Bupati Garut Bidik Transformasi Smart Hospital, Masterpland RSUD dr. Slamet Disiapkan - Kilas Garut News

Bupati Garut Bidik Transformasi Smart Hospital, Masterpland RSUD dr. Slamet Disiapkan

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Menghadapi tantangan pelayanan kesehatan bagi sekitar 2,9 juta penduduk, Pemerintah Kabupaten Garut mulai mematangkan transformasi rumah sakit menuju konsep Smart Hospital. Pembenahan ini mencakup peningkatan mutu layanan, keselamatan pasien, kompetensi tenaga kesehatan, hingga efisiensi operasional rumah sakit.

Langkah tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja pimpinan Perkumpulan Teknik Pelayanan-Kesehatan Indonesia (PTPI) ke RSUD dr. Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (9/10/2026). Pertemuan itu membahas penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Smart Hospital sebagai acuan pengembangan pelayanan kesehatan yang lebih aman, bermutu, nyaman, dan terjangkau.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengakui bahwa peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan serius. Ketersediaan tempat tidur rumah sakit dan jumlah tenaga medis dinilai perlu terus ditingkatkan agar sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita sekarang lagi berusaha untuk melakukan transformasi, dari kondisi ini ke kondisi yang ideal tadi. Dan tentu saja tantangan sangat berat,” ujar Syakur.

Ia menggambarkan besarnya kebutuhan pelayanan kesehatan di Garut dengan mengacu pada rasio ideal tempat tidur rumah sakit terhadap jumlah penduduk.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Pemkab Garut tengah mengupayakan pembangunan rumah sakit baru sekaligus merevitalisasi fasilitas kesehatan yang telah tersedia.

“Nah, apa yang kita lakukan? Kita mencoba membangun rumah sakit yang baru, sedang kita ajukan. Yang kedua, kita juga melakukan revitalisasi. Yang ada ini kita manfaatkan supaya perencanaannya tetap terintegrasi, sistematis, dan menyeluruh,” katanya.

Selain peningkatan kapasitas, Syakur menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak cukup diukur dari kelengkapan fasilitas dan kecanggihan teknologi. Keramahan petugas, sikap profesional, serta kenyamanan pasien juga harus menjadi perhatian utama.

Pemkab Garut pun meminta masukan dari 12 anggota tim PTPI untuk mengidentifikasi aspek yang perlu dibenahi. Pendampingan tersebut diharapkan turut mendukung penyusunan masterplan pengembangan rumah sakit untuk jangka panjang.

Baca Juga :  Rakerkab KONI 2026 Dibuka, Abdusy Syakur Amin Pasang Target Ambisius 10 Besar Porprov

“Kita juga minta ahlinya datang. Ini ada 12 orang, mereka memberikan perspektif tentang apa yang harus diperbaiki sehingga ke depan, kalau dimungkinkan, nanti akan ada bantuan untuk pembuatan masterplan secara keseluruhan,” ungkapnya.

Presiden PTPI, Eko Supriyanto, menjelaskan bahwa penerapan SNI Smart Hospital mencakup sejumlah aspek mendasar, mulai dari keselamatan pasien, pencegahan kesalahan medis, mutu pelayanan, keamanan rumah sakit, hingga keramahan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Eko, rumah sakit harus mampu menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga nyaman dan mudah dijangkau masyarakat.

Aksesibilitas tersebut mencakup keterjangkauan secara ekonomi, geografis, dan demografis.

“Rumah sakit harus bermutu atau berkualitas. Kemudian rumah sakit juga harus aman. Yang keempat, rumah sakit harus ramah, ramah sosial dan ramah lingkungan. Satu lagi, terjangkau. Rumah sakit bagaimanapun juga harus terjangkau secara ekonomi, geografi, maupun demografi,” jelas Eko.

Ia menambahkan, standar Smart Hospital juga memperhatikan ketahanan bangunan terhadap risiko bencana, seperti gempa bumi dan kebakaran, kompetensi sumber daya manusia (SDM), tata kelola organisasi, serta efektivitas pelayanan.

Salah satu indikator operasional yang turut menjadi perhatian adalah waktu tunggu pasien, yang idealnya kurang dari 30 menit sesuai kriteria yang disampaikan PTPI.

