Tudingan Bantuan Korban Kapal Tenggelam Dikorupsi Viral di TikTok, Kades: Dana Belum Cair - Kilas Garut News

Tudingan Bantuan Korban Kapal Tenggelam Dikorupsi Viral di TikTok, Kades: Dana Belum Cair

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 29 September 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Bantuan bagi korban kapal tenggelam yang bersumber dari Pemerintah Daerah (Pemda) Garut menjadi sorotan setelah sebuah video yang beredar di media sosial TikTok menyebut bantuan tersebut belum diterima para korban.

Video tersebut kemudian viral dan memancing beragam komentar dari warganet. Bahkan, muncul tudingan di kolom komentar yang mengarah kepada dugaan adanya penyalahgunaan atau pemotongan bantuan oleh pihak desa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Agus Mulyadi, angkat bicara. Ia membantah tudingan bahwa bantuan tersebut dikorupsi atau ditahan oleh pemerintah desa.

Agus menyampaikan penjelasan tersebut saat ditemui awak media Kilas Garut News di Kantor Desa Situsaeur, Selasa (29/9/2026).

Agus menjelaskan, bantuan dari Pemda Garut memang hingga kini belum dicairkan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut bukan berarti bantuan ditahan ataupun diselewengkan oleh pemerintah desa.

“Itu tidak benar kalau dibilang dikorupsi oleh desa. Dana memang belum cair, bukan kami tahan. Perlu menunggu tahapan proses pencairan,” ujar Agus.

Ia menerangkan, bantuan tersebut tidak berupa dana tunai yang langsung ditransfer ke pemerintah desa. Pencairannya melalui sejumlah tahapan administrasi dan verifikasi oleh instansi terkait.

Baca Juga :  Bupati Garut Kukuhkan Kepengurusan PPI, Tekankan Pensiunan Tetap Produktif

“Prosesnya itu dari BPBD atau Dinas Sosial Garut, verifikasi data korban, lalu ke BPKAD untuk pencairan. Desa hanya mengusulkan data korban, tidak memegang uangnya sama sekali. Jadi tidak mungkin kami korupsi,” tegasnya.

Menurut Agus, pemerintah desa hanya menjalankan fungsi pengusulan dan pendataan warga yang menjadi korban. Sementara proses pencairan berada pada mekanisme pemerintah daerah melalui instansi terkait.

Agus juga menjelaskan bahwa para korban kapal tenggelam sebelumnya telah menerima bantuan dari sejumlah pihak.

Di antaranya bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Polres Garut, serta BAZNAS Kabupaten Garut yang disalurkan dan diterima langsung oleh para korban.

Ia juga meluruskan mengenai bantuan sebesar Rp5 juta yang diterima korban. Menurutnya, bantuan tersebut bukan berasal dari perusahaan, melainkan bantuan dari Gubernur Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, sejauh ini korban kapal tenggelam sudah menerima bantuan, mulai dari Gubernur Jawa Barat, Polres Garut, BAZNAS Kabupaten Garut yang langsung diterima korban. Termasuk bantuan Rp5 juta yang juga langsung diterima korban, dan itu bukan dari PT, tetapi dari Gubernur Kalimantan Selatan,” jelas Agus.

Agus mengaku pihak desa juga berharap bantuan dari Pemda Garut dapat segera dicairkan sehingga bisa diterima para korban.

Baca Juga :  Bupati Garut Menghadiri Acara Lepas Sambut Dandim 0611/Garut

Ia meminta masyarakat tidak mudah mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

“Kami juga ingin cepat cair. Bantuan dari Pemda kami tunggu dan kami berharap masyarakat jangan mudah terprovokasi isu di TikTok. Kalau ada yang tidak jelas, silakan tanya langsung ke desa. Pintu kami terbuka,” katanya.

Agus juga menyampaikan imbauan kepada para korban agar tetap bersabar selama proses administrasi dan pencairan bantuan berlangsung.

Ia sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada warga Desa Situsaeur yang terdampak musibah kapal tenggelam.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, Polres Garut, Pemda Garut, serta BAZNAS Garut yang telah membantu warga kami. Kepada para korban, kami mohon tetap bersabar,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Garut melalui dinas terkait belum memberikan keterangan mengenai penyebab belum cairnya bantuan tersebut hingga berita ini diterbitkan.

Kilas Garut News masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai tahapan, mekanisme, serta kendala pencairan bantuan bagi para korban.

(Wan)

Berita Terkait

Pelayanan Adminduk Garut Bersinar, Tiga Penghargaan Tingkat Jawa Barat Berhasil Diraih
Toreh Prestasi hingga Sikat Peredaran Obat Keras, 30 Personel Polres Garut Terima Penghargaan
Tikungan Rawan di Dayeuhmanggung Kini Lebih Aman, Polsek Cilawu Pasang “Mata” untuk Pengendara
Letkol Inf Hari Mughni Nagara, S.E., M.H.I Salurkan Santunan untuk Masjid di Desa Simpang
Takut Dibegal Saat Pulang, Warga Hubungi Layanan 110, Polsek Cilawu Berikan Pengawalan
Dari Jalan Raya ke Tengah Warga, Satlantas Polres Garut Tebar Kepedulian di HUT Lantas ke-71
BPJS PBI Garut Masih Digodok, Dinsos Pastikan Warga yang Butuh Tetap Difasilitasi
HPSI Gadjah Putih Berduka, Hj. Komariah Sosok Keluarga Pendiri Telah Tiada
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:45 WIB

Tudingan Bantuan Korban Kapal Tenggelam Dikorupsi Viral di TikTok, Kades: Dana Belum Cair

Selasa, 29 September 2026 - 12:35 WIB

Pelayanan Adminduk Garut Bersinar, Tiga Penghargaan Tingkat Jawa Barat Berhasil Diraih

Selasa, 29 September 2026 - 12:13 WIB

Toreh Prestasi hingga Sikat Peredaran Obat Keras, 30 Personel Polres Garut Terima Penghargaan

Jumat, 25 September 2026 - 14:53 WIB

Tikungan Rawan di Dayeuhmanggung Kini Lebih Aman, Polsek Cilawu Pasang “Mata” untuk Pengendara

Kamis, 24 September 2026 - 12:56 WIB

Letkol Inf Hari Mughni Nagara, S.E., M.H.I Salurkan Santunan untuk Masjid di Desa Simpang

Berita Terbaru

Kriminal

Fantastis 76.321 Butir Obat Keras Digulung Polsek Bayongbong

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:18 WIB

 

ALERT : Content Is Protected !!