalam mengenai pembangunan Jembatan Wareng yang sedang viral di medsos saat ini, dengan menghabiskan dana sebesar 1.7 Miliar lebih dari APBD tahun 2022.
Kekecewaan ini timbul atas dugaan penyelewengan yang ditemukan dalam pelaksanaan proyek tersebut saat Bupati Garut H Rudy Gunawan monitoring ke lokasi dibangunnya jembatan Wareng di Kec Pakenjeng Kab Garut dengan kualitas bangunan yang buruk dan tidak memadai. Jum’at (20/10/2023).
Kepada Kilas Garut News.id, Ahmad menuturkan, konstruksi Jembatan Wareng, sebagai infrastruktur penting dalam desa kami yang menghubungkan Desa Tegalgede dan Desa Tanjungjaya pakenjeng, seharusnya menjadi aset yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga. Namun, dengan penggunaan anggaran sebesar itu, kami merasa bahwa proyek ini seharusnya dijalankan dengan sesuai prosedur kualitas yang baik.
“Kami mendukung upaya Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan lapangan secara langsung terkait dengan proyek Jembatan Wareng tersebut. Dugaan penyelewengan yang telah mencuat harus segera ditindaklanjuti dan diinvestigasi lebih lanjut untuk memastikan dana publik digunakan sesuai dengan aturan dan untuk kepentingan masyarakat” tegasnya.
Kami, sebagai pemuda Desa Tegalgede kata dia, pihaknya menekankan pentingnya integritas dan kualitas dalam penggunaan dana publik. Kepentingan masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama, dan kami berharap agar semua pihak yang terlibat dalam proyek Jembatan Wareng ini akan memberikan penjelasan yang jelas dan memenuhi kewajiban mereka dengan sebaik-baiknya.
“Kami percaya bahwa hanya dengan kualitas infrastruktur yang baik dan partisipasi aktif masyarakat, kita dapat membangun desa yang lebih baik dan lebih adil bagi semua warganya”pungkas Ahmad.
(Deden Kurnia*).












