KILASGARUTNEWS.id|KKN ITG kelompok 17 telah melaksanakan kegiatan Seminar Literasi Digital dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di MA Al-Musthofa yang bertemakan “Literasi Digital” dengan target untuk membentuk kerangka berpikir kaum milenial agar lebih produktif dan positif dalam penggunaan Digital, khususnya buat masyarakat sekitar Desa Sukasenang.
Dalam rangka memberdayakan masyarakat Desa Sukasenang, Institut Teknologi Garut telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam melaksanakan program kerja seminar literasi digital. Seminar ini merupakan bagian dari program kerja KKN kelompok kami yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat dalam menghadapi era digital yang semakin berkembang. Sabtu (19/8/2023).
Maka dari itu, Mahasiswa KKN Kelompok 17 Institut Teknologi Garut (ITG) yang berperan sebagai agent of change di dalam Masyarakat membawakan tema “Menuju Desa Cakap Digital Melalui Literasi Digital Untuk Desa Sukasenang
Seminar ini dihadiri oleh kepala MA Al-Musthofa, Kepala Desa Sukasenang, para kader posyandu serta semua elemen masyarakat Desa Sukasenang. Nasir sebagai ketua pelaksana dalam seminar ini menyebutkan bahwa “Kegiatan Seminar Literasi Digital ini merupakan bentuk kontribusi nyata KKN ITG dalam mengikuti perkembangan Ilmu dan Pengetahuan Teknologi (IPTEK) di tengah era digital yang terus berkembang pesat”, literasi digital menjadikan pondasi penting untuk mengambil peran secara aktif dalam masyarakat.
Ibu Leni Fitriani.S.T.,M.Kom sebagai pemateri dalam kegiatan seminar ini menyampaikan bahwa di era digital saat ini dunia telah mengalami transformasi signifikan, dimana teknologi telah menyederhanakan kehidupan & aktivitas, memunculkan konsep digital skills.
“Masyarakat saat ini sangat perlu memahami mengenai Digital skills yang merupakan kemampuan menggunakan perangkat keras dan lunak Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta mendorong Hyrid Roles yang menggabungkan beragam peran.” Ujarnya.
Sementara itu, Ibu Risa Aisyah.S.E.,M.M memaparkan, dengan cara berinteraksi antara satu dengan yang lainya ini juga mampu dijadikan sebuah penilaian bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak serta ber-etika, hal ini perlu adanya edukasi terhadap kaum milenial serta masyarakat melalui berbagai interaksi, khususnya pada momentum seminar ini.
“Etiket & Netiket adalah norma norma penting dalam interaksi online di tahun 2023. Etiket melibatkan perilaku sehari hari, sementara netiket berkaitan dengan sopan santun dalam ber-media sosial. Etika dalam penggunaan media sosial mencakup menghormati perbedaan pendapat, memahami privasi , dan berbicara bijaksana. Dengan mematuhi norma norma ini, kita dapat membentuk lingkungan online yang positif dan bermanfaat” ungkap Ibu Risa Aisyah.
Pada akhir acara, Ibu Risa Aisyah mengapresiasi kepada seluruh peserta KKN kelompok 17 ITG terhadap bagaimana kita bersosialisasi secara langsung di tengah Masyarakat. Dengan adanya kegiatan yang positif ini, tentu akan berdampak positif bagi kamu milenial. Sudah menjadi kewajiban bagi mahasiswa sebagai agent of change untuk senantiasa terus mengedukasi kepada Masyarakat secara luas dengan menggunakan berbagai platform yang positif untuk selalu mengingatkan bagaimana dampak positif dan negatifnya penggunaan medsos, karena penggunaan medsos yang menggiring opini tanpa bukti atau berita hoax akan terkena sanksi undang-undang ITE ini perlu disosialisasi kan kepada Masyarakat sehingga Masyarakat dapat menggunakan media sosial dengan bijak.
Setelah selesai KKN pun, Mahasiswa masih mempunyai kewajiban untuk saling mengingatkan kepada teman, saudara, dan Masyarakat.
“Publikasi ini adalah cerminan komitmen kami untuk berbagi inspirasi dan pengetahuan. Semoga cerita-cerita yang terangkum di dalamnya dapat merangsang semangat literasi digital, membuka wawasan baru, dan membantu membangun masyarakat yang lebih cakap teknologi.
Terima kasih atas perhatian dan dukungannya. Mari kita terus bergerak bersama menuju era dimana literasi digital menjadi landasan kuat bagi kemajuan dan pemberdayaan masyarakat” pungkasnya.
(Deden Kurnia*).











