Pemkab Garut dan Jepang Bahas Kekurangan Tenaga Kerja, Sektor Kesehatan Jadi Prioritas Utama - Kilas Garut News

Pemkab Garut dan Jepang Bahas Kekurangan Tenaga Kerja, Sektor Kesehatan Jadi Prioritas Utama

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 23 April 2024 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Pemerintah Kabupaten Garut menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Kota Sue Machi Jepang, ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding  (MoU). 

Acara yang berlangsung di Ruang Pamengkang Pendopo Garut pada Senin (22/4/2024) tersebut bertujuan untuk membangun kerja sama dalam penyaluran tenaga kerja.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, menyampaikan bahwa pemerintah Jepang saat ini menghadapi kebutuhan akan tenaga kerja, khususnya di sektor kesehatan. Pihak Jepang bahkan telah melanjutkan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) untuk merekrut tenaga kesehatan.

“Hari ini juga mereka langsung ke STIKES untuk menindaklanjuti kerja sama untuk pengadaan tenaga kesehatan,” ucap Bambang. Dalam konteks ini, Bambang berharap agar Pemkab Garut dapat menghasilkan tenaga kerja yang dibutuhkan, terutama melalui Balai Latihan Kerja (BLK). 

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan bagi para tenaga kerja yang akan ditempatkan di Jepang.

“Harapannya setiap tahun ada yang diberangkatkan untuk penyerapan tenaga kerja, angkatan kerja kita setiap tahun lulusan SMA 60 ribu, kalau lah yang masuk ke kuliah paling 2 ribu, 3 ribu lah kalau semua, itu kan sisanya mereka tidak sekolah tidak kuliah,” katanya.

Sementara itu, Walikota Sue Machi, Shuichi Hiramatsu, menyatakan ketertarikan pihaknya untuk bekerja sama dengan Garut setelah melihat kondisi Kabupaten Garut secara langsung, agar anak-anak muda di Kabupaten Garut bisa bekerja di Jepang khususnya di Kota Sue Machi. Kerja sama ini tidak hanya mencakup penyaluran tenaga kerja, tetapi juga bidang kebudayaan, pariwisata, dan lainnya.

Baca Juga :  Polsek Klari Polres Karawang Gelar Apel Malam Persiapan Patroli Kepung Karawang 

“Nanti kerja sama itu selain tenaga kerja itu ada kebudayaan, pariwisata, dan lain-lain, nanti setelah itu mungkin antara Garut dan Kota Sue di sana tiap-tiap penanggung jawabnya ada ditunjuk nanti untuk bisa komunikasi langsung,” ucapnya.

Walikota Sue Machi mengungkapkan, bahwa sebelum ke Kabupaten Garut, pihaknya juga sempat berkunjung ke wilayah lain di Indonesia. Namun melihat antusiasme peminat yang cukup banyak di Kabupaten Garut, maka dari itu pihak Pemerintah Kota Sue Machi memutuskan untuk melakukan kerja sama dengan Pemkab Garut.

“Terus kedua untuk kerja sama kita di Jepang memang butuh tenaga kerja tetapi bukan berarti kita mencari untung semata, makanya pengen kedua belah pihak juga mendapatkan keuntungan dari kerja sama ini, kita berharap seperti itu,” lanjutnya.

Ia berharap kerjasama ini dapat menguntungkan kedua belah pihak, tidak hanya pihak Pemerintah Kota Sue Machi namun juga Pemkab Garut khususnya para tenaga kerja dari Indonesia dapat terbantu untuk mendapatkan pekerjaan di Kota Sue Machi.

“Kita juga selalu mendukung untuk nanti setelah pulang itu anak-anak itu bisa membangun Garut, membangun Indonesia supaya memang berkembang lagi di kemudian hari,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Garut, Muksin, menyoroti tantangan lapangan pekerjaan yang terbatas di Kabupaten Garut. Upaya peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan di BLK menjadi salah satu strategi untuk membantu para tenaga kerja mendapatkan pekerjaan, khususnya di luar negeri.

Baca Juga :  Polsek Bungursari Polres Purwakarta Rutin Lakukan Patroli KRYD Guna Mencegah Tindak Kriminal

Muksin mengungkapkan, jumlah lapangan pekerjaan di Kabupaten Garut sangat terbatas, dengan angka disparitas sekitar 2,3% antara lapangan kerja dengan angkatan kerja.”Nah angkatan kerja kita dari setiap tahun itu kita ada sekitar 60 ribu lulusan setara setingkat SLTA, nah itu semua tidak bisa terserap oleh tenaga kerja. 

Sampai dengan saat ini angka pengangguran kita itu di angka 7,3% atau sekitar 103 ribu orang,” katanya.Pihaknya, imbuh Muksin,  melakukan beberapa skema untuk membantu para tenaga kerja di Kabupaten Garut dalam mendapatkan pekerjaan khususnya di luar negeri, salah satunya yaitu melalui penyiapan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan adanya pelatihan di BLK.”

Di samping itu kita juga bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja swasta seperti itu yang tentunya yang kredibel kemudian sebagai SO yaitu Standar Organization yang sudah diakui oleh penerima kerja di Jepang,” tandasnya.

Setelah melakukan penandatangan kerjasama, pihak Pemerintah Kota Sue Machi Jepang melanjutkan kunjungannya ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Karsa Husada,  di Jalan Nusa Indah, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. (Deden Kurnia*).

Berita Terkait

Camat Cibalong Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Ancaman Longsor Mengintai Saat Cuaca Ekstrem
Tak Hanya Beri Dukungan Moril, Kapolres Garut Tawarkan Pekerjaan bagi Korban Kapal Virgo
Kemenkes Siapkan Investasi di Atas Rp100 Miliar untuk RSUD dr. Slamet Garut, Rotinsulu Dibidik Jadi RS Berkapasitas Besar
Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak
Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan
Detik-Detik Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Santolo, Tiga Nelayan Dilarikan ke Puskesmas
Tak Bedakan Agama, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Ibadah Umat Kristiani
Polres Garut Sita 75 Botol Miras, Kapolres AKBP Niko Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Camat Cibalong Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Ancaman Longsor Mengintai Saat Cuaca Ekstrem

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Hanya Beri Dukungan Moril, Kapolres Garut Tawarkan Pekerjaan bagi Korban Kapal Virgo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Kemenkes Siapkan Investasi di Atas Rp100 Miliar untuk RSUD dr. Slamet Garut, Rotinsulu Dibidik Jadi RS Berkapasitas Besar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!