Kilas Garut News-Plt Kapolsek Garut Kota Kompol Liman Heriyawan menghadiri Penanaman 1000 Pohon yang diinisiasi oleh LSM BNBR dan LSM LIBAS bertempat di Bantaran Sungai Cipeujeuh, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Rabu (7/9/2022).
Penanaman 1000 pohon mengangkat tema” Tanam Sebatang Pohon Petik Sejuta Kebaikan”, dalam rangka mitigasi bencana banjir agar tidak terulang kembali musibah banjir bandang beberapa waktu lalu di Kabupaten Garut.
Plt Kapolsek Garut Kota Kompol Liman Heriyawan mengatakan, apresiasi atas inisiasi yang dilakukan oleh LSM BNBR dan LSM LIBAS serta unsur lainnya dalam rangka mitigasi bencana.
“Apresiasi Penanaman Seribu pohon inisiasi LSM BNBR dan LIBAS ini, dalam rangka upaya mitigasi bencana khususnya di wilayah bantaran sungai Cipeujeuh.”, ungkapnya.
Kapolsek berharap dengan penanaman 1000 pohon ini sebagai upaya pencegahan agar tidak terulang kembali musibah banjir seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, ” dan ini harus kita dukung bersama dalam rangka upaya mitigasi bencana, mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh rekan-rekan LSM BNBR dan LIBAS sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.”, pungkasnya.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Deden Kurnia*).











