Kilas Garut News-Kabupaten Garut kembali mengalami musibah banjir,ada 13 Kecamatan yang terendam banjir, beruntung peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun tak sedikit rumah hilang, rusak berat dan ringan
Berkaitan dengan musibah banjir yang terjadi,legislator DPRD Garut Yudha Puja Turnawan sontak turun ke lokasi hingga beberapa titik wilayah banjir dikunjungi.
Menurutnya, benar Garut kembali terkena musibah banjir bahkan ada 13 Kecamatan terkena dampak banjir. Saya
Sebagai anggota DPRD Garut yang menjadi wakil rakyat,masyarakat Garut tentu memiliki tanggung jawab sosial”ungkap Yudha
” tanggung jawab kemanusiaan untuk menyapa warga yang terkena musibah. Karena keterbatasan kemampuan finansial saya dari sekian lokasi yang terkena musibah”
Oleh karena itu,saya mendahulukan mengunjungi kampung yang terdekat dulu diantaranya, kp.Dayeuhandap RW 03 Kelurahan Kotakulon. Karena di kampung ini banyak rumah yang rusak berat terkena luapan sungai cipeujeuh.
Ada satu yang saya kunjungi rumah emak Wati namanya. Rumah emak Wati rubuh karena luapan air…di tahun 2018 bersama warga saya sempat bergotong royong membangun rumah emak wati yang mengalami kebakaran di tahun itu. Kini emak wati harus tinggal sementara di mesjid jami al ikhlash di kampung dayeuhandap RW 03 Kelurahan Kota Kulon.
“Semalam warga berinisiatif bikin dapur umum. Karena banyaknya warga yang mengungsi,dan saya ikut bergotong royong dengan memberikan sembako”
Lanjut dikatakan Yudha, setelah itu,saya melanjutkan ke kampung Cimacan kelurahan Haurpanggung. Sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut saya mengerahkan tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Garut guna untuk membantu BPBD, Tagana, Kepolisian dan TNI dan Basarnas dalam evakuasi warga cimacan yang terjebak banjir di rumahnya yang alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar.”jelasnya
Memasuki sabtu pagi tanggal 16 juli 2022,masih kata Yudha, saya memutuskan bersama baguna keliling sambil memberikan bingkisan sembako ke beberapa posko dapur umum di kelurahan ciwalen,yang baru saya sambangi dapur umum di RW 09 RW 10 dan RW 01.Kemudian kembali ke kampung Cimacan membantu warga membersihkan rumah dan lingkungannya.
.Insya Allah besok minggu saya bersama baguna akan kembali keliling.
Alhamdulillah pemkab Garut sudah menetapkan Garut status tanggap darurat. Sehingga rumah rumah yang terkena banjir akan mendapatkan uang kerohiman dari pemkab diantaranya, rumah yang rusak berat dan hilang terbawa hanyut luapan sungai akan mendapatkan bantuan dari Biaya Tak Terduga ( BTT ) sumber APBD Garut Tahun Anggaran 2022″katanya
Yudha berharap, Semoga yang terkena musibah diberikan kekuatan dan kesabaran. Terutama emak yang sangat sepuh seperti emak wati yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang”pungkasnya.(Agus*).
KILASGARUTNEWS.id|Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Ega Mahesa Suardi, membuka kegiatan GEN Z…
KILASGARUTNEWS.id|Polres Garut menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolres Garut,…
KILASGARUTNEWS.id|Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Garut melalui Unit III Pidum yang tergabung dalam Tim Sancang…
KILASGARUTNEWS.id|Mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat selama libur panjang (long weekend), Polsek Cisurupan meningkatkan pengamanan di kawasan…
KILASGARUTNEWS.id|Pimpinan Cabang Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (PC SEPMI) Kabupaten Garut masa jihad 2025-2027 resmi dilantik…
KILASGARUTNEWS.id|Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan Baras, secara resmi membuka Sosialisasi Sertifikasi…