KILASGARUTNEWS.id|Bertempat di aula Fave Hotel,jalan Cimanuk,Kecamatan Tarogong Kidul kabupaten Garut. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut menggelar kegiatan Konsolidasi Tahapan Pemilu Pencegahan Sengketa Proses Pada Pemilu 2024.Kamis (15/12/2022)
Dalam kesempatan kegiatan tersebut diikuti sekitar 126 peserta panwascam dari 42 kecamatan ditambah beberapa pemateri sebagai narasumber berikut jajaran dari Bawaslu Kabupaten Garut.
Disampaikan Koordiv Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2HM) Iim Imron menuturkan,Kegiatan ini adalah melibatkan seluruh panwascam di semua Kecamatan di kabupaten Garut.
Pada intinya,sebut Iim, kegiatan ini adalah kita mengkonsolidasi seluruh panwascam supaya mereka ini lebih kemudian semangat di dalam proses pengawasan pemilu di 2024 ini. Terutama di bulan Januari ini tugas panwascam akan semakin disibukan dengan proses pemutakhiran data pemilih, kemudian dengan proses pencalonan DPD yang nantinya itu tidak menutup kemungkinan akan munculnya sengketa di proses pencalonan ini.
Maka,kita diarahkan supaya mereka kemudian betul-betul melakukan proses pencegahan di dalam munculnya potensi-potensi sengketa di proses pencalonan dan proses tahapan-tahapan yang lainnya”jelasnya
“Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah panwascam dari 42 Kecamatan kali 3 ditambah stap dan beberapa orang dari narasumbernya jadi sekitar jumlah 160 orangan.Untuk narasumber yaitu dari Unpas, beliau adalah praktisi hukum dan advokat yang mengerti tentang proses kepemiluan”.
Lebih lanjut Iim mengungkapkan, sebetulnya sih yang di kabupaten kota ini kan hanya melakukan proses yang di instruksikan oleh RI. Artinya melakukan proses pengawasan dan kemudian KPU melakukan hal-hal teknis terkait dengan verifikasi Faktual.
Sebetulnya untuk di Garut kemarin itu tidak ada masalah ya untuk proses bersifat faktual dalam pendaftaran di partai politik ini. Tapi kemarin berdasarkan pengumuman ini hanya ada 17 yang lolos itu mungkin terkait dengan provinsi lain lah karena mungkin itu sistemnya akumulasi.
Jadi kalau ada di satu provinsi yang tidak lolos maka itu pun berpengaruh terhadap nasional”tuturnya.(Agus).











