KILASGARUTNEWS.id|Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Jawa Barat fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Enjang Tedi dampingi para guru honorer yang masuk P1 PPPK tapi dibatalkan penempatannya.
Menurut Enjang Tedi menuturkan, sebanyak 29 Guru P1 PPPK Batal Penempatan di SMA SMK yang ada di Garut, mereka dianggap gagal lolos sebagai ASN padahal sebelumnya sempat dinyatakan mendapat penempatan.”tuturnya kepada awak media.Jum’at (10/3/2023).

Para guru yang termasuk dalam Prioritas Satu (P1) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengadukan nasibnya ke Anggota DPR Jabar.Para guru honorer yang mengadukan nasibnya tersebut sempat dinyatakan lolos P3K, namun menjelang penetapan namanya dicoret dan dinyatakan tidak lolos”. Jelasnya.
Lanjut Enjang Tedi, berencana untuk mendengar aspirasi para guru honorer gagal lolos PPPK itu. Maka akan melakukan pendampingan terhadap para guru tersebut.
Pihaknya,kata Enjang sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan meminta agar Pemerintah Pusat tetap meloloskan PPPK yang sempat masuk P1 dan dinyatakan lolos kemarin.
Pembatalan lolosnya para guru yang berjumlah 3.34 ribu (tiga ribu tiga puluh empat) itu merupakan kebijakan pemerintah pusat.”ungkapnya
Menurut salah salah seorang guru honorer yang dibatalkan penempatan sebagai P1 PPPK tahun 2022, mengaku tidak percaya bahwa dirinya yang sempat dinyatakan lolos tapi batal mendapat penempatan sebagai guru PPPK.
“Saya termasuk dari tiga ribu sekian Prioritas Satu (P1) PPPK yang sempat dinyatakan mendapat penempatan tapi dibatalkan”. Katanya.
Kemudian, lanjut ia, dari 5 orang yang mendapat penempatan (di sekolah yang ia tuju), kenapa hanya saya seorang yang dibatalkan? harapan saya yang sempat dibatalkan agar kembali mendapatkan penempatan dan dicabut pembatalan itu. Saya orang kecil pak yang hanya bisa mengadu kepada para pemimpin” keluhnya.












