Lapas Garut Tutup 2025 dengan Prestasi Gemilang: Efisiensi Anggaran, Ekspor ke Eropa, dan Status Lapas Bersinar - Kilas Garut News

Lapas Garut Tutup 2025 dengan Prestasi Gemilang: Efisiensi Anggaran, Ekspor ke Eropa, dan Status Lapas Bersinar

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 13 November 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut menutup tahun 2025 dengan sejumlah capaian membanggakan di berbagai bidang. Di bawah kepemimpinan Kalapas Rusdedy, Lapas ini berhasil menunjukkan kinerja unggul melalui tata kelola anggaran yang efisien, pembinaan warga binaan yang produktif, serta penguatan sistem keamanan dan layanan publik yang modern. Selasa (11/11/2025).

Sepanjang 2025, Lapas Garut mencatat realisasi anggaran sebesar Rp11,98 miliar dari total pagu Rp14,53 miliar, dengan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) mencapai 99,55 persen. Pencapaian tersebut menjadi bukti penerapan prinsip good governance dan implementasi nyata dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dalam mendukung reintegrasi sosial, Lapas Garut memberikan berbagai bentuk pembebasan dan remisi, termasuk remisi umum untuk 659 warga binaan, remisi keagamaan untuk 667 orang, serta pembebasan bersyarat bagi 230 warga binaan. Sebanyak 138 warga binaan juga dipindahkan ke lapas berkeamanan maksimum untuk mendapatkan pembinaan lanjutan.

Baca Juga :  Kusnali Kanwil Ditjenpas Jabar Dampingi Ismoyo Kepala Biro Karoren Kemenimipas Pantau Kinerja Lapas Garut

Di bidang pemberdayaan ekonomi, Lapas Garut berhasil menembus pasar internasional melalui program UMKM Coir Shade (serabut kelapa). Sepanjang 2025, sebanyak 200 warga binaan terlibat dalam 10 kali ekspor produk ke Eropa dengan total 8.500 pcs. Program produktif lain juga mencakup produksi roti, kopi, konveksi, batik tulis, hingga Café Integrasi yang menampilkan hasil karya warga binaan.

Selain itu, warga binaan turut mengembangkan budidaya ikan, ayam pedaging, domba, serta pertanian dan pupuk organik ramah lingkungan, sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.

Dalam aspek keamanan dan pelayanan, Lapas Garut menerapkan sistem OSINT dan CCTV 24 jam untuk deteksi dini gangguan kamtib. Selama tahun berjalan, dilakukan 67 razia rutin, 3 razia gabungan, serta tes urin bagi 225 warga binaan dan pegawai. Dari hasil razia, ratusan barang terlarang seperti ponsel dan kabel data dimusnahkan. Berkat komitmen itu, Lapas Garut kini berstatus Lapas Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Baca Juga :  Polsek Wanaraja Intensifkan Patroli, Balap Liar di Pangatikan Berhasil Digagalkan

Sementara dalam pembinaan kepribadian, terdapat Pesantren Taubatul Muzdhibin dengan 180 santri warga binaan, serta rehabilitasi sosial bagi 163 orang. Lapas juga melayani lebih dari 10.000 layanan kesehatan dan menyajikan lebih dari 655 ribu porsi makanan sehat sepanjang tahun.

Kalapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil kerja kolektif jajaran petugas, warga binaan, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra usaha.

“Kami ingin membangun harapan dari balik tembok. Lapas bukan tempat pembalasan, tetapi pusat transformasi sosial dan ekonomi. Warga binaan harus pulang dengan kemampuan, bukan kenangan buruk,” ujarnya.

Dengan berbagai inovasi dan keberhasilan tersebut, Lapas Garut kini menjadi salah satu model pemasyarakatan produktif dan berintegritas di bawah Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kemenimipas RI.

Berita Terkait

Bupati Garut Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN, Tekankan Pelayanan Publik dan Penguatan Karakter Generasi Muda
Dandim 0611/Garut Tegaskan Upacara Bendera Bukan Sekadar Rutinitas, Jadi Pengingat Pengabdian kepada Bangsa
Yudha Soroti Nasib Sepasang Lansia di Pakenjeng: Masuk Desil 1 Selama 13 Tahun Lumpuh, Bantuan Sembako Tak Kunjung Terealisasi
Garut Diperketat! Kapolres dan Dandim Pimpin KRYD, 4 Penjual Miras Diamankan
Cari Sisa Padi Usai Panen, Lansia 88 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Jagung Leles
Terbaring Kaku, Dua Warga Disabilitas Desa Situsaeur Karangpawitan Terpaksa Datang ke Kecamatan Demi KTP
Polres Garut Kini Punya SPKLU, Sinergi dengan PLN Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik
Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Satu Korban Laka Laut di Muara Kancil Cikelet
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 00:28 WIB

Bupati Garut Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN, Tekankan Pelayanan Publik dan Penguatan Karakter Generasi Muda

Selasa, 1 September 2026 - 00:21 WIB

Dandim 0611/Garut Tegaskan Upacara Bendera Bukan Sekadar Rutinitas, Jadi Pengingat Pengabdian kepada Bangsa

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Yudha Soroti Nasib Sepasang Lansia di Pakenjeng: Masuk Desil 1 Selama 13 Tahun Lumpuh, Bantuan Sembako Tak Kunjung Terealisasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Garut Diperketat! Kapolres dan Dandim Pimpin KRYD, 4 Penjual Miras Diamankan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Cari Sisa Padi Usai Panen, Lansia 88 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Jagung Leles

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!