Aspek kenyamanan dan pencegahan penularan penyakit di lingkungan rumah sakit juga menjadi bagian dari penilaian. Dengan demikian, penerapan standar tersebut diharapkan dapat mendorong perbaikan menyeluruh, bukan hanya pembaruan sarana fisik.

Eko mengapresiasi langkah Pemkab Garut yang membuka ruang pendampingan dan evaluasi untuk mendorong penerapan konsep Smart Hospital.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas tempat tidur rumah sakit guna mengantisipasi tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Pelihara Kamtibmas Bersama Polsek Singajaya Polres Garut Tindak Tegas Pengguna Knalpot Brong

“Ya, memang kita kemungkinan untuk overload terus, karena memang Garut itu harus terus kapasitas bed-nya dinaikkan. Dan kita juga Pak Bupati terus berupaya untuk bagaimana meningkatkan kapasitas bed di Kabupaten Garut ini,” ujar Leli.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penambahan kapasitas menjadi salah satu pekerjaan penting dalam pembenahan sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut.

Di sisi lain, Wakil Direktur Umum dan Keuangan UOBK RSUD dr. Slamet Garut, Gita Rahayu Kania Bdi, menyampaikan bahwa penyusunan masterplan rumah sakit diarahkan untuk kebutuhan pengembangan hingga 15 tahun ke depan.

Perencanaan jangka panjang tersebut mencakup peningkatan kualitas tata kelola, profesionalisme dan keramahan SDM, kinerja operasional, serta kepuasan pasien.

Selain itu, pengembangan juga diarahkan untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kemudian meningkatkan pendapatan dan juga kualitas pelayanan yang dilaksanakan oleh rumah sakit,” tandasnya.

Rencana pembangunan rumah sakit baru, revitalisasi fasilitas, serta penyusunan masterplan hingga 15 tahun ke depan menjadi bagian dari arah transformasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut.

Namun, keberhasilan penerapan Smart Hospital nantinya akan ditentukan oleh realisasi program, peningkatan kapasitas layanan, ketersediaan tenaga kesehatan, serta konsistensi perbaikan pelayanan di lapangan.

Masyarakat tentu berharap pembenahan tersebut tidak berhenti pada perencanaan dan pemenuhan standar semata. Pelayanan yang cepat, aman, ramah, berkualitas, dan terjangkau menjadi hasil nyata yang dinantikan pasien dan keluarga.

Dengan perencanaan yang terintegrasi dan pelaksanaan yang berkelanjutan, RSUD dr. Slamet Garut diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat di tengah tantangan meningkatnya beban pelayanan.

(DK)

Berita Terkait

Reses Yudha Puja Turnawan Tak Sekedar Serap Aspirasi, BPJS Gratis Warga Miskin Jadi Sorotan
Kericuhan Liga KOD Cup U-23 Memanas di Medsos, Polisi Tegaskan Tak Ada Korban Tewas
Roadshow Kuliner Viral Indonesia Hadir di Garut, Ratusan Tenant Ramaikan CipLaz
Sumur Bor Rp 200 Juta dan Pipanisasi Rp 170 Juta Dipertanyakan, Warga Sindangsari Cibalong Masih Krisis Air Bersih
Rambu Sudah Terpampang, Pelanggaran Masih Terjadi: Warga Soroti Pengendara Lawan Arus di Jalan Siliwangi Garut
Bakti Persada 92, TNI Bangun Sumur Bor untuk 80 KK di Cisewu Garut
HUT ke-81 TNI, Kapolres Garut Sambangi Makorem 062/TN: Sinergitas Makin Erat
Camat Cibalong Dorong Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Terus Diperkuat demi Kondusivitas Wilayah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Bupati Garut Bidik Transformasi Smart Hospital, Masterpland RSUD dr. Slamet Disiapkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Reses Yudha Puja Turnawan Tak Sekedar Serap Aspirasi, BPJS Gratis Warga Miskin Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Kericuhan Liga KOD Cup U-23 Memanas di Medsos, Polisi Tegaskan Tak Ada Korban Tewas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Roadshow Kuliner Viral Indonesia Hadir di Garut, Ratusan Tenant Ramaikan CipLaz

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Sumur Bor Rp 200 Juta dan Pipanisasi Rp 170 Juta Dipertanyakan, Warga Sindangsari Cibalong Masih Krisis Air Bersih

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!