Bappeda Kabupaten Garut Gelar Lokakarya Pra Rembuk Stunting Bersama Tanoto Foundation Dan Yayasan Cipta - Kilas Garut News

Bappeda Kabupaten Garut Gelar Lokakarya Pra Rembuk Stunting Bersama Tanoto Foundation Dan Yayasan Cipta

Avatar photo

- Reporter

Senin, 26 Juni 2023 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut menyelenggarakan Lokakarya Pra Rembuk Stunting bersama Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta, berlangsung di Aula BAPPEDA, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (26/6/2023).

Kepala Bappeda Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, mengatakan, pra rembuk stunting yang dilaksanakan kali ini merupakan pra rembuk stunting kedua setelah sebelumnya dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Pra rembuk stunting kali ini merupakan usulan dari Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta yang ingin membantu pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Garut, sesuai dengan instruksi Presiden RI,  yang mana angka stunting ditargetkan bisa berada di angka 14%.

“Hari ini Garut pasca SSGI 21,8 data di SSGI tahun 2022, artinya kalau kita ngejar 14% tahun 2024 maka harus berapa persen kita tahun ini diturunkan,” ucap Didit.

Didit menerangkan, bahwa dengan adanya instruksi tersebut, maka diperlukan langkah serius dalam rangka percepatan penurunan angka stunting. Ia memaparkan, Pemerintah Kabupaten Garut sebelumnya telah mengalokasikan 8 miliar untuk pembelian susu, telur, dan makanan bergizi lainnya untuk dibagikan kepada dua sasaran utama, diantaranya sasaran kepada yang belum lahir dan yang sudah lahir.

Baca Juga :  Ini Dia Profil Calon Bupati Garut No 1 Helmi Budiman Dari Masa ke Masa

Untuk yang belum lahir sendiri, imbuh Didit, sasarannya yaitu kepada remaja putri, calon pengantin, dan wanita yang akan hamil sebagai upaya pencegahan stunting, serta yang sudah lahir adalah kepada balita hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Ini yang harus segera diintervensi dengan aksi nyata gitu ya, bukan dengan rapat-rapat terus, rakor-rakor terus memang begitu,” ucapnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Garut juga menerangkan, pra rembuk stunting ini adalah permintaan dari Tanoto Fondation dan Yayasan Cipta untuk memberikan pendampingan berdasarkan hasil kajian dan hasil pengamatannya di lapangan.

“Kami sih alhamdulilah bisa bersinergi ya nanti kira-kira memberikan masukan seperti apa supaya Pemda Garut ini juga sudah bisa yang sudah lari ini dengan TPPS-nya untuk segera mengatasi stunting di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Didit menambahkan,  tahun ini adalah tahun terakhir sebelum ke 2024 menuju targetnya  presiden sebesar 14%, sehingga banyak sekali yang harus dilakukan melalui nyata.

Pihaknya sudah mengevaluasi 34 program kegiatan penanganan stunting yang tersebar di beberapa perangkat daerah, di mana program tersebut memakan anggaran yang cukup besar. Maka dari itu, imbuh Didit, pihaknya akan melihat bagaimana dampak program tersebut terhadap angka stunting di Kabupaten Garut.

Baca Juga :  Polsek Limbangan Polres Garut Giat Kamseltibcarlantas Jam Rawan Pagi

“Harapan kita sudah semakin ditekan dan tidak terlalu berat mencapai yang 14% di tahun 2024 itu sekalipun ini adalah angka yang menurut saya dikejarnya juga harus dengan kerja keras dan bersungguh-sungguh,” ucapnya.

Semua jajaran di Pemerintah Kabupaten Garut, imbuhnya, harus menunjukkan aktivitas kegiatan yang nyata.

Sementara itu, Program Officer, Tanoto Foundation, Sutamara Noor, mengatakan, dalam kesempatan ini pihaknya membahas mengenai kegiatan-kegiatan yang telah diidentifikasi sebelumnya sebagai rangkaian dari 8 aksi konvergensi.

“Jadi sebelum kita masuk ke rembuk stunting, di mana itu merupakan aksi 3, ada pra rembuk stunting sehingga hasil hari ini merupakan dokumen kesepakatan yang akan kita bawa nanti untuk rembuk stunting,” ucapnya.

Sutamara mengatakan, hasil dari kegiatan ini adalah dokumen kesepakatan antara Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta mengenai rembuk stunting agar angka stunting di Garut juga turun.

“Karena untuk menyatukan agenda-agenda di masing-masing OPD itu kan agak sedikit challenging juga ya, jadi harapannya semoga semuanya lancar kita mendapatkan kesepakatan yang sama,” tandasnya.(dk*).

Berita Terkait

Bupati Garut Lantik Satria Budi sebagai Pj Sekda, Fokus Kawal Perencanaan Anggaran 2027
Jalan Banjarwangi–Singajaya Amblas 15 Meter, Polsek Banjarwangi Pasang Police Line
Kapolres Garut Sambangi Gereja Santa Perawan Maria, Perkuat Toleransi dan Jamin Keamanan Ibadah
Ops Cipkon Polsek Malangbong Sasar Peredaran Miras, 79 Botol Ciu Diamankan
Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi Hadir Bawa Harapan, Rumah Nenek Enung yang Roboh Bakal Dibangun
Camat Cibalong Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Ancaman Longsor Mengintai Saat Cuaca Ekstrem
Tak Hanya Beri Dukungan Moril, Kapolres Garut Tawarkan Pekerjaan bagi Korban Kapal Virgo
Kemenkes Siapkan Investasi di Atas Rp100 Miliar untuk RSUD dr. Slamet Garut, Rotinsulu Dibidik Jadi RS Berkapasitas Besar
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:55 WIB

Bupati Garut Lantik Satria Budi sebagai Pj Sekda, Fokus Kawal Perencanaan Anggaran 2027

Senin, 2 November 2026 - 09:31 WIB

Jalan Banjarwangi–Singajaya Amblas 15 Meter, Polsek Banjarwangi Pasang Police Line

Senin, 2 November 2026 - 09:14 WIB

Kapolres Garut Sambangi Gereja Santa Perawan Maria, Perkuat Toleransi dan Jamin Keamanan Ibadah

Senin, 2 November 2026 - 08:35 WIB

Ops Cipkon Polsek Malangbong Sasar Peredaran Miras, 79 Botol Ciu Diamankan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Camat Cibalong Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Ancaman Longsor Mengintai Saat Cuaca Ekstrem

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!