Tidak Dapat Bantuan Sosial Pemerintah Legislator PDI Perjuangan Tengok Kondisi Dua Rumah Warga Banyuresmi - Kilas Garut News

Tidak Dapat Bantuan Sosial Pemerintah Legislator PDI Perjuangan Tengok Kondisi Dua Rumah Warga Banyuresmi

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 21 Maret 2025 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Salah satu anggota Legislator (DPRD )fraksi PDI Perjuangan,Yudha Puja Turnawan menengok salah satu warga, Siti Saripah di kampung Genta, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat (21/03/2025).

Menurut Yudha Puja Turnawan ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni di Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Oleh karena itu ia mengunjungi dan menengok sebagai bentuk nyata perjuangan untuk keadilan sosial.

Saat menengok ia didampingi oleh Kasi Kesra Desa Cipicung, Nisa, serta Pendamping PKH Kecamatan Banyuresmi, Ali dan Asep hingga turun langsung meninjau kondisi tempat tinggalnya. Ternyata ada dua warga yang hidup dalam keterbatasan.

Pemandangan yang disaksikan, ungkap Yudha, begitu memilukan, memperlihatkan betapa masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan pemerintah dan masyarakat.

Ia menjelaskan, kunjungan pertama dilakukan ke rumah Emak Juariyah, seorang lansia dhuafa yang tinggal seorang diri di Kampung Cipicung, RT 03 RW 01. Rumahnya nyaris roboh, dindingnya rapuh, dan atapnya bocor di sana-sini.

Pada saat itu juga Yudha juga sontak memberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada warga (Juariyah) sebagai bentuk kepedulian. Senyuman haru pun mengembang di wajah Emak Juariyah, yang selama ini hanya bisa pasrah dalam keterbatasan.

Baca Juga :  Kadisparbud Garut Sebut Peran Serta Masyarakat Sangat Penting Dalam Pelestarian Cagar Budaya

Dalam kesempatan itu rombongan melanjutkan perjalanan ke rumah Siti Saripah di Kampung Genta, RT 01 RW 03 yang memang kondisi tempat tinggalnya miring tanpa jendela, dengan atap berlubang yang membuatnya rawan bocor saat hujan.”ujar Yudha

“Yang lebih mengkhawatirkan, ia harus merawat anak-anaknya dalam kondisi serba kekurangan. Situasi ini bukan hanya soal tempat tinggal yang tidak layak, tetapi juga ancaman bagi keselamatan dan kesejahteraan keluarganya.

Yudha berharap, pemerintah kabupaten Garut dapat memberikan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) serta bantuan kewirausahaan agar Ibu Saripah bisa meningkatkan taraf ekonomi keluarganya. Selain itu, saya berharap hasil verifikasi ini dapat dijadikan dasar oleh pemerintah pusat dalam menetapkan penerima bantuan sosial,” harapnya.

lebih lanjut Yudha mengungkapkan bahwa, informasi mengenai kondisi Siti Saripah didapat dari Pendamping PKH Desa Cipicung, Ali. Saat dilakukan verifikasi data terpadu sosial ekonomi nasional, ditemukan fakta mengejutkan: Siti Saripah dan keluarganya tidak menerima bantuan sosial dalam bentuk apapun, baik BPJS PBI, PKH, BPNT, maupun Kartu Indonesia Pintar. Padahal, mereka termasuk dalam kategori keluarga miskin yang seharusnya menjadi prioritas bantuan.

Baca Juga :  H.Dadan Hidayatulloh Resmi Menjadi Ketua DPC PKB Garut Periode 2021-2026

“Kita harus memastikan bahwa keluarga yang benar-benar membutuhkan mendapatkan hak mereka. Masih banyak keluarga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan sosial, dan ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah,”

Harapan saya, Pemerintah Kabupaten Garut dapat memberikan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) serta bantuan kewirausahaan agar Ibu Saripah bisa meningkatkan taraf ekonomi keluarganya. Selain itu, saya berharap hasil verifikasi ini dapat dijadikan dasar oleh pemerintah pusat dalam menetapkan penerima bantuan sosial,”

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap distribusi bantuan sosial agar tidak ada lagi keluarga miskin yang terabaikan. Sebagai wakil rakyat, Yudha berjanji akan membawa laporan ini ke Kementerian Sosial agar pada triwulan kedua atau ketiga tahun 2025, keluarga Ibu Siti Saripah bisa mendapatkan hak mereka, termasuk bantuan PKH, BPNT, dan Kartu Indonesia Pintar.”tegasnya.

Berita Terkait

Camat Cibalong Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Ancaman Longsor Mengintai Saat Cuaca Ekstrem
Tak Hanya Beri Dukungan Moril, Kapolres Garut Tawarkan Pekerjaan bagi Korban Kapal Virgo
Kemenkes Siapkan Investasi di Atas Rp100 Miliar untuk RSUD dr. Slamet Garut, Rotinsulu Dibidik Jadi RS Berkapasitas Besar
Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak
Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan
Detik-Detik Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Santolo, Tiga Nelayan Dilarikan ke Puskesmas
Tak Bedakan Agama, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Ibadah Umat Kristiani
Polres Garut Sita 75 Botol Miras, Kapolres AKBP Niko Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Camat Cibalong Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Ancaman Longsor Mengintai Saat Cuaca Ekstrem

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Hanya Beri Dukungan Moril, Kapolres Garut Tawarkan Pekerjaan bagi Korban Kapal Virgo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Kemenkes Siapkan Investasi di Atas Rp100 Miliar untuk RSUD dr. Slamet Garut, Rotinsulu Dibidik Jadi RS Berkapasitas Besar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!