KILASGARUTNEWS | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Garut menggelar kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang diikuti oleh para kepala desa Se Garut yang bertempat di aula hotel Augusta jalan Cipanas Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut Jawa barat.
Dalam kegiatan acara berlangsung, hadir, Kepala DPMD Garut H Wawan Nurdin didampingi Kepala Bidang PMD Ir.Idad Badrudin,SE,Ketua dan pengurus APDESI Jawa barat Dede Kusdinar,Ketua APDESI Garut serta pengurus DPC APDESI lainnya.
Dengan adanya kegiatan Rakercab APDESI ini. Kepala DPMD Kabupaten Garut H Wawan Nurdin mengucapkan Syukur Alhamdulillah,menurutnya, karena ini merupakan awal kegiatan kepengurusan APDESI yang baru. Dengan rapat kerja cabang ini,ia berharap, mudah-mudahan nanti ada keputusan yang dihasilkan dalam rangka membangun desa desa di Kabupaten Garut”.harapnya.
Lanjutnya,baik, untuk pemulihan ekonomi dalam aspek sosial sesuai dengan program DPMD. Sekarang itu programnya adalah sumber daya dari pengembangan desa wisata dalam rangka pemulihan ekonomi pasca covid dari sekian banyak desa berikut dengan bumdes nya”ujar Wawan kepada wartawan usai membuka kegiatan Rakercab tersebut. Selasa (11/10/2022).
Sementara itu,Ketua APDESI Jawa barat,Dede Kusdinar turut menyampaikan,Rakercab ini merupakan salah satu amanat dari pada organisasi daripada bahwa, setiap DPD, DPC itu wajib untuk melaksanakan Raker,yang berarti disini sudah melaksanakan Rakercab”jelasnya
Kemudian,kata Dede, fungsi dari rakercab itu merupakan Referensi nanti tujuan daripada organisasi kemana,untuk referensi baik eksekutif maupun legislatif,hal harapan kami seperti itu.
Barusan yang dibahas itu salahsatunya adalah jalan keluar spj bupati agar supaya matching. Jadi apa yang dilakukan di desa,kewenangan desa itu harapannya untuk pembagunan kabupaten Garut. Justru itu sesuai dengan RPJMD, dan sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh undang undang”tuturnya
Mengenai perioritas,tambah Dede,”kalau gak salah,prioritasnya karena BUMDES sudah diwajibkan, sekarang mungkin akan fokus di pemberdayaan ekonomi. Khususnya ada legalitas Bumdes ini akan lebih diutamakan, terus skala prioritasnya status Desa. Kalau nggak salah itu Garut itu baru ada 67 Desa Mandiri. Harapan Kami kedepan minimal 50% untuk tahun 2023 jadi desa mandiri”harapnya.(Agus).











