KILASGARUTNEWS.id|Didampingi dari lembaga Forum Suara Rakyat Indonesia (FSRI) Garut Budi Juanda, sejumlah warga jumpai Kadis Lingkungan Hidup,Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) kabupaten Garut, meminta arahan guna mengedukasi terkait penaganan sampah bagi warga khususnya di desa Karangsari wilayah kecamatan Pangatikan.
Demikian juga disampaikan Budi Juanda selaku pendampingan dari lembaga Forum Suara Rakyat Indonesia (FSRI) kabupaten Garut usai menjumpai Kadis LH Garut H Jujun Juansyah di halaman kantor DLHKP Garut.Jumat (03/02/2023).
Maksud dan tujuan,lanjut Budi,karena kita selaku salahsatu swadaya masyarakat (LSM) sudah selayaknya untuk saling membantu sebagaimana merekapun ingin dijembatani guna menyampaikan aspirasinya kepada intansi terkait penanganan sampah khusus di wilayahnya.”jelasnya.
Senada dikatakan,Muhammad Rizki selaku pegiat lingkungan hidup yang mengaku salah satu pemuda warga Desa Karangsari,kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut.
Menurut Rizki bahwa,yang mana di kecamatan Pangatikan itu memiliki potensi ataupun potensi geografi khususnya para pemuda. Tapi disisi lain terkait sampah yang ada di kecamatan Pangatikan ini khususnya di desa Karangsari itu bisa dikatakan menjadi permasalahan utama”.
Maka dari itu, kita dari pemuda yang ada di desa Karangsari menyatakan sikap, siap untuk bersama pemerintah dan masyarakat untuk membersihkan sampah tapi,disini kita membangun inovasi dan juga menyadarkan kepada warga supaya sampah dari skala mikro menjadi makro senantiasa bisa diselesaikan secara bersama dengan bahu -membahu.”ujarnya
Dengan besar harapan,kata Rizki,selaku masyarakat memberikan aspirasi kepada pemerintah kabupaten Garut agar terus memberikan edukasi dan suffort dalam wilayah pasilitas. Karena kita sangat keterbatasan dalam wilayah tersebut,sehingga kita siap bersinergi dengan masyarakat ,pemerintah untuk Pangatikan yang lebih bersih dan juga sehat.”harapnya.
Terkait kesimpulan dari hasil pertemuan denga Kadis LH H Jujun Juansyah,Rizki menjelaskan, kesimpulan dari kepala dinas tadi menyimpulkan bahwa, khususnya Pemuda, umumnya masyarakat harus peduli terhadap lingkungan. Khususnya itu dari skalanya kecil (mikro) dari rumah tangga.”
“Dari sampah organik supaya dapat dikelola. Apalagi kita sampah itu dapat disimpulkan memiliki nilai ekonomis”.
Nah kita mungkin Secara kepemudaan akan memanfaatkan fasilitas yang ada dan juga mengembangkan Inovasi. Khususnya untuk kesehan yang kesimpulannya bersih sama dengan sehat.”imbuhnya.











