KILASGARUTNEWS.id|Kepala Bidang Pemberdayaan sosial (Dinsos) Kabupaten Garut. Galih Mawariz Suryana SE S.Ip nampak berada di Rumah sakit umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut,memberikan pendampingan untuk pengobatan salah seorang warga desa Putra Jawa, kecamatan Selaawi Garut,penderita yang diduga penyakit tumor.
Penderita dugaan penyakit tumor diketahui seorang janda lanjut usia (lansia) yang kurang mampu (dhuafa) warga asal kampung Cikakak,desa Putrajawa,kecamatan Selaawi,Garut.
Diketahui setelah dinsos Garut terima laporan dari TKSK Kecamatan Selaawi. Melalui Lapad Ruhama dan melaporkan kondisi salah satu warga penderita tersebut ( Emak Entik) dengan segala kondisinya. Kemudian sontak melakukan pendampingan untuk memperoleh pengobatan yang maksimal.
Demikian ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan sosial,Galih Mawariz Suryana SE S.Ip yang mewakili Kadinsos Kabupaten Garut.
“Ia melakukan pendampingan dari mulai penjemputan. Hingga mendapatkan pelayanan pengobatan yang cukup baik dari pihak RSUD dr. Slamet Garut.”katanya.
Namun, karena kondisi penyakit yang diderita Emak Entik ini cukup serius dan perlu dilakukan penanganan oleh dokter ahli dan juga alat penunjang yang betul-betul. Terpaksa pihak RSUD dr.Slamet Garut merujuk Mak Entik ke salah satu RS di Bandung.
“ Alhamdulillah barusan pasien ini sudah mendapat tindakan pelayanan di poli bedah RSUD dr Slamet, namun saat ini harus dirujuk ke Rumah Sakit Al Ikhsan Bandung,” ujar Gali. Saat ditemui awak media di Area RSUD dr Slamet Garut. Kamis (22/6/2023) siang.
Kata dia, pasien yang saat ini mendapat pendampingan dari Dinas Sosial melalui Layanan Terpadu Rumah Harapan Masyarakat (Lapad Ruhama) saat ini. Diketahui merupakan salah seorang janda (dhuafa) yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“ Insyaallah, kita melalui Lapad Ruhama ini akan melakukan pendampingan terus hingga ke Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung, dan Alhamdulillah melalui program Dinas sosial tentunya kita akan tangani sampai tuntas,” katanya.
Ditempat yang sama, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Slamet Garut, Willy Indrawillis menyampaikan pasien yang saat ini dibawa ke RSUD dr Slamet Garut sudah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Dokter Bedah RSUD dr Slamet.
“ Karena pasien ini kemungkinan menderita tumor dan harus diobati dan diterapi oleh dokter Ahlinya. Jadi ada Dokter Bedah Onkologi, dan juga kemungkinan untuk pasien ini harus di Rekonstruksi. Misalnya dioperasi Bedah Onkologi, nanti karena wajah itu kan, harus diperbaiki juga. Oleh Bedah plastik, nah di rumah sakit kami Dokter-dokter tersebut belum ada. Makanya kami merujuknya ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis tersebut,” jelasnya .
Lanjut disampaikan, Wadir pelayanan lantaran pasien tersebut tidak memiliki BPJS kesehatan pihaknya merujuk ke Rumah Sakit milik pemerintah Provinsi Jawa Barat yang ada di Bandung.
“ Mengingat pasien ini tidak memiliki BPJS dan karena dari provinsi memiliki Anggaran atau Dana khusus untuk Masyarakat miskin. Makanya kita rujuk ke Rumah Sakit milik pemerintah Provinsi Jawa Barat, baik ke RSUD Al-Ihsan atau RSHS,” tandasnya.
Mendengar informasi tersebut, Pipin Arifin (24). Salah seorang anak tunggal Mak Entik yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang Cimin keliling (jajanan anak-anak yang bahan bakunya dari Aci) terus menerus meneteskan air matanya.
Ia mengaku ,saya sangat berterimakasih kepada Pemerintah melalui Dinas Kesehatan yang telah memfasilitasi dan memberikan pendampingan untuk memperoleh pengobatan gratis.
“ Alhamdulillah pak nuhun (terimakasih), sembari menangis,” kilahnya.(Agus*).











