Salut, Lapas Garut Pro UMKM: Menteri UMKM Janji Buka Akses Pasar Ekspor - Kilas Garut News

Salut, Lapas Garut Pro UMKM: Menteri UMKM Janji Buka Akses Pasar Ekspor

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 26 September 2025 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lapas Kelas IIA Garut kembali menjadi sorotan positif setelah berhasil melepas ekspor produk Coir Shade ke Spanyol. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi dan UMKM RI, Maman Abdurrahman, menyampaikan apresiasi tinggi dan berjanji akan membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi produk UMKM karya Warga Binaan.

i

Lapas Kelas IIA Garut kembali menjadi sorotan positif setelah berhasil melepas ekspor produk Coir Shade ke Spanyol. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi dan UMKM RI, Maman Abdurrahman, menyampaikan apresiasi tinggi dan berjanji akan membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi produk UMKM karya Warga Binaan.

KILASGARUTNEWS.id|Lapas Kelas IIA Garut kembali menjadi sorotan positif setelah berhasil melepas ekspor produk Coir Shade ke Spanyol. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi dan UMKM RI, Maman Abdurrahman, menyampaikan apresiasi tinggi dan berjanji akan membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi produk UMKM karya Warga Binaan.

“Salut, Lapas Garut ini betul-betul pro UMKM. Saya akan sampaikan ke Pak Agus (Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan) bahwa ini salah satu Lapas yang serius membina warga binaan melalui ekosistem UMKM, dan pemerintah akan hadir membuka akses pasar ekspornya,” tegas Menteri dalam wawancaranya.

Lapas Garut telah mengembangkan sejumlah unit usaha berbasis UMKM yang dikerjakan langsung oleh Warga Binaan, antara lain:

* Sentra Produksi Coir Shade: produk utama berbahan sabut kelapa yang telah rutin diekspor ke Prancis, Korea, dan Spanyol.
* Membatik: pelatihan dan produksi batik tulis maupun cap sebagai warisan budaya.
* Konveksi: pembuatan pakaian sederhana untuk pasar lokal.
* Kayana Coffee: brand kopi khas Garut hasil olahan WBP, dari sangrai hingga pengemasan.
* Bakery Roti: produksi roti dan kue kering untuk konsumsi internal dan pemasaran.

Baca Juga :  Bocah 9 Tahun yang Berjuang Melawan Penyakit, GMNI Garut Menggalang Donasi untuk Biaya Pengobatan

Dengan ekosistem ini, WBP tidak hanya mendapatkan upah kerja dan keterampilan, tetapi juga remisi karena perilaku baik, sehingga pembinaan berjalan secara produktif dan manusiawi.

Menteri UMKM menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran strategis dalam memperluas pasar produk UMKM Pemasyarakatan.

“Kita akan bantu dalam dua hal. Pertama, akses pembiayaan, yang saya yakin bisa didukung Bank BJB. Kedua, akses pasar, karena market-nya luar negeri. Kita akan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Deputi Perluasan Akses Pasar agar produk ini bisa masuk ke lebih banyak negara,” ujar Menteri.

Baca Juga :  Garut Jadi Tuan Rumah Sekolah Lapang Gempabumi, BMKG: Wujudkan Kesiapsiagaan Masyarakat

Menurutnya, Lapas Garut adalah contoh nyata bagaimana pembinaan bisa selaras dengan penguatan UMKM dan ekspor. “Ini bukan sekadar program, tapi ekosistem yang hidup. Warga binaan mendapat penghasilan, petani sekitar terserap hasil panennya, pengusaha ikut terlibat, dan negara mendapat manfaat dari ekspor. Ini harus ditiru,” tambahnya.

Kalapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan pemerintah. “Kami berkomitmen terus mengembangkan UMKM Pemasyarakatan sebagai bagian dari kemandirian WBP dan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional,” ujarnya.

(dk)

Berita Terkait

Ketua FLKSI Jabar Deden Kurnia, Sertifikasi SDM Kesos Bukan Sekadar Formalitas, Perlindungan Penerima Manfaat Harus Jadi Prioritas
Bupati Garut Bongkar Kesenjangan Partisipasi Sekolah: Wajib Belajar 13 Tahun Terancam Jika Anak Masih Putus Pendidikan
API TPA Pasir Bajing Garut Hampir 99 Persen Tuntas, Bupati Soroti Sampah 300 Ton per Hari dan Anggaran Pengelolaan
Kami Butuh Kepastian, 30 Hari Tragedi Virgo Transport 8 Keluarga 9 Korban masih Menanti Jawaban
Polres Garut Bongkar Produksi Teh Herbal Diduga Tirukan Merek Sehatku Herbal, Empat Tersangka Diciduk
BPJS PBI Garut Ditata, Bupati Tegaskan Layanan Kesehatan tetap Jalan di Tengah Pemangkasan TKD
Bupati Garut Bidik Transformasi Smart Hospital, Masterpland RSUD dr. Slamet Disiapkan
Reses Yudha Puja Turnawan Tak Sekedar Serap Aspirasi, BPJS Gratis Warga Miskin Jadi Sorotan
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Ketua FLKSI Jabar Deden Kurnia, Sertifikasi SDM Kesos Bukan Sekadar Formalitas, Perlindungan Penerima Manfaat Harus Jadi Prioritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Bupati Garut Bongkar Kesenjangan Partisipasi Sekolah: Wajib Belajar 13 Tahun Terancam Jika Anak Masih Putus Pendidikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:47 WIB

API TPA Pasir Bajing Garut Hampir 99 Persen Tuntas, Bupati Soroti Sampah 300 Ton per Hari dan Anggaran Pengelolaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Kami Butuh Kepastian, 30 Hari Tragedi Virgo Transport 8 Keluarga 9 Korban masih Menanti Jawaban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Polres Garut Bongkar Produksi Teh Herbal Diduga Tirukan Merek Sehatku Herbal, Empat Tersangka Diciduk

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!