KILASGARUTNEWS.id|1.136 mahasiswa/i Universitas Garut (Uniga) akan melaksanakan KKN diberbagai desa di 8 kecamatan kabupaten Garut dan dilepas langsung oleh sekertaris Daerah (Sekda) provinsi Jawa Barat,Herman Suryatman dengan didampingi Pejabat (pk) Bupati Garut,H Barnas Adjidin di Kampus Uniga,jalan Hampor, kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut, Jawa barat. Selasa (30/7/2024).
Pertama yang harus dilakukan oleh mahasiswa/i KKN, menurut
Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan,tentu
yang pertama kita harus berangkat dari permasalahan bagaimana kita turut membantu menyelesaikan permasalahan konkrit Pembangunan Daerah di Kabupaten Garut.”
Setelah kami identifikasi di samping berbagai prestasi yang sudah dicapai oleh pemerintah kabupaten Garut masih ada pekerjaan rumah demikian juga di Jabar sama yakni stunting dan kemiskinan ekstrim
dan stunting di kabupaten Garut berdasarkan survey kesehatan Indonesia masih 24,1% ,dan juga miskin ekstrim masih di angka 0,36%.
Kalau dibandingkan dengan kabupaten/kota lain Garut terhitung baik yah,tapi ini tetap jadi persoalan bagaimana stunting kita turunkan signifikan, bagaimana yang miskin ekstrim juga bisa kita turunkan, targetnya adalah tidak adak stunting kita yang baru dan tidak ada masyarakat miskin yang ekstrim.
Ia berharap, mudah mudahan tahun 2024 bisa di capai di Garut ini, tentu bisa memotivasi menginspirasi Jawa barat, tidak ada stunting yang baru ,dan tidak ada masyarakat miskin ekstrim.
“Alhamdulillah pak Rektor (Abdusy Syakur Amin) Akademika universitas Garut menginisiasi program KKN tematik fesifik ke penanganan stunting dan penanganan kemiskinan ekstrim. Dalam satu bulan ke depan tidak lama memang”ujarnya.
Tapi, Ujar Herman, insyaallah ini akan menjadi titik masuk untuk penanganan stunting dan kemiskinan ter konperhensip di kabupaten Garut.Karena masalah persoalan stunting dan masalah kemiskinan ekstrim yang paling utama adalah masalah literasi.
“Tentu mahasiswa nanti bersama perangkat desa,dan pemerintah kecamatan bahu membahu bersama kader di lapangan untuk mengedukasi bagaimana tadi. Misalnya untuk zero stunting sebelum kelahiran dan setelah kelahiran ibu hamil nya kita edukasi agar mengkonsumsi tablet tambah darah bagaimana yang sudah tersedia di puskesmas ” tegasnya
Tablet tambah darah nya sudah ada di puskesmas tinggal diadu manis kan saja,demikian juga ibu hamil bisa memeriksakan diri minimal 6 kali selama kehamilan,bidan sudah ada di semua desa,demikian ibu hamil agar mengkonsumsi protein hewani seperti telor, daging ,ikan dan susu.
“Bagi yang tidak mampu membeli,sambung Herman,bisa dikoordinasikan dengan pak camat, dengan kepala desa dan nanti akan dibantu juga oleh pak bupati,kita ada baznas,ada anggaran di Pemda, anggaran di desa ,dan ada agnia, semuanya di kolaborasi sehingga ibu hamil yang miskin bisa mendapatkan bantuan, kita itu sangat sederhana lah. Kalau telor minimal sehari 2 butir berarti sebulan hanya Rp.120 ribu,”paparnya.
Bupati Garut, Barnas Adjidin turut mengatakan, pertama saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran pak sekda dari provinsi Jawa Barat,yang tentu memotivasi kabupaten Garut untuk bekerja keras dan bekerja cerdas.
“Tentu dengan kehadiran para mahasiswa/i yang tengah di motivasi ini merupakan sesuatu langkah baru yang punya tematik ,tematiknya kita tidak seluruh masalah kita selesaikan tapi ada dua yaitu, bagaimana stunting zero kemudian bagaimana kemiskinan ekstra zero tentu ini semua harus di kolaborasi signifikan,’ujarnya.
Demikian juga Barnas Adjidin menambahkan,dan tentu kita juga harus mencari langkah langkah strategis yang cepat tentu dengan kerja sama di semua sektor lain. Mengenai jumlah stunting,kata Barnas,nanti kita akan tanyakan kepada camat dan desa mana mana saja sasaran yang menjadi sasaran zero stunting.
Masih diwaktu yang sama, Rektor Uniga kabupaten Garut,H Abdusy Syakur Amin ikut menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa yang ikut KKN ada 1.136 orang,
“alhamdullillah tadi sudah dilepas oleh pak sekda provinsi Jawa Barat langsung dan pak pj bupati Garut yang memberikan semangat pada mahasiswa kami untuk segera kerja sesuai dengan harapan pak sekda tadi dan saya yakin memberikan inside kepada mereka tentang bagaimana mereka mencari solusi,”singkatnya.(Agus*).











