Kilas Garut News- Polsek Karangpawitan Giat Monitoring SPBU Di Nagrog , Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut sejak pukul 11.00 WIB Sampai Selesai. Rabu, 31/08/2022.
Anggota Polsek Karangpawitan Aipda Suwondo dan Bripka Eko Antono, Polres Garut telah melaksanakan monitoring, pengecekan SPBU ( Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di wilayah Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut.
PLH Polsek Karangpawitan AKP.Budi Zakaria menuuturkan di wilayah Kecamatan Karangpawitan, kabupaten Garut terdapat 2 (dua) Lokasi SPBU diangtaranya SPBU 34-441-13 Kp. Biru Ds. Situjaya Kecamatan Karangpawitan dan SPBU Kp. Nagrog Desa Sindangpalay, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
“Bahwa di SPBU 34-441-13 masih tersedia BBM bersubsidi jenis Pertalite Kurang lebih 8000. Adanya antrian warga masyarakat, untuk mengisi BBM bersubsidi, jenis Pertalite tetapi masih normal, tidak terjadi antrian yang panjang” katanya
Menurutnya, untuk SPBU 34-441-13 Biru tidak ada pengiriman BBM bersubsidi jenis Bio Solar. Untuk kenaikan BBM bersubsidi jenis Pertalite, dan Biosolar katanya belum adanya intruksi resmi dari Pertamina, maupun dari Pemerintah Pusat.
Untuk SPBU 34-441-12 Kp Nagrog Desa Sindangpalay Kec Karangpawitan Kab Garut, bahwa di SPBU 34-441-12 jenis BBM bersubsidi jenis Pertalite, kurang lebih 9044 dan jumlah BBM bersubsidi jenis biosolar kurang lebih 2173.
Tidak adanya antrian yg berarti pada 2 (dua) jenis BBM bersubsidi, untuk SPBU 34-441-12 tidak adanya kiriman BBM jenis Pertamax Plus, Untuk SPBU 34-441-12 tidak adanya kiriman BBM jenis Pertamax Plus.
“Belum adanya intruksi ,mengenai kenaikan BBM bersubsidi , dari Pertamina,” Situasi Wilayah Kecamatan Karangpawitan ,Kabupaten Garut masih Kondusipitas”,Pungkasnya.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Deden Kurnia*).











