KILASGARUTNEWS.id|Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, menyalurkan bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada 73 Penerima Manfaat (PM) dan bantuan modal usaha kepada 11 PM, dalam rangka Gebyar Penyaluran Mustahik Merdeka, yang diselenggarakan di Aula Kantor Baznas, Komplek Islamic Centre, Senin 26 Agustus 2024.
Hadir dalam kegiatan tersebut PJ Bupati Garut, Barnas Ajidin, Sekretaris Daerah (Sekda) Nurdin Yana, dan pihak lainya.
Barnas Ajidin, merasa bangga Baznas Kabupaten Garut telah hadir dalam rangka mensejahtetakan masyarakat,”ada dua yang diberikan bantua kepada masyarkat saat ini, yaitu Rutilahu pada 73 orang kepada orang yang rumahnya tidak layak huni dan 11 kepada para pedagang yang memerlukan stimulan untuk berdagang,” ujar Barnas usai kegiatan.
Ia meyebutkan bahwa total uang yang diberikan kepada Penerima Manfaat tersebut bervariatif, “totalnya itu bervariatif disesuaikan dengan proposal, disesuaikan dengan kemampuan kita.
Barnas berharap bantuan tersebut bisa digunakan dengan maksimal oleh para penerima manfaatnya, “mudah-mudahan bantuan ini bisa digunakan secara maksimal untuk dirinya dulu, sebelum kepada orang lain.
Ia menambahkan dengan adanya program bantuan ini sedikit demi sedikit bisa mengurangi angka kemiskinan, “karena apa yang menjadi program prioritas kita yaitu bisa mengurangi kemiskinan salahsatunya dengan adanya bantuan dari Baznas ini.
Sementara itu, ketua Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Effendi menyebutkan, bahwa total bantuan yang diberikan kepada penerima manfaat rutilahu jumlahnya sekitar Rp. 600 juta, “ada yang Rp. 5 juta, Rp. 7,5 juta sampai Rp. 10 juta, jadi bervariasi. Dan alhamdulilan ini juga disupport oleh Baznas Provinsi bahwa akan menambah untuk bantuan rutilahu ini,” katanya.
“Dan yang kedua untuk modal usaha itu ada sekitar Rp. 30 juta pada 11 penerima manfaat diberbagai sektor, ada yang dibidang perikanan, baik itu lele dan ikan mas, ada juga dibidang produksi seperti kunyit, dan ada untuk peternakan jangkrik itu, semuanya hasil dari assesment. Dan nantinya mereka bisa dibina oleh Dinas teknis dan sebagainya,” sambungnya.
Dengan begitu, ia menjelaskan bahwa “hakikatnya dana dari Baznas itu guna mengurangi angka kemiskinan, “itu salah satu arahan dari Baznas RI dan Provinsi untuk mengatasi kemiskinan dengan pendayagunaan,” pungkasnya.(Agus).











