KILASGARUTNEWS.id|Seluruh (lurah)/jajaran kelurahan, UPT, Forkopimcam, Anggota DPRD Garut dan jajaran peserta undangan lainnya, instansi struktural tingkat wilayah kerja lingkungan Kecamatan Garut kota mengikuti acara Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun 2025 yang berlangsung di aula kantor Kecamatan Garut kota, jalan Pramuka, Garut, Jawa Barat.
Musrenbang yang digelar mengusung Tema “Pemerataan Pembangunan Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas kehidupan Masyarakat”.
Camat Garut Kota, Rena Sudrajat dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir pada kesempatan Musrenbang tahun 2025 ini. Ia juga sempat menyampaikan permohonan maaf atas tidak hadirnya bapak Pj Bupati Garut, karena beliau tidak bisa hadir karena ada kegiatan atau hall lainnya, yang mungkin tidak bisa ditinggalkan,”tuturnya. Senin (26/2/2024).
“Alhamdulillah kita ini bisa berkumpul hadir untuk melaksanakan Musrenbang dalam satu kegiatan tahapan perencanaan pembangunan yang rutin dalam setiap tahun ,dan dari mulai bulan Januari kita juga sudah melaksanakan Musrenbang pada tahapan – tahapan di tingkat kelurahan-kecamatan hingga nanti ke tingkat kabupaten,”ucap Rena.
Camat Rena menyebutkan, Musrenbang kecamatan adalah merupakan satu implementasi ataupun juga amanah dari undang undang nomor 25 tahun 2004,tentang sistem perencanaan pembangunan nasional bahwasannya,pelaksanaan Musrenbang itu di mulai bulan Januari dari kelurahan -kecamatan sampai ke kabupaten yang memang jadwal sudah ditentukan oleh pemerintah daerah kabupaten Garut,”sebutnya.
Sementara itu,Yudha Puja Turnawan salah satu Anggota Komisi 4 DPRD Garut sekaligus Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI – Perjuangan) kabupaten Garut turut menyampaikan, pertama saya selaku anggota DPRD Garut. Menjadi salah satu bagian memberikan arahan sambutan dalam Musrenbang RKPD tingkat kecamatan Garut kota di bulan Februari tahun 2024 ini.
“Ini tentu saya juga menunaikan tugas terakhir sebagai wakil rakyat wakil disini,karena di pileg 2024 saya mencalonkan di dapil 1 Tarogong yah.” Nah dalam kesempatan Musrenbang ini tentu, pertama selaku Anggota Dewan karena melihat kemandirian fiscal kita sangat terbatas, yaitu kita hanya 11% ya hadir dalam unsur pemerintah kelurahan, LPM, maupun dari Tim penggerak PKK, juga Forum RW itu bisa benar-benar memastikan apa yang menjadi prioritas Pembangunan Musrenbang di RKPD tingkat Kecamatan Garut kota ini menunjukan keberpihakan kepada masyarakat” ujar Yudha.
Nah kita melihat tentang ini agak sedikit prihatin juga, karena dari usulan yang ada dari 421 desa/kelurahan se kabupaten Garut itu peringkat pertama adalah tembok penahan tanah (TPT), dan ini tentu tidak ada kaitannya dengan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat . Apalagi Garut kota, yang memang harapan kita usulan usulan tersebut lebih berpihak masyarakat.
“Harapan Kita memang usulan-usulan tersebut itu lebih berpihak kepada masyarakat , satu contoh seperti begini, pembangunan komunal itu menjadi penting karena banyak wilayah di kecamatan dan kota ini yang belum ada spliteng komunal, warganya belum memiliki spliteng seperti itu. Itu salah satu contoh. Karena kaitannya di kabupaten Garut ini sanitasi wilayah yang dikategorikan sanitasi layak adalah baru 67 %,jadi masih banyak wilayah yang belum dikategorikan sanitasi layak juga”tambah Yudha.
Dan kemudian juga akses air bersih baru 88%, nah tentu harapan kita Musrenbang ini bank ini bisa fokus dalam konten peningkatan kualitas kehidupan masyarakat adalah fokus seperti di atas air bersih, kemudian di peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, juga kualitas peningkatan kualitas lingkungan hidup sendiri, karena kita ketahui Garut kota ini padat, pemukimannya sangat banyak, bahkan kelurahan kota kulon saja jumlah penduduk nya hampir sama dengan Kecamatan Mekarmukti dan Cihurip dengan wilayah yang sangat kecil melihat penduduknya sangat padat tentu sanitasi lain menjadi urgen,”pungkasnya (Agus*).












