Sejumlah Petani Desa Sukalilah Mengeluh Karena Seluruh Tanaman Kentang dan Cabai Hancur - Kilas Garut News

Sejumlah Petani Desa Sukalilah Mengeluh Karena Seluruh Tanaman Kentang dan Cabai Hancur

Avatar photo

- Reporter

Senin, 27 Maret 2023 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Sejumlah masyarakat petani asal Kampung Pelag Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut meradang, akibat tindakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Pasalnya seluruh tanaman mereka seperti kentang dan cabai kini telah hancur. pada Selasa (21/3/2023) lalu.

Hal itu disesalkan Ajun (57) Ketika ditemui awak media di kediamannya terkait operasi penertiban kawasan yang dibina oleh Tim BKSDA Garut dengan mengatasnamakan operasi gabungan antara BKSDA Garut dengan Tim Polres Garut dan Kodim 0611 Garut.

Ajun yang merupakan perwakilan para penggarap sangat menyayangkan tindakan BKSDA secara sepihak, mengingat menghadapi bulan Rhamadlan dan lebaran 2023 ini karena sangat bergantung pada hasil tanaman Kentang dan cabai yang selama ini ditanam dan dipeliharanya dengan sangat baik, Minggu (26/3/2023).

“Kami orang kampung pak, kami memang tidak berpendidikan, tapi kami punya anak dan keluarga yang harus dihidupi, disekolahkan dan diobati jika sakit, apakah para aparat negara yang hebat-hebat itu tidak mau tahu dengan keadaan kami,” keluh Ajun .

Dengan perasaan hancur karena tindakan dari BKSDA tersebut, Ajun menyebutkan, untuk mendapatkan bantuan program pemerintah itu tidak mudah dan sangat tidak mencukupi jikapun tersedia.

Baca Juga :  Bupati Garut Sebut Siap Memasok Kebutuhan Holtikultura Untuk Dalam dan Luar Kota

Ketika awak media melakukan pengamatan langsung di lapangan, terbukti luasan tanaman Kentang dan cabai di Blok Citerus kaki Gunung Papandayan yang ditanam belasan keluarga di Kampung Pelag, Desa Sukalilah tersebut rusak berat.

Tanaman cabai yang mulai berbuah muda dicabutin, demikianpun tanaman kentangnya, bahkan seluruh saung-saung tempat para petani ngaso melepas lelahpun dihancurkan. Menurut Ajun jika ditaksir kerugian seluruh petani akibat operasi tersebut mencapai puluhan juta rupiah.

“Sebelum ini memang ada petugas BKSDA Garut datang kepada kami, namanya Pak Toni, orangnya gondrong dan kurus tinggi, mengancam akan mempidanakan dan melaporkan kami ke Polres Garut,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan petani lainnya bernama Aep (52). Ia dan petani lainnya tidak mampu melawan tapi mereka sangat berharap BKSDA bisa tunggu sampai tanaman meraka kelar panen dimana hari Selasa itu dua hari menjelang bulan puasa.

“Bahkan Pak Toni tersebut menanyakan kepada kami punya beking siapa atau punya LSM apa, sok lah resep diaduna jeung nu garede mah”, kata Aep sambil menirukan kata kata Toni.

Baca Juga :  Ketua Dekranasda Jabar Ingatkan Pengusaha Garut Untuk Meningkatkan Customer Harus Belajar Melihat Model Produk Luar Negeri

Di lain pihak pemerhati Sosial sekaligus advocat dan Penggerak Perlindungan Konsumen A. Rahmat Permana, SHI., SH yang dihubungi melalui celuller terkait permasalahan tersebut, secara singkat menanggapi, semua pihak seyogyanya mau berfikir dan bertindak secara arif dan duduk bersama demi kepentingan semua.

“Negara Republik Indonesia ini kan didirikan oleh para funding bangsa untuk melindungi segenap tumpah darah dan seluruh warga negara tanpa terkecuali, jadi siapapun orangnya wajib dilindungi oleh negara,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan  Rahmat Permana, Negara membuat hukum untuk bisa ditaati oleh seluruh masyarakatnya. Tapi ingat, bahwa tujuan hukum sebenarnya adalah untuk mencapai kesejahteraan bagi rakyat tanpa pengecualian.

“Itu yang kadang sering dilupakan oleh pejabat publik kita saat ini”.  Ungkap  Rahmat  menyerukan janji untuk bisa membahas lebih lanjut terkait tindakan BKSDA Kabupaten Garut tersebut. (Agus*).

Berita Terkait

Polres Garut Serap 17,75 Ton Jagung, Bukti Nyata Dukung Petani Lokal
Koperasi Produsen Pasirkiamis Sejahtera Audiensi ke Dinas Koperasi Jabar, Bahas Program Pembinaan 2027
Dukung MBG dan Pro SN, Bupati Garut Serius Kembangkan Koperasi Merah Putih
Keluhan Warga di Medsos Berbuah Sidak, Wakil Bupati Garut Turun ke Pasar Andir Cek Harga LPG
Harga Lebih Murah dari Pasar Gerakan Pangan Murah Polres Garut Diserbu Warga
Kapolres Garut Pimpin Gerakan Pangan Murah, Cabai hingga Beras Dijual di Bawah Harga Pasar
Sinergitas TNI-POLRI Bersama Forkopimcam Cek Harga Sembako di Pasar Wisata Samarang
Polres Garut Bersama Forkopimda Tanam Jagung di Lahan 1,2 Hektare Desa Pasawahan
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 11:33 WIB

Polres Garut Serap 17,75 Ton Jagung, Bukti Nyata Dukung Petani Lokal

Sabtu, 11 April 2026 - 08:18 WIB

Koperasi Produsen Pasirkiamis Sejahtera Audiensi ke Dinas Koperasi Jabar, Bahas Program Pembinaan 2027

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:15 WIB

Dukung MBG dan Pro SN, Bupati Garut Serius Kembangkan Koperasi Merah Putih

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:02 WIB

Keluhan Warga di Medsos Berbuah Sidak, Wakil Bupati Garut Turun ke Pasar Andir Cek Harga LPG

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:29 WIB

Harga Lebih Murah dari Pasar Gerakan Pangan Murah Polres Garut Diserbu Warga

Berita Terbaru

Redaksi Kilas

TMMD 128 di Cidahu, TNI dan Warga Sulap Jalan Rusak Jadi Layak

Sabtu, 25 Apr 2026 - 13:31 WIB

 

ALERT : Content Is Protected !!