KILASGARUTNEWS.id|Aksi nyata pelayanan publik kembali ditunjukkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut. Melalui program unggulan PAJERO (Pelayanan Adminduk Jemput ka Rorompok), Disdukcapil Garut menggandeng Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al Usman Sucinaraja dalam misi kemanusiaan membantu warga penyandang disabilitas mendapatkan hak identitas kependudukan. Senin (30/3/2026).
Kali ini, kolaborasi tersebut menyasar seorang penyandang disabilitas mental bernama Resa (25), warga Kampung Panyeredan, Desa Sukaratu, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat Berkat laporan cepat dari LKSA Al Usman, petugas Disdukcapil Garut langsung bergerak tanpa menunggu lama untuk melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el) di lokasi.
Ketua LKSA Al Usman Sucinaraja, Deden Kurnia, mengapresiasi langkah cepat dan responsif dari Disdukcapil Garut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Kami sangat mengapresiasi gerak cepat Disdukcapil Garut. Ini bukti nyata bahwa negara hadir untuk masyarakat, termasuk bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.
Sementara itu, rasa haru dan syukur disampaikan oleh Holid, ayah dari Resa, yang selama ini mengharapkan anaknya dapat memiliki identitas resmi sebagai warga negara.
“Terima kasih kepada Disdukcapil Garut dan LKSA Al Usman yang sudah datang langsung membantu anak kami. Ini sangat berarti bagi kami sekeluarga,” ungkapnya.
Dikenal aktif dalam kegiatan sosial, LKSA Al Usman Sucinaraja selama ini terus menggelorakan aksi kemanusiaan, mulai dari pendampingan anak yatim, lansia, hingga penyandang disabilitas. Sinergi dengan Disdukcapil Garut menjadi langkah konkret dalam memastikan setiap warga negara mendapatkan hak administratifnya.
Dengan penuh ramah dan senyum, petugas Disdukcapil Garut langsung melakukan proses perekaman KTP-el di tempat, mulai dari pengambilan foto, perekaman iris mata, hingga sidik jari Resa. Pelayanan jemput bola ini menjadi bukti komitmen pemerintah kabupaten Garut dalam memberikan layanan yang inklusif, tanpa diskriminasi.
Program PAJERO pun terus menjadi andalan Disdukcapil Garut dalam menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, memastikan tidak ada satu pun warga masyarakat kabupaten Garut yang tertinggal dalam memperoleh identitas resmi.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pelayanan, tetapi juga harapan—bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk diakui secara administratif sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(dk)












