KILASGARUTNEWS.id|Pada Idul Adha 1444 H lalu. Rumah Amal Salman kembali mengadakan program kurban di wilayah Garut. Ada sekitar 220 hewan kurban yang disembelih di lima titik yang tersebar di empat kecamatan di kabupaten Garut.
Pada tahun ini Rumah Amal Salman cabang Garut mengadakan kurban dengan konsep ramah lingkungan. Pembagian daging kurban di salah satu desa binaan program Bank Sampah Amal dibagikan dengan menggunakan wadah/misting yang dibawa dari rumah. Selain desa Ciburuy, kecamatan Bayongbong sebagai desa binaan untuk program lingkungan, Rumah Amal Salman juga memiliki dua desa binaan lain di Kecamatan Banyuresmi yaitu desa Karyasari dan Desa Cimareme. Rabu (5/7/2023).

Pada kesempatan idul adha tahun ini Rumah Amal Salman juga membagikan daging kurban untuk program pendampingan yang berfokus pada program stunting di desa karyasari.
Daging kurban dibagikan dalam bentuk makanan olahan yang secara tekstur, kandungan gizi, dan rasa sudah disesuaikan untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain itu Rumah Amal Salman juga mengadakan edukasi pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang diolah dari daging kurban kepada kader posyandu desa Karyasari, kecamatan Banyuresmi yang berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Di tempat lain daging kurban juga dibagikan untuk adik-adik yatim di desa Cimareme yang merupakan salah satu desa binaan untuk program kebun amal.
Selain pemetaan distribusi daging kurban untuk masyarakat desa binaan, Rumah Amal Salman juga memberikan layanan Segar Diantar atau pengantaran daging hak untuk yang berkurban di Rumah Amal Salman yang berada di wilayah Garut yang semula layanan ini hanya berlaku di wilayah Bandung raya saja.
Sinta Nurhia Dewi selaku Kepala Cabang Rumah Amal Salman Garut mengucapkan terima kasih kepada shohibul kurban yang sudah berkurban di Rumah Amal Salman. Semoga semua rangkaian kegiatan kurban di Rumah Amal Salman Garut menyempurnakan kebaikan bagi para mudhohi/sohibul kurban.
“Semoga idul adha tahun ini bisa menjadi momentum untuk pemerataan makanan bergizi bagi masyarakat di Garut”, Harap Sinta
(Deden KUrnia*).











