Dilema Bantuan Provinsi Jabar: Lahan Hutan Kota dan Rawan Bencana, Wabup Garut Minta Lokasi SLB Dievaluasi Total - Kilas Garut News

Dilema Bantuan Provinsi Jabar: Lahan Hutan Kota dan Rawan Bencana, Wabup Garut Minta Lokasi SLB Dievaluasi Total

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Luar Biasa (SLB) C Yayasan Karya Bhakti yang berlokasi di Jalan RSU, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (26/2/2026).

Kunjungan ini dilakukan guna menindaklanjuti rencana pemberian bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di sekolah tersebut. Namun, realisasi bantuan ini memerlukan verifikasi mendalam mengingat adanya isu peruntukan lahan sebagai hutan kota serta status kerawanan bencana di lokasi tersebut.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung adanya bantuan infrastruktur pendidikan, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, keselamatan siswa menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

“Saya coba crosschek kalau kegiatannya memang gak ada, kan kenapa kita menghalangi. Cuman ada satu pertimbangan dari BPBD masalah rawan bencana,” ungkapnya.

Baca Juga :  H Alan Partimbang Penuhi Undangan Pasanggiri Pencak Silat di Selaawi

Meski demikian, Putri menyoroti catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengenai status lokasi yang dinilai rawan bencana. Hal ini menjadi pertimbangan krusial karena rencana pembangunan yang diajukan adalah gedung baru, bukan sekadar renovasi ringan.

“Makanya saya tadi tawarkan, udah atuh cari lokasi lain, yang memang ydah ada gedungnya. Jangan yang kosongan dan kebetulan ada mau kita survey lagi karena ini kan kemanusiaan, ini bukan sekolah biasa,” lanjut Putri.

Sebagai solusi alternatif, jika hasil kajian BPBD menyatakan lokasi tersebut terlalu berisiko, Putri menawarkan opsi relokasi ke tempat lain yang sudah memiliki bangunan existing milik pemerintah, sehingga lebih aman dan layak.

“Kalau misalnya bencana kan tadi kita berbicara nyawa manusia, apalagi anak-anak. Takutnya lagi begini ada apa-apa kan gak boleh,” katanya.

Baca Juga :  Sekda Garut : 73 Unit Rumah Relokasi Bagi Penyintas Bencana Longsor Desa Karyamekar Siap Ditempati

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB-C Yayasan Karya Bhakti, Tintin Nurnaeni, menjelaskan bahwa bantuan yang diajukan memang diperuntukkan bagi pembangunan kelas baru di lahan kosong milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang berada di lingkungan sekolah.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Harian Yayasan Karya Bhakti, Sidi Pramono, mengonfirmasi status kepemilikan lahan dan sejarah sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1975 dengan status bangunan milik Pemerintah Kabupaten Garut.

“Tahun 75 berdirinya, tapi kan dulu pindah-pindah, yang terakhir ini mulai disini tahun 1991. Baru sekali terkena banjir bandang tahun 2016, parah terendam sampai 3 meter, dokumen ancur semua,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Garut akan segera berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait untuk memutuskan kelayakan lokasi pembangunan demi menjamin keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar di SLB-C Karya Bhakti.

(dk)

Berita Terkait

Bupati Garut Bidik Transformasi Smart Hospital, Masterpland RSUD dr. Slamet Disiapkan
Reses Yudha Puja Turnawan Tak Sekedar Serap Aspirasi, BPJS Gratis Warga Miskin Jadi Sorotan
Kericuhan Liga KOD Cup U-23 Memanas di Medsos, Polisi Tegaskan Tak Ada Korban Tewas
Roadshow Kuliner Viral Indonesia Hadir di Garut, Ratusan Tenant Ramaikan CipLaz
Sumur Bor Rp 200 Juta dan Pipanisasi Rp 170 Juta Dipertanyakan, Warga Sindangsari Cibalong Masih Krisis Air Bersih
Rambu Sudah Terpampang, Pelanggaran Masih Terjadi: Warga Soroti Pengendara Lawan Arus di Jalan Siliwangi Garut
Bakti Persada 92, TNI Bangun Sumur Bor untuk 80 KK di Cisewu Garut
HUT ke-81 TNI, Kapolres Garut Sambangi Makorem 062/TN: Sinergitas Makin Erat
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Bupati Garut Bidik Transformasi Smart Hospital, Masterpland RSUD dr. Slamet Disiapkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Reses Yudha Puja Turnawan Tak Sekedar Serap Aspirasi, BPJS Gratis Warga Miskin Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Kericuhan Liga KOD Cup U-23 Memanas di Medsos, Polisi Tegaskan Tak Ada Korban Tewas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Roadshow Kuliner Viral Indonesia Hadir di Garut, Ratusan Tenant Ramaikan CipLaz

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Sumur Bor Rp 200 Juta dan Pipanisasi Rp 170 Juta Dipertanyakan, Warga Sindangsari Cibalong Masih Krisis Air Bersih

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!