Talkshow Fokus Garut Bersinar Bahas Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba - Kilas Garut News

Talkshow Fokus Garut Bersinar Bahas Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 6 April 2023 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Talkshow FOKUS Bersinar di Radio Intan Garut kembali dilaksanakan secara live streaming, Rabu (5/4/2023). Talkshow Fokus Volume 5 ini mengusung tema “Pulih dengan Cara Ikut Rehab”.

Dalam talkshow berdurasi 60 menit ini, dipandu host Radio Streaming Intan Garut, Beni Wahyudi yang akrab disapa Kang Ebenk, menghadirkan dua narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut yaitu Konselor Adiksi Ahli Muda, Novi Nurani dan Dokter Klinik Pratama BNNK Garut, dr. Ellis Mugiawati.

Konselor Adiksi Ahli Muda, Novi Nurani, menyampaikan, program rehabilitasi ini adalah suatu upaya pemerintah yang bertujuan agar para penyalahguna narkoba kedepannya bisa pulih, produktif, dan berfungsi sosial, dengan poin yang lebih penting adalah tidak kembali menyalahgunakan lagi narkoba.

Rehabilitasi ini sendiri, imbuh Novi, diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terutama dalam pasal 54, yang berbunyi “Pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan sosial.

“Jadi untuk masyarakat khususnya masyarakat Garut ya, ketika ada saudaranya, temannya, atau keluarganya jangan takut ketika di rumah mereka ada korban yah mungkin sebagai korban, ayo coba support untuk direhabilitasi bawa ke Klinik Pratama BNNK Garut seperti itu,” ujar Novi.

Baca Juga :  Polres Garut Luncurkan Tim Trauma Healing untuk Anak-Anak Terdampak Insiden Pemusnahan Amunisi

Novi menerangkan dalam rehabilitasi ini terbagi ke dalam dua klien yaitu klien yang datang dengan sukarela dan klien yang datang dengan proses hukum. Namun pada intinya kedua klien tersebut sama, yaitu akan menjalani proses pelayanan rehabilitasi dari BNNK Garut.

“Jadi mereka datang kita terima dan kita skrining di awal, apakah nanti orang tersebut itu kalau yang sukarela itu nanti apakah harus rawat inap atau dengan rawat jalan,

Di BNN sendiri, sebut Novi, terdapat layanan rehabilitasi dengan Tim Asesmen Terpadu (TAT).

“Jadi dengan proses hukum ini dikhususkan harus layanan rehabilitasinya dengan proses TAT seperti itu Pak,”imbuhnya.

Novi menyebutkan, berdasarkan data, pada tahun 2022 ada sekitar 20 orang klien yang dilayani oleh Klinik Pratama BNNK Garut untuk melaksanakan rehabilitasi secara rawat jalan. Selain rawat jalan, ada juga klien yang melaksanakan rawat inap sebanyak 5 orang.

“20 klien tersebut kami layani secara secara berkelanjutan, jadi selain mereka menjalani rehabilitasi juga mereka mengakses layanan pasca rehabilitasi, karena itu adalah wajib Pak, wajib bagi para klien untuk menyelesaikan layanan rehabilitasinya sampai dengan bina lanjut tingkat akhir, jadi tujuannya itu kembali ke awal rehabilitasi itu sendiri adalah pulih, produktif, dan kembali berfungsi sosial gitu,” lanjut Novi.

Baca Juga :  Bupati Garut Berikan Sambutan Pada Acara Pisah Sambut Komandan Korem 062/Tarumanagara

Penentuan untuk rawat inap atau rawat jalan ini sendiri, dilakukan dengan cara skrining yang dilakukan oleh TAT BNNK Garut, guna mengetahui status penyalahguna yang datang apakah penyalahguna ringan, sedang, atau berat.

Ia menegaskan bahwa rehabilitasi yang dilakukan oleh BNNK Garut bagi penyalahguna narkotika ini tidak dikenakan biaya alias gratis, baik yang melakukan rawat jalan maupun rawat inap, karena pemerintah sudah menanggung semua, mulai dari biaya rawat inap dan terapi, kecuali untuk kebutuhan pribadinya.

“Jadi ketika rawat inap, sebulan bisa mengeluarkan biaya sampai 4 juta atau 5 juta untuk terapinya, dengan jangka waktu biasanya paling sedikit itu 2 bulan, terbayang kan pak jadi 10 juta agar mau pulih gitu ya, dengan fasilitas ini jangan sungkan, nah yang tidak ditanggung oleh pemerintah pada saat rawat inap itu adalah untuk kebutuhan pribadinya saja, seperti sabun seperti itu, mungkin pakaian dan lain sebagainya,” tandasnya.(red*).

Berita Terkait

Warga Malangbong Dikejutkan Penemuan Mayat Misterius di Tepi Sungai
Akses Sempat Terputus, Jalur Banjarwangi–Singajaya Kini Kembali Lancar
Di Tengah Tekanan Anggaran, Bank BJB Kucurkan 239 Juta untuk 22 Masjid di Garut
Polres Garut dan Instansi Terkait Lakukan Pengecekan Jembatan Putus di Pakenjeng
KKL Pasis Seskoad di Garut, Perkuat Ketahanan Nasional Hadapi Bencana
Bupati Garut Resmikan Aula LPTQ, Cetak Generasi Qurani Berprestasi
Tanah Longsor di Cihurip, Jalur Garut–Pameungpeuk Sempat Tak Bisa Dilalui
40 Menit Pria Ini Tergantung Tersengat Listrik Usai Pasang Baliho
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:38 WIB

Warga Malangbong Dikejutkan Penemuan Mayat Misterius di Tepi Sungai

Minggu, 12 April 2026 - 08:07 WIB

Akses Sempat Terputus, Jalur Banjarwangi–Singajaya Kini Kembali Lancar

Sabtu, 11 April 2026 - 09:29 WIB

Di Tengah Tekanan Anggaran, Bank BJB Kucurkan 239 Juta untuk 22 Masjid di Garut

Kamis, 9 April 2026 - 20:25 WIB

Polres Garut dan Instansi Terkait Lakukan Pengecekan Jembatan Putus di Pakenjeng

Rabu, 8 April 2026 - 21:34 WIB

KKL Pasis Seskoad di Garut, Perkuat Ketahanan Nasional Hadapi Bencana

Berita Terbaru

Redaksi Kilas

TMMD 128 di Cidahu, TNI dan Warga Sulap Jalan Rusak Jadi Layak

Sabtu, 25 Apr 2026 - 13:31 WIB

 

ALERT : Content Is Protected !!