Kilas Garut News-Polsek Tarogong Kaler giat Pemantauan Pembagian BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang berasal dari Kemensos di Kecamatan Tarogong Kaler pada hari Minggu (14/08/2022) pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh anggota Polsek Tarogong Kaler AIPDA Risman Resnawan yang dilakukan di Warung Agen Do’a Ibu (Ibu Pipit) Kampung Mandala Rt 01/05 Desa Sukawangi Kecamatan Tarogong Kaler dan Warung Ibu Cucu Kampung Cijoar Rt 03/01 Desa Sukawangu Kecamatan Tarogong Kaler.
Pemantauan Pembagian BPNT yang berasal dari Kemensos berupa 9 item, yaitu 20kg 2 karung Beras Premium, 1kg daging Ayam frozen, 1kg Telur, 1/2kg Kentang, 1 bungkus Tahu, 1 papan Tempe, 1/2kg Wortel, 1kg Apel Fuji, 1/2kg Anggur. Penerima bantuan tersebut untuk periode 2 bulan (Juni dan Juli) yaitu agen Do’a Ibu sebanyak 184 orang dan agen Ibu Cucu sebanyak 183 orang yang mana diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.
“Saya harap dengan adanya bantuan pemerintah ini dapat membantu masyarakat, terlebih lagi bagi mereka yang terdampak pandemi Covid-19” ungkap anggota Polsek Tarogong Kaler AIPDA Risman Resnawan.
Sampai dengan selesainya kegiatan dapat berjalan dengan lancar dalam situasi yang aman dan kondusif, serta tetap mematuhi protokol kesehatan demi memutus tali penyebaran Covid-19.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Deden Kurnia*).











