"Keun Teu Ditengok Tapi Beasna Mah Aya" Ungkapan Empati Wabup Garut Saat Pimpin Apel Gabungan - Kilas Garut News

“Keun Teu Ditengok Tapi Beasna Mah Aya” Ungkapan Empati Wabup Garut Saat Pimpin Apel Gabungan

Avatar photo

- Reporter

Senin, 6 Februari 2023 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Garut, dr. Helmi Budiman mengajak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berempati kepada masyarakat, terlebih daerahnya kerap terjadi bencana, termasuk kejadian bencana belakangan ini.

Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan Apel Gabungan Terbatas di Lapang Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (6/2/2023).Wabup mengungkapkan, bencana gempa bumi yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Garut, dapat diambil hikmahnya untuk meningkatkan rasa empati kepada masyarakat khususnya para penyintas bencana.

“Bentuk perhatian kita, rasa empati kita kepada masyarakat, sehingga masyarakat tenang, karena kalau ditengok mungkin tidak satu persatu kita tengok, keun teu ditengok tapi beasna mah aya,” ungkapnya menerjemahkan makna empati.Wabup Garut juga mengingatkan para ASN sebagai pelayan masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan agar tetap memungkinkan melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam pelayanan terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Kasi Hukum Polres Garut Berikan Penyuluhan Kepada Kades dan BPD

“Karena kita adalah pelayan masyarakat, karena kita adalah orang-orang yang sudah bersumpah, sudah berjanji,” ujarnya di hadapan peserta apel.Helmi menjelaskan, pemerintah pusat sudah memberikan arahan kepada ASN melalui slogan “BerAKHLAK” yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmoni, royal, adaptif, dan kolaboratif, agar terus diterapkan oleh para ASN.

Baca Juga :  Kapolsek Tempuran Polres Karawang Lakukan Silaturahmi Kepada Kepala Desa Lemahkarya

“Agama mengajarkan kepada kita bahwa dasar daripada BerAKHLAK itu adalah hati yang selamat, rasa empati, rasa kanyaah, kadeudeuh yang harus ada di hati kita,” jelas Helmi.Helmi menyampaikan, bahwa BerAKHLAK juga berkaitan dengan keimanan, salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan melayani dan berbuat baik kepada tetangga, dengan melakukan pelayanan yang mampu menjamin kehidupan masyarakat.

“Jadi berAKHLAK itu akan hanya menjadi slogan ketika hati kita tidak berupaya bagaimana untuk menyelami, bagaimana untuk membersihkan bagaimana untuk menyimpan empati di dalam hati kita kepada masyarakat,” imbuhnya.

Berita Terkait

Usai Resmikan PLTMH Curug Rahong, KASAD Lanjutkan Kunjungan ke Banyuresmi dan Serahkan Donasi untuk Masjid
KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak Resmikan PLTMH Curug Rahong, Dorong Percepatan Infrastruktur Desa di Garut
78 Tahun Polwan Mengabdi, Polwan Polres Garut Perkuat Kepedulian Sosial dan Perlindungan Anak
Bupati Garut Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN, Tekankan Pelayanan Publik dan Penguatan Karakter Generasi Muda
Dandim 0611/Garut Tegaskan Upacara Bendera Bukan Sekadar Rutinitas, Jadi Pengingat Pengabdian kepada Bangsa
Yudha Soroti Nasib Sepasang Lansia di Pakenjeng: Masuk Desil 1 Selama 13 Tahun Lumpuh, Bantuan Sembako Tak Kunjung Terealisasi
Garut Diperketat! Kapolres dan Dandim Pimpin KRYD, 4 Penjual Miras Diamankan
Cari Sisa Padi Usai Panen, Lansia 88 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Jagung Leles
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:13 WIB

Usai Resmikan PLTMH Curug Rahong, KASAD Lanjutkan Kunjungan ke Banyuresmi dan Serahkan Donasi untuk Masjid

Jumat, 4 September 2026 - 21:07 WIB

KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak Resmikan PLTMH Curug Rahong, Dorong Percepatan Infrastruktur Desa di Garut

Selasa, 1 September 2026 - 00:28 WIB

Bupati Garut Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN, Tekankan Pelayanan Publik dan Penguatan Karakter Generasi Muda

Selasa, 1 September 2026 - 00:21 WIB

Dandim 0611/Garut Tegaskan Upacara Bendera Bukan Sekadar Rutinitas, Jadi Pengingat Pengabdian kepada Bangsa

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Yudha Soroti Nasib Sepasang Lansia di Pakenjeng: Masuk Desil 1 Selama 13 Tahun Lumpuh, Bantuan Sembako Tak Kunjung Terealisasi

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!