Salarea Foundation Gelar Pelatihan Teknik Semai dan Budidaya Manggot - Kilas Garut News

Salarea Foundation Gelar Pelatihan Teknik Semai dan Budidaya Manggot

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 22 Juli 2022 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilas Garut News-Sebanyak 80 orang peserta terdiri dari Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL), petani dan juga pelajar serta mahasiswa mengikuti kegiatan pelatihan teknik semai dan budidaya maggot, yang digagas oleh Salarea Foundation, dilaksanakan selama dua hari mulai hari Kamis 21 Juli 2022 hingga hari Jum’at 22 Juli 2022.

Ketua Salarea Foundation, Dadan Muhammad Ramdan, menjelaskan, tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah tindaklanjut dari kegiatan sebelumnya bersama Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dalam rangka mengembangkan rumah semai yang diberi nama Rumah Semati Salarea.

“Di mana ke depan Rumah Semai Salarea ini akan menjadi pusat konservasi bibit-bibit untuk kebutuhan vegetasi lingkungan, sama penanaman tanaman di lahan-lahan krisis, lahan-lahan kosong, dan lahan-lahan yang tutupan tegakannya kurang,” ujar Dadan seusai acara, di Rumah Semai Salarea, Jalan Raya Bandrek-Cibatu, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Kamis (21/7/2022).

Selain itu, nantinya juga Rumah Semai Salarea ini diharapkan bisa menjadi pusat pembibitan untuk mendukung program ketahanan pangan di masyarakat.

“Di mana kita menyemai kopi, membudidayakan talas, kita membudidayakan alpukat, terus tanama-tanaman komunitas yang komersillah seperti shorgum, cabe juga, seperti yang ada dipanggung tadi kan ada beberapa sempel-sempel yang kita kembangkan sampai kita juga mengembangkan anggur sama stroberi nanti kedepannya,” ucapnya.

Baca Juga :  Polres Garut Ungkap Tindak Pidana dan Pelanggaran Penyakit Masyarakat

Pihaknya sengaja menggelar pelatihan budidaya maggot, karena maggot tersebut bisa menjadi salah satu opsi dalam mengarasi permasalahan sampah, khususnya sampah organik atau sampah basah.

“Maggot itu bisa menjadi pakan, maggotnya bisa dibikin tepung maggot sebagai substitusi pelet tepung ikan, konsentrasi maggot itu sekitar 50% proteinnya sementara tepung ikan 65%, jadi nggak jauh-jauh beda lah, jadi bisa dijadikan substitusi untuk pakan pelet yang mahal, nah dengan mengembangkan maggot itu keuntungannya sampah basah (atau) sampah organiknya bisa terserap,” kata Dadan.

Ia berharap melalui beberapa kegiatan yang telah dilakukan bersama stakeholder lainnya ini, ada suatu perbaikan terhadap sisi lingkungan, dan peningkatan dari sisi ketahanan pangan.

Sementara itu, Sekretaris Camat (Sekmat) Cibatu, Tina, menyambut baik kegiatan ini, dan ia berharap melalui kegiatan pelatihan ini bisa memperbaiki atau menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di Kecamatan Cibatu, mulai dari permasalahan sampah, ketahanan pangan, dan lingkungan.

“Masalah sampah memang sangat mengganggu, terutama untuk misalnya untuk menciptakan desa wisata ya, desa wisata itukan harus di tunjang dengan kenyamanan, kenyamanan warga masyarakatnya, lingkungan yang harus mendukung untuk suksesnya suatu desa wisata,” ungkap Tina.

Baca Juga :  Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia Pemkab Garut kukuhkan Paskibraka tingkat Kabupaten Garut Tahun 2025 ‎

Ia juga berharap melalui kegiatan ini, ke depan Salarea Foundation bisa menularkan ilmunya kepada seluruh warga, sehingga khususnya permasalahan sampah ini bisa ditanggulangi secara bersama-sama.

Di tempat yang sama, Perwakilan dari Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Nenden, menuturkan pihaknya bersama dengan Salarea Foundation sudah hampir 2 tahun melakukan pemberdayaan masyarakat kepada warga di Kecamatan Cibatu ini, salah satunya yakni terkait dengan bank sampah.

Ia memaparkan kegiatan ini juga merupakan langkah untuk mengoptimaliasi bank sampah, yang awalnya dilakukan pengelolaan sampah plastik, dan kini dilanjutkan dengan pengolahaan sampah organik melalui pelatihan budidaya maggot tadi.

“Ya harapannya ini kami melakukan kerjasama dengan Salarea bukan satu sampai dua kali ini, ini sudah sering melakukan kerjasama dengan Salarea, harapan kita kita malakukan pemberdayaan masyarakat di sini biar masyarakat lebih mandiri secara ekonomi, serta dapat menjaga lingkungan sekitarnya gitu,” tandasnya.(Deden Kurnia*).

Berita Terkait

Dandim 0611/Garut Pastikan Sumur Bor Sukaeurih Jadi Solusi Krisis Air Bersih Saat Kemarau
Tiga Hari Semarak HUT ke-81 RI di Cidadap Ditutup dengan Pengajian Akbar
Cegah Kejahatan Berbasis AI, Polres Garut Terjunkan 10 Trainer ke Sekolah
Dandim 0611/Garut Kawal Aksi Spektakuler, 1.000 Meter Merah Putih Membentang di Kawah Papandayan
Falah Ramdani Resmi Dilantik Jadi Kades Cimanganten, Bupati Garut Tekankan Amanah dan Pelayanan Publik
Stand UMKM Kodim 0611/Garut Jadi Sorotan di Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026
Dandim 0611/Garut Didampingi Ibu Ketua Persit Hadiri Gelar Senja dan Penurunan Duplikat Bendera Pusaka Peringatan HUT RI ke-81
Dandim 0611/Garut Hadiri Pemberian Remisi, 503 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Pengurangan Masa Tahanan
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Dandim 0611/Garut Pastikan Sumur Bor Sukaeurih Jadi Solusi Krisis Air Bersih Saat Kemarau

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Tiga Hari Semarak HUT ke-81 RI di Cidadap Ditutup dengan Pengajian Akbar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Cegah Kejahatan Berbasis AI, Polres Garut Terjunkan 10 Trainer ke Sekolah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Dandim 0611/Garut Kawal Aksi Spektakuler, 1.000 Meter Merah Putih Membentang di Kawah Papandayan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Falah Ramdani Resmi Dilantik Jadi Kades Cimanganten, Bupati Garut Tekankan Amanah dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!