Categories: Redaksi Kilas

Ketika Warga Miskin Gigit Jari: Aep Diduga Desil 1 Mengaku Tak Pernah Tersentuh Bansos, Dinsos Garut Diminta Turun Tangan

KILASGARUTNEWS.id|Kisah pilu masih menghiasi wajah kemiskinan di Kabupaten Garut. Di tengah gencarnya pemerintah menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat miskin, seorang warga di Garut Selatan justru mengaku belum pernah sekalipun menerima bantuan dari pemerintah. Selasa (14/7/2026).

Adalah Aep (57), warga Kampung Lengkong RT 01 RW 08, Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Aep diduga masuk dalam kategori Desil 1 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah yang menjadi prioritas dalam berbagai program perlindungan sosial pemerintah.

Namun kenyataan yang dialaminya sangat memprihatinkan. Hingga saat ini, Aep mengaku belum pernah menikmati bantuan sosial apa pun, meski kondisi ekonomi keluarganya jauh dari kata sejahtera.

Dalam satu Kartu Keluarga (KK), Aep tinggal bersama istri dan dua orang anaknya yang masih menempuh pendidikan. Dengan berbagai keterbatasan ekonomi, keluarga tersebut harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa adanya bantuan sosial yang semestinya dapat meringankan beban mereka.

“Saya hanya berharap ada keadilan. Kami hidup serba kekurangan, anak-anak masih sekolah, tetapi sampai sekarang belum pernah menerima bantuan sosial sama sekali. Saya berharap pemerintah bisa melihat kondisi keluarga kami,” ujar Aep.

Tak hanya persoalan bansos, kondisi rumah yang ditempati keluarga Aep pun mengundang keprihatinan. Rumah sederhana berdinding bilik bambu yang sudah mulai lapuk menjadi tempat tinggal empat anggota keluarga tersebut. Saat musim hujan dan angin kencang datang, mereka harus hidup dalam kekhawatiran karena kondisi bangunan yang tidak lagi layak huni.

Padahal, masyarakat yang berada pada Desil 1 merupakan kelompok prioritas dalam berbagai program perlindungan sosial pemerintah. Meski demikian, penetapan penerima manfaat tetap bergantung pada hasil verifikasi, validasi data, serta persyaratan masing-masing program bantuan.

Kondisi yang dialami Aep menjadi potret yang patut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Garut, pemerintah kecamatan, serta Pemerintah Desa Sagara. Verifikasi lapangan perlu segera dilakukan untuk memastikan kesesuaian data sosial ekonomi keluarga tersebut sekaligus menelusuri penyebab belum tersalurkannya bantuan apabila keluarga tersebut memang memenuhi syarat sebagai penerima manfaat.

Selain bantuan sosial, kondisi rumah Aep juga dinilai layak menjadi perhatian melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun program bantuan perumahan lainnya, sehingga keluarga tersebut dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa masih terdapat masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan membutuhkan perhatian nyata dari pemerintah. Program perlindungan sosial harus benar-benar tepat sasaran agar tidak ada lagi warga miskin yang merasa terabaikan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera mengambil langkah cepat dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi, memperbarui data apabila diperlukan, serta memastikan setiap warga yang memenuhi kriteria dapat memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

Sudah saatnya keadilan sosial benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil. Jangan sampai warga yang hidup dalam keterbatasan, bahkan diduga masuk kategori Desil 1, terus luput dari perhatian di tengah besarnya anggaran perlindungan sosial yang disiapkan negara.

(Dea)

Kilas Garut News

Recent Posts

Dua Disabilitas di Karangpawitan Akhirnya Dapat Sembako, Dinsos Garut Respons Laporan LKS Al Usman

KILASGARUTNEWS.id|Setelah sekian lama menunggu perhatian dan belum mendapatkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial, dua warga…

1 hari ago

Rapat Tahunan HPSI Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka Pusat DPC Garut, Perkuat Konsolidasi dan Persaudaraan

KILASGARUTNEWS.id|Menjadi momentum penting bagi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Garut Himpunan Pencak Silat Indonesia (HPSI)…

1 hari ago

Garut Diperketat! Kapolres dan Dandim Pimpin KRYD, 4 Penjual Miras Diamankan

KILASGARUTNEWS.id|Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra,…

1 hari ago

Polisi Menyamar Jadi Pembeli, Transaksi COD Miras di Tarogong Kidul Berujung Penangkapan

KILASGARUTNEWS.id|Satuan Reserse Narkoba Polres Garut mengamankan seorang pria berinisial KCS (40), warga Kecamatan Tarogong Kidul,…

1 hari ago

Cari Sisa Padi Usai Panen, Lansia 88 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Jagung Leles

KILASGARUTNEWS.id|Warga di Kampung Cipatat RT 01 RW 11, Desa Leles, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, dikejutkan…

1 hari ago

Terbaring Kaku, Dua Warga Disabilitas Desa Situsaeur Karangpawitan Terpaksa Datang ke Kecamatan Demi KTP

KILASGARUTNEWS.id|Di tengah upaya pemerintah menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan secara jemput bola, dua warga penyandang disabilitas…

3 hari ago