Bupati Garut Minta KADIN Indonesia, Agar Kabupaten Garut Dapat Memperluas Pemasaran Hasil Produksi Pertaniannya - Kilas Garut News

Bupati Garut Minta KADIN Indonesia, Agar Kabupaten Garut Dapat Memperluas Pemasaran Hasil Produksi Pertaniannya

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 1 September 2022 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilas Garut News- Model Kemitraan  Closed Loop Agribisnis Holtikultura pertanian sebagai bentuk kerja bersama yang dicontohkan oleh Kabupaten Garut, akan ditularkan ke seluruh Indonesia.

Hal itu diungkapkan Ketua Kamar Dagang Industri Nasional (KADIN) Indonesia, M Arsjad Rasjid di hadapan Bupati Garut, Rudy Gunawan,  pada acara dialog bertajuk Strategi Peningkatan Ekonomi Petani dan Perbaikan Sistem Agribisnis dengan tema Sinergi Program Kemitraan  Closed Loop Agribisnis Holtikultura Terintegrasi dari Hulu sampai Hilir di Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Kebun Edukasi Eptilu, Jalan Raya Cikajang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Rabu (31/8/2022).

“Nah inilah yang ingin kita upayakan, jadi ini adalah kerja gotong royong bersama-sama karena itulah arti Pancasila, itulah arti kita kebersamaan untuk menuju suatu kesejahteraan yang ada,” ucap Arsjad.

a juga memuji petani asal Kabupaten Garut, Rizal Fahreza yang telah menjadi salah satu contoh petani yang memulai  model closed loop agar pertanian bisa lebih maju lagi.

“Di sinilah mulainya harapannya bukan di sini saja, bukan hanya seorang Rizal tetapi banyak-banyak Rizal lagi, supaya mudah-mudahan bisa membantu petani yang ada (dan) petani bisa maju,” tuturnya.

Senada dengan Ketua Kadin Indonesia, Bupati Garut mengungkapkan, bahwa dirinya berbahagia karena salah seorang petani asal Garut, Rizal Fahreza yang merupakan anak seorang petani, memiliki kepribadian sederhana serta mempunyai sepak terjang yang luar biasa hingga kemudian petani milenial ini mendapatkan penghargaan dari Presiden RI.

Baca Juga :  Lurah Kota Wetan Harap Program Rutilahu Jadi Awal Pengentasan Kawasan Kumuh

Rudy juga  mengungkapkan, pihaknya saat ini meneruskan sinergitas dibawah Kementerian Perekonomian, dimana sebelumnya pada masa pandemi Covid-19 produksi pertanian hasil petani Garut tidak dapat dikirim ke luar kota bahkan ke Jakarta, sehingga mengakibatkan pendapatan masyarakat Garut menurun dan menyebabkan angka kemiskinan meningkat.

Maka dari itu, Rudy menyebutkan pihaknya mengadakan pembicaraan awal terkait pertanian di Gedung Pendopo beberapa waktu lalu, sehingga terbentuklah salah satu bisnis closed loop yang diikuti oleh berbagai pihak yang sudah mempunyai kelembagaan lengkap.

“Di antaranya adalah kita ada petaninya, ada kelompok tani sebagai intinya, selanjutnya itu dengan konsep closed loop ini sudah banyak sudah terjalin di bawah langsung Ibu Karen dulu ya, terus melakukan penyempurnaan akhirnya kita dapat terwujud,” tuturnya.

Atas nama petani asal Kabupaten Garut, bupati kepada KADIN Indonesia, agar Kabupaten Garut dapat memperluas pemasaran hasil produksi pertanian, sehingga angka kemiskinan Kabupaten Garut yang saat ini berada di angka 10,6%% bisa menurun.

Baca Juga :  Polres Garut Press Release Restoratif Justice Dugaan Melarikan Seorang Perempuan Yang Belum Dewasa

“Sekarang dua tahun ini naik pak menjadi 10,6%, diakibatkan oleh petani-petani yang tidak bisa mengakses pasar secara baik ke Jakarta, karena dulu kan ada PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), jadi tidak bisa ke Cibitung, tidak bisa ke Tanggerang, dan juga tidak bisa ke Kramat Jati,” ucap Rudy.

Di tempat yang sama, Rizal Fahreza menyampaikan, closed loop ini merupakan inisiasi dari seluruh stakeholder baik pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun swasta yang bersinergi dan bekerja sama. Ia menyampaikan, model closed loop ini sudah berjalan sejak tahun 2020 dengan peningkatan yang signifikan.

“Alhamdulillah bisnis mulai jalan pak, kita pemasaran ke lima pasar pak, baik buat start up , pasar pemerintah tradisional, kemudian pasar induk pun,” tuturnya di hadapan bupati dan hadirin.

Ia menuturkan, Standar Operasional Prosedur (SOP) dari closed loop sendiri sudah berjalan, dan para ahli closed loop selalu terus melakukan pendampingan. Ia juga menyampaikan, closed loop sendiri menawarkan produk Quality Consistency On Delivery (konsistensi kualitas pada pengiriman)

“Quality Consistency on Delivery itu menjadi jaminan mengapa para offtaker serta market tertarik karena barang sudah distandardisasi tinggal distribusi ke konsumen,” ungkapnya.(Deden Kurnia*).

Berita Terkait

Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Satu Korban Laka Laut di Muara Kancil Cikelet
Dandim 0611/Garut Dorong Terwujudnya Jembatan Perintis Garuda, Pangdam III/SLW Resmikan Langsung
Korcam dan SPPG Karangpawitan Kompak Dukung Kegiatan Masyarakat dari 1 Muharram hingga HUT RI ke-81
Dandim 0611/Garut Pastikan Sumur Bor Sukaeurih Jadi Solusi Krisis Air Bersih Saat Kemarau
Tiga Hari Semarak HUT ke-81 RI di Cidadap Ditutup dengan Pengajian Akbar
Cegah Kejahatan Berbasis AI, Polres Garut Terjunkan 10 Trainer ke Sekolah
Dandim 0611/Garut Kawal Aksi Spektakuler, 1.000 Meter Merah Putih Membentang di Kawah Papandayan
Falah Ramdani Resmi Dilantik Jadi Kades Cimanganten, Bupati Garut Tekankan Amanah dan Pelayanan Publik
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Satu Korban Laka Laut di Muara Kancil Cikelet

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Dandim 0611/Garut Dorong Terwujudnya Jembatan Perintis Garuda, Pangdam III/SLW Resmikan Langsung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Korcam dan SPPG Karangpawitan Kompak Dukung Kegiatan Masyarakat dari 1 Muharram hingga HUT RI ke-81

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Tiga Hari Semarak HUT ke-81 RI di Cidadap Ditutup dengan Pengajian Akbar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Cegah Kejahatan Berbasis AI, Polres Garut Terjunkan 10 Trainer ke Sekolah

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!