KILASGARUTNEWS|Salah satu anggota DPR RI komisi VII H Dony Maryadi Oekon menggelar kegiatan pelatihan Pengolahan air bersih yang bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan diikuti oleh para peserta dari unsur partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI – P) Kabupaten Garut,yang bertempat di Ballroom Hotel Santika pada Jumat (25/11/2022).
Dikatakan salahsatu narasumber Wahyu Widayat kita memberikan pemahaman pada para peserta ini dalam rangka untuk meningkatkan pemanfaatan hasilnya dari inovasi pada masyarakat untuk kegiatan kali ini. Kami bekerja sama dengan DPR RI komisi VII yaitu Bapak Haji Doni Maryadi Oekon ya beliau yang menyerap aspirasi masyarakat terkait dengan kebutuhan-kebutuhan dari hasil seperti inovasi termasuk masyarakat”katanya.
“Nah mungkin edukasi bahwa masyarakat supaya bisa mengelola air limbahnya menjadi air bersihnya. Jadi selama ini yang persepsi disesatkan untuk air limbah Sebenarnya persepsi yang saya fokus seperti itu kemudian permasalahan-permasalahan yang umum di masyarakat itu adalah sumber air kita yakni memanfaatkan sumber air tanah dan air tanah itu seperti sumur itu mengandung zat besi dan mangan itu”
Kemudian,lanjut Wahyu, bagaimana cara mengolah air bersih kemudian kini ada teknologi yang sederhana bagaimana cara mengolah air bersih yang skala.Ternyata kita sebelumnya punya potensi mengelola air,mulai dari air sumur, semua itu bisa masyarakat edukasi dengan bisa menghemat dengan cara tidak menggunakan misalkan, kandungan tadi tinggi mangan tapi ,yang bisa jangan sampai nanti kita cemari jadi supaya masyarakat itu juga tidak membuang air limbah sembarangan”ungkapnya.
Terkait dengan kegiatan yang diadakan oleh anggota DPR RI H Dony Maryadi Oekon tersebut, sementara itu, anggota DPRD Garut komisi VI, Yudha Puja Turnawan mengaku apresiasi, karena berbicara air bersih, air minum ini menjadi sangat penting di Kabupaten Garut. Hasil penelitian UNICEF setidaknya 70 persen air rumah tangga kita diduga diindikasikan tercemar bakteri E-coli dengan adanya pelatihan ini tentunya adanya edukasi pada masyarakat desiminasi Ilmu, desiminasi teknologi yang diterapkan
” Tadi pun telah ada pelatihannya, dan nanti juga ada komponen komponen apa saja. Selain itu sosialisasi ini juga berkaitan erat dengan fresilitasi Stunting yang tinggi, salah satu contoh nya di desa Surabaya Limbangan yang mencapai 39%, juga yang ada di kelurahan Sukamentri dan Cimuncang Kecamatan Garut Kota yang daerahnya padat itu mencapai di atas 30%,”
Masih kata Yudha, terjadi nya itu diduga juga berkaitan dengan kebersihan sanitasi air minum juga, apalagi kemudian kematian balita juga tinggi atau disentri, tifus, kolera akibat air minum yang mengandung patogen seperti ecoli. Jadi Pelatihan ini sangat penting, dan nanti kita pun akan meminta pada Pak Dony Oekon adanya bantuan untuk, bagaimana air menjadi layak konsumsi. Baik itu dari dana CSR BUMN maupun yang lainnya
” Sekali lagi saya haturkan terima kasih dengan adanya desiminasi, pelatihan ini agar adanya transper ilmu bagaimana mengelola air menjadi layak konsumsi atau layak minum,”pungkasnya.(Agus).












