Pj Bupati Garut Barnas Adjidin Optimis Produksi Kentang di Garut Menjadi Penyuplai Kentang Nasional - Kilas Garut News

Pj Bupati Garut Barnas Adjidin Optimis Produksi Kentang di Garut Menjadi Penyuplai Kentang Nasional

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 8 Mei 2024 - 00:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pj Bupati Garut Bartnas Adjidin saat penanaman perdana kentang Upland Project

i

Foto : Pj Bupati Garut Bartnas Adjidin saat penanaman perdana kentang Upland Project

KILASGARUTNEWS.id|Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, bersama istri, Sri Kartika Barnas Adjidin, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Garut, melaksanakan upacara tanam kentang perdana Upland Project Tahun 2024 di Kampung Selecta, Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut pada Selasa (7/5/2024).

Barnas, dalam sambutannya, menggarisbawahi potensi luar biasa Kabupaten Garut dalam berbagai komoditas pertanian. Kentang sebagai salah satu komoditas yang memiliki prospek cerah. Barnas menyatakan optimismenya, produksi kentang bisa berkembang pesat di Garut dan menjadi sentra produksi yang unggul, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga menjadi penyuplai kentang nasional.

“Mudah-mudahan dengan penanaman ini, kita menjadi sentra kentang yang unggul, yang bisa memenuhi tidak hanya Kabupaten Garut, Jawa Barat, bahkan Indonesia,” ujar Barnas.

Tak hanya itu, ia pun berharap dengan adanya penanaman kentang ini masyarakat petani kentang khususnya bisa gembira, hidup layak, dan pengembangan kentang ini ke depan bisa pula dikembangkan di tempat lain yang memang dijadikan lokasi penanaman kentang.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Garut Buru 4 Pelaku Pencurian Dengan Kekerasan, Korban Diikat dan Mata Ditutup Dengan Lakban

“Kami berharap bahwa dengan nanti majunya perkentangan di sini, maju juga peradaban di tempat ini, di mana anak-anaknya sekolah, lalu kemudian kesehatannya meningkat, lalu pendapatannya bertambah, tentu menjadi suatu kebahagiaan bagi masyarakat khususnya petani kentang,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, mengungkapkan, kentang sebagai salah satu komoditas yang cukup menonjol yang telah berkontribusi dalam sektor pertanian Garut. Dia mengungkapkan bahwa selama tahun 2023, produksi kentang di Kabupaten Garut mencapai hampir 220 ribu ton dengan luas tanam mencapai 7.627 hektar. Garut bahkan telah mencatatkan diri sebagai kabupaten dengan hasil produksi kentang terbanyak di Jawa Barat, menyumbang sekitar 79,67% produksi kentang di tingkat provinsi Jawa Barat.

Haeruman menyoroti peran signifikan dari program Upland dalam peningkatan produksi kentang di Garut. Program ini telah diterapkan di empat desa di dua kecamatan, yaitu di Desa Sukawargi Kecamatan Cisurupan, Desa Margamulya, Simpang, dan Cikandang Kecamatan Cikajang, berdampak terhadap peningkatan produktivitas yang cukup mengesankan.

Haeruman mengungkapkan bahwa sebelum adanya program Upland, produksi kentang mencapai 18 ton per hektar, namun dengan adanya program ini, angka tersebut meningkat menjadi 25 ton per hektar. Targetnya adalah mencapai 35 ton per hektar, dengan syarat bahwa petani harus tetap disiplin dan menjalankan metode-metode yang telah diajarkan.

“Harapan saya (dan) target saya itu bisa mencapai 35 ton (per hektar), itu bisa dilakukan tapi petaninya harus disiplin,” tutur Haeruman.

Baca Juga :  Rumah Kebakaran Polsek Garut Kota Polres Garut Cek TKP

Haeruman juga menyinggung keberadaan lima kecamatan di Garut yang menjadi penghasil kentang, yakni Pasirwangi, Cikajang, Cisurupan, Cigedug, dan Sukaresmi. Dia menekankan bahwa kegiatan Upland adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan produksi kentang di Garut,

Dia berpesan agar petani bisa terus disiplin dan kompak, sehingga harapan Garut sebagai sumber pembenihan kentang nasional diharapkan bisa terwujud.

Dalam kegiatan tanam kentang ini juga dilakukan penyerahan bantuan hibah kepada petani maupun gabungan kelompok petani (Gapoktan) yang ada di Kabupaten Garut, sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di daerah tersebut. (Deden Kurnia*).

Berita Terkait

Yudha Soroti Nasib Sepasang Lansia di Pakenjeng: Masuk Desil 1 Selama 13 Tahun Lumpuh, Bantuan Sembako Tak Kunjung Terealisasi
Garut Diperketat! Kapolres dan Dandim Pimpin KRYD, 4 Penjual Miras Diamankan
Cari Sisa Padi Usai Panen, Lansia 88 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Jagung Leles
Terbaring Kaku, Dua Warga Disabilitas Desa Situsaeur Karangpawitan Terpaksa Datang ke Kecamatan Demi KTP
Polres Garut Kini Punya SPKLU, Sinergi dengan PLN Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik
Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Satu Korban Laka Laut di Muara Kancil Cikelet
Dandim 0611/Garut Dorong Terwujudnya Jembatan Perintis Garuda, Pangdam III/SLW Resmikan Langsung
Korcam dan SPPG Karangpawitan Kompak Dukung Kegiatan Masyarakat dari 1 Muharram hingga HUT RI ke-81
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Yudha Soroti Nasib Sepasang Lansia di Pakenjeng: Masuk Desil 1 Selama 13 Tahun Lumpuh, Bantuan Sembako Tak Kunjung Terealisasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Garut Diperketat! Kapolres dan Dandim Pimpin KRYD, 4 Penjual Miras Diamankan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Cari Sisa Padi Usai Panen, Lansia 88 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Jagung Leles

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Terbaring Kaku, Dua Warga Disabilitas Desa Situsaeur Karangpawitan Terpaksa Datang ke Kecamatan Demi KTP

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Polres Garut Kini Punya SPKLU, Sinergi dengan PLN Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!