PD 'Aisyiyah Garut Bersama Kemenkes dan Dinkes Canangkan Komitmen Pencegahan Sunat Perempuan - Kilas Garut News

PD ‘Aisyiyah Garut Bersama Kemenkes dan Dinkes Canangkan Komitmen Pencegahan Sunat Perempuan

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 17 Juni 2025 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kabupaten Garut menyelenggarakan acara Sosialisasi dan Penggalangan Komitmen Pencegahan Sunat Perempuan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jalan Raya Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (16/6/2025).

Dalam kegiatan ini, Perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Astuti, menjelaskan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari mitra pembangunan dan Kementerian Kesehatan. Ia menambahkan, bahwa Garut merupakan satu dari 11 kabupaten/kota yang menjadi pilot project untuk program pencegahan kekerasan di sektor kesehatan sejak 2023 hingga 2025.

“Kabupaten Garut menjadi salah satu pilot project yang ditunjuk tidak hanya oleh Kementerian Kesehatan, tetapi juga oleh Bappenas,” ungkap dr. Astuti.

dr. Astuti juga menegaskan bahwa pencegahan sunat perempuan adalah bagian dari upaya lebih besar dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mengacu pada data Survei Kesehatan Reproduksi Nasional (SPHRN) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA), sekitar 41,6% perempuan Indonesia pernah mengalami praktik sunat perempuan. Ia juga menambahkan, Riskesdas menunjukkan bahwa Jawa Barat termasuk dalam 10 provinsi dengan angka tertinggi.

Baca Juga :  TPPS Garut Temukan 29 Ribu Anak Stunting

dr. Astuti menerangkan, komitmen pemerintah untuk menghapus praktik ini semakin kuat dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Reproduksi, yang di dalamnya memuat komitmen penghapusan praktik sunat perempuan.

“Sejak 2023, kami bekerja sama dengan PD ‘Aisyiyah dan Pengurus Besar Ikatan Bidan Indonesia untuk menggalang komitmen, khususnya kepada tenaga kesehatan, agar tidak lagi memberikan dan melayani praktik tersebut,” jelas dr.

Astuti, menekankan pentingnya edukasi daripada pelayanan. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat penting untuk memahamkan masyarakat tentang bahaya kesehatan dari praktik ini.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, sempat menanyakan ke beberapa bidan di Kabupaten Garut, ia mendapat informasi bahwa meskipun ada permintaan, praktik tersebut tidak dilakukan dan dilakukan edukasi.

“Ada tiga kasus selama 2024 yang meminta, tapi diedukasi, jadi tidak jadi,” katanya.

Menurut dr. Tri Cahyo, Dinas Kesehatan menganggap data praktik sunat perempuan ini sebagai under-reported atau tidak terlaporkan.

“Sosialisasi ini sudah lama sekali kami lakukan bersama Dinas DPPKBPPPA, dan sudah ada komitmen di Dinas Kesehatan bahwa tidak ada lagi layanan sunat perempuan di fasyankes pemerintah maupun swasta,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Garut Berikan Dana Insentif Kepada Nakes di 67 Puskesmas

Ia berharap komitmen ini dapat dipastikan melalui sosialisasi dan pendataan di Posyandu atau PAUD untuk memastikan tidak ada lagi balita atau anak perempuan yang disunat.

Eti Nurul Hayati, Ketua PD ‘Aisyiyah Kabupaten Garut, menyampaikan maksud dan tujuan penggalangan komitmen ini yaitu sebagai dukungan untuk pencegahan praktik perlukaan pemotongan genitalia perempuan atau sunat perempuan.

“Kedua, mendukung upaya percepatan pencegahan praktik ini di masyarakat. Ketiga, mendorong kemitraan lintas sektor terkait. Keempat, dukungan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, dan kelima, menjadi agen perubahan