50 Pelaku Usaha Bidang Fashion Di Kabupaten Garut Ikuti Pelatihan Ecoprint

22

KILASGARUTNEWS|Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut menggelar Pelatihan Ecoprint Produk Fashion Unggulan Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Aula Bukit Alamanda Hotel & Resort, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (9/11/2022).

Acara ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Disperindag ESDM Garut, Ridwan Effendi, diikuti 50 pelaku usaha di bidang fashion yang ada di Kabupaten Garut. Turut hadir sebagai narasumber, Koordinator Bidang Kreatif Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat, Muhammad Irfan, dan Creative Director sekaligus Founder Boolao, Asep Rohman.

Sekdisperindag ESDM Garut, Ridwan Effendi menyampaikan, pelatihan ini merupakan bentuk implementasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk mewujudkan ekonomi masyarakat yang berbasis potensi lokal.

“Harapan kami ke depan tentu dengan pelatihan ecoprint ini masyarakat dapat lebih terbukakan dengan beberapa alternatif-alternatif produk kreatif, yang dapat dikembangkan dan tentu ini dapat lebih memberi peluang yang baru bagi para pelaku usaha khususnya di bidang fashion unggulan,” kata Ridwan.

Ia mengatakan, output yang ingin dihasilkan dalam pelatihan ini adalah terlatihnya para peserta pelatihan yang dibekali dengan keterampilan baru di bidang fashion, di mana ecoprint ini juga menggunakan produk-produk alam sehingga menjadi semangat baru bagi para pelaku usaha untuk back to nature dengan membuat produk menggunakan bahan-bahan alami.

“Dan semoga dengan hasil yang didapatkan para peserta dapat lebih terampil dan mendapatkan edukasi baru, dan sehingga ini bisa meningkatkan daya saing usaha para peserta, sehingga tentu saja outcome yang diharapkan adalah masyarakat pelaku usaha ini memiliki potensi atau peluang penghasilan yang lebih dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat bersangkutan,” tuturnya.

Salah seorang narasumber, Koordinator Bidang Kreatif Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat, Muhammad Irfan, menyampaikan pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas peserta untuk bisa membuat karya ecoprint, mengingat saat ini tren ecoprint sedang mendunia sehingga setiap kota/kabupaten di berbagai provinsi tengah giat membuat ecoprint.

Ia berpesan kepada para pelaku usaha bidang fashion di Kabupaten Garut, untuk dapat membuat ecoprint dengan sentuhan kreativitas khas Garut, salah satunya dengan menggunakan bahan potensial seperti kulit ataupun tanaman yang menjadi falsafah asal usul nama Kabupaten Garut yaitu tanaman Ki Garut.

“Kemudian dari bahannya, bahannya pun dengan berbagai daun-daun segala macam padahal orang Garut sudah punya yang namanya daun Ki Garut, dan itu menjadi falsafah utama nama garut kan dari nama daun tersebut, kenapa gak itu yang dikembangkan bisa daunnya, bisa pucuknya, bahkan umbinya pun katanya berpotensi untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Irfan mengatakan, apa yang disampaikan olehnya kepada para peserta dalam pelatihan ini adalah untuk memberikan motivasi kepada para pelaku usaha agar berfikir kreatif dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan, sehingga para pengusaha di bidang fashion ini bisa maju dan siap bergerak membuat produk fashion unggulan dengan penuh kreativitas.

“Sejauh ini kelihatannya sih pengusaha kelihatannya tergerak kalau mereka itu sebetulnya punya daya kreativitas, yang memang mau tidak mau adalah kewajiban pemerintah daerah adalah selalu memfasilitasi untuk diberikan motivasi, untuk diberikan ruang waktu untuk mereka bertemu orang-orang kreatif dan lain-lain sehingga mereka juga terinspirasi,” tutur Irfan.

Ia berharap, para peserta dapat memahami materi dengan baik, sehingga para peserta dapat menyadari bahwa para pelaku usaha ini berhadapan langsung dengan dunia usaha yang nyata, di mana terdapat persaingan baik modal maupun kompetitor.

“Segala macam tapi dengan modal seperti ini harus diyakinkan ke mereka, mereka itu punya modal utama kreativitas, kemudian membuat sesuatu produk juga produk yang unique dan penuh sentuhan kreativitas sehingga punya ujung-ujungnya satu, (yaitu) daya saing,” tandasnya.(Deden Kurnia).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here