Redaksi Kilas

Di Acara Haul Akbar Sesepuh Ponpes Al – Fauzan, BNP -MP Garut Menggelar Apel Kebangsaan

KILASGARUTNEWS.id|Pasukan Barisan Nusantara Pembela Merah Putih (BNP – MP) Garut dengan dipimpin langsung oleh Ketua Umum (Ketum BNP – MP),KH.Aceng Abdul Mujib telah menggelar apel kebangsaan yang bertempat di alun -alun ,jalan Ahmad Yani, Kelurahan Paminggir, kecamatan Garut kota, kabupaten Garut, Jawa Barat. Selasa (4/02/2025).

Kegiatan apel kebangsaan yang telah digelar berjalan lancar dan sukses dalam rangka haul Akbar sesepuh pendiri pondok pesantren (ponpes)Al – Fauzan.

Selain ketum BNP – MP Kabupaten Garut,KH Aceng Abdul Mujib dalam kesempatan tersebut hadir PJ Bupati Garut yang diwakili Stap ahli Bupati,dr .Maskut P, Bupati Garut terpilih prof.Dr.H.Abdusy Syakur Amin, jajaran Pemkab Garut,Kapolres Garut (mewakili),Dandrem 062/tn Garut,Dandim/Garut (mewakili) ,para ketua Ormas,dan unsur dari tokoh masyarakat lainnya.

Disampaikan Ketua Umum Barisan Nusantara Pembela Merah Putih (BNP – MP) Kabupaten Garut,KH Aceng Abdul Mujib mengungkapkan, kegiatan ini dalam rangka haul akbar sesepuh dan pendiri pondok pesantren Al – Fauzan ,”ungkapnya kepada awak media saat ditemui dilokasi usai melaksanakan kegiatan tersebut. Selasa (04/02).

Dan hari ini ada apel kebangsaan. Saya ingin memberikan pencerahan dan mengajak kepada masyarakat lalu, memberikan pemahaman yang hari ini berpandangan bahwa, pesantren itu hanya mengurusi agama, hanya ngajar santri. Padahal dari sejak dulu bahwa ulama kita itu pejuang, kita pesantren, kita itu adalah bagaimana agar negara ini aman sehingga dengan masyarakat menjaga betul-betul keutuhan bangsa dan negara.

Barisan Nusantara Pembela Merah Putih itu adalah sebuah lembaga swadaya yang didirikan oleh pesantren (Al – Fauzan) mempersembahkan untuk bangsa dan negara bagaimana pesantren punya pasukan khusus untuk mempertahankan NKRI.”lanjutnya.

“Jadi kami tidak main-main,tidak asal-asalan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, kita tahu baru khususnya Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya sudah banyak gerakan yang meng rong-rong pada kehidupan berbangsa dan bernegara dengan sistem yang intoleran,radikal”.

KH Aceng Abdul Mujib menuturkan, mereka memaksakan dengan kehendak sendiri padahal ulama -ulama kita membikin pondasi kita tetap bersatu dalam keberagaman, beragama tetap bersatu,bersatu dalam perbedaan ya tetap bersatu. Caranya yaitu toleransi kita akan melakukan perlawanan serius terhadap siapapun yang menggangu terhadap kehidupan NKRI ini .”tuturnya

Kaitan dengan pengawalan terhadap pemerintah,lanjut Aceng Mujib menegaskan, itu benar kita sesuai dengan undang -undang . Bahkan kita kawal,kita akan mengawal kebijakannya jika pro rakyat.

Garut ini malu karena kabupaten termiskin,kenapa menjadi termiskin padahal kan anggaran sama. Tegasnya

“Nah kita dengan kepemimpinan pak Syakur (Bupati terpilih -red) ini kebetulan tapi bukan ada didalamnya sih kita semua ini termasuk salah satu pendukung yang tidak mau konyol,kita tidak mendukung buta tetapi, kita adalah ingin Bupati profesional, profesional sesuai janji,sesuai komitmen untuk membangun Garut kedepan menjadi kabupaten yang bermartabat.

Begitupun Gubernur,kita jujur bahwa hari ini masih banyak tidak setuju dengan pak Dedi Mulyadi,tidak setuju dengan itu ini, pak Prabowo dan Gibran apa alasannya itu subjektif kalau kita selama sesuai undang -undang kita dukung terlepas kita pilih atau tidak,apapun orangnya.”tandasnya.

Aceng Mujib mengatakan, ormas juga kita ajak semua, BNP itu adalah anggota nya dari agama apapun ,dari kelompok apapun,dari jurusan manapun ayo kita bergabung selama menerima empat (4)pilar kebangsaan,tidak memandang agama,toleransi yang penting.

Ia berharap,semua pihak baik pemerintah ,masyarakat, kelompok yang terkumpul ayo mari kita bersama -sama kita untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,kita menjaga komitmen empat pilar kebangsaan, jangan biarkan gerakan mereka yang hari ini terus berteriak padahal,mereka itu oleh pemerintah sudah dikasih peringatan ! Bahkan ada yang dibubarkan tapi masih ngotot.

Ia berharap,tolong kepada aparat keamanan sebelum kami masyarakat bertindak karena kami bertindak beresiko akan pertumpahan darah ,tidak mau kami terjadi perang sodara . Saya serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan agar mereka yang inkkonsitensi terhadap empat (4)pilar kebangsaan,tolong untuk diamankan dan diperingatkan.”harapnya.

(Agus)

Kilas Garut News

Recent Posts

Kasus Curas Pelajar di Leuwigoong, Satu Terduga Pelaku Diamankan, Satu Lainnya Diburu

KILASGARUTNEWS.id|Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyasar seorang pelajar berusia 12 tahun di wilayah Kecamatan…

20 jam ago

Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Berganti, Polres Garut Lakukan Penyegaran Jabatan

KILASGARUTNEWS.id|Sejumlah pejabat utama dan kepala kepolisian sektor (Kapolsek) di lingkungan Polres Garut mengalami pergantian jabatan…

20 jam ago

Hari Santri 2026, Pemkab Garut Salurkan Dana Hibah untuk 9 Pondok Pesantren

KILASGARUTNEWS.id|Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyalurkan dana hibah kepada sembilan pondok pesantren melalui Program Santri Hebat…

22 jam ago

Sampah Garut Tak Bisa Terus Bergantung pada TPA, Putri Karlina Dorong Perubahan dari Rumah

KILASGARUTNEWS.id|Wakil Bupati (Wabup) Garut, Putri Karlina, memimpin Apel Gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut…

22 jam ago

Bupati Garut Hadiri Pelepasan Diklat BCKS 2026, Masa Depan Pendidikan Jadi Perhatian

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melepas peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah…

23 jam ago

382 Kios dan Sarana Dagang Terdampak Kebakaran Pasar Andir, Pemkab Garut Kebut Pemulihan

KILASGARUTNEWS.id|Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mempercepat penanganan pascakebakaran Pasar Andir di Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong. Upaya…

23 jam ago