Kilas Garut News-Anggota Polsek Karangpawitan Polres Garut Aipda Andi dan Bripka Cecep, Sambangi Peternak. Antisipasi Penyakit Mulut Dan Kuku ( PMK ),” Pendataan dan Himbauan Kapada Peternak , di Wilayah Hukum, Polsek Karangpawitan. Polres Garut,” Senin (15/08/2022 ).
Peternak di Kp karangsari , Desa Karangsari. Kecamatan Karangpawitan. Kabupaten Garut. Telah dilaksanakan. kegiatan Pendataan dan Himbauan .Kepada Peternak. Hewan Sapi, kerbau, kuda, domba, kambing dalam Rangka mengantisipasi Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kegiatan sesuai. Himbauan Dinas Ketahanan Pangan , dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.
Untuk mengantisipasi. penyebaran Penyakit. Mulut dan Kuku (PMK), pada Ternak perlu dilakukan pencegahan, penularan yg lebih luas, mengingat penyebaran penyakit PMK, sangat cepat
Himbauan kepada peternak , dapat menunda,
Kontes ternak. Seni ketangkasan, pengadaan ternak. serta kegiatan lainnya , yang berisiko, dapat Meningkatkan PMK
Plh Kapolsek karangpawitan, Akp ,H. Budi Jakaria.Mengatakan di wilayah Hukum Karangpawitan , sudah di berikan himbauan kepada Peternak, untuk menjaga hewan peliharaannya, agar terhindar, dari Penyakit
PMK , Serta Penyemprotan disinfektan, secara rutin”Pungkasnya.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Deden Kurnia*).











