KILASGARUTNEWS.id|Seni pencak silat merupakan Seni beladiri warisan budaya turun temurun salah satunya pencak silat Gajah Putih Mega Paksi Pusaka yang masih melestarikan pencak silat.
Ketua GPMPP Satria Cahaya Suci, H. Alan Partimbang dalam rangka menghadiri undangan di acara khitanan di Desa Padamulya, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Rabu (24/05/2023) pukul 20.00 WIB sampai selesai.
“alhamdulillah kami GPMPP Satria Cahaya Suci bisa hadir di Desa Padamulya, Kecamatan Pasirwangi dan kami bangga beberapa paguron pencak silat juga menampilkan keahlian teknik seni beladiri, saya bangga sekali terhadap anak-anak muda yang masih mempunyai kecintaan terhadap budaya leluhur kita seni bela diri pencak silat dan ini perlu kita kembangkan serta perlu kita tanamkan kepada putra-putri kita sejak dini” kata H.Alan.

“Saya sangat bersyukur karena masih banyak masyarakat garut yang suka dengan seni bela diri pencak silat, salah satu contohnya ini di acara khitanan hiburannya pencak silat” Ucapnya.
Selain H. Alan turut hadir juga A. Buchori selaku Komisi Teknik GPMPP, Kades Padamulya dan Para Pengurus GPMPP Satria Cahaya Suci.
“Dalam sambutannya Kades Padamulya, Kecamatan Pasirwangi, Deden Sutarwan menyampaikan pihaknya merasa bangga karena acara tersebut dihadiri Ketua GPMPP, H. Alan Partimbang tentunya ini sebuah kebanggaan buat kami yang tentunya masih ada yang mempertahankan kebudayaan seni pencak silat kalau bukan oleh kita-kita mau oleh siapa lagi” tutur Deden.
Saya mengucapkan terima kasih, kata Deden kepada H. Alan karena sudah menjaga sekaligus melestarikan budaya ini.

Komisi Teknik GPMPP Garut Buchori menuturkan di lokasi kegiatan, bahwa Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional yang merupakan warisan budaya leluhur asli Indonesia. Secara turun temurun para pendahulu kita salah satunya pencak silat Gajah Putih Mega Paksi Pusaka yang masih melestarikan budaya pencak silat, ini merupakan warisan budaya kita dengan tidak terlepas dari sejarah bangsa ini yang dijajah oleh Negara lain.
Banyak sekali perguruan-perguruan pencak silat yang ada di tanah air hampir seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki budaya seni bela diri, dengan corak ragam yang berbeda, baik dalam segi gerakan (jurus), pakaian khas pencak silat, alat/senjata yang digunakan, atau gamelan / tabuh-tabuhan yang dipakai untuk mengiringi atraksi-atraksi pencak silat seni.
“Pencak silat memiliki nilai-nilai positif yang sangat baik dalam melatih mental maupun fisik anak-anak atau orang yang belajar pencak silat, selain itu memiliki aspek-aspek utama yaitu aspek mental spiritual, aspek seni budaya, aspek bela diri, dan aspek olahraga” ungkap Buchori.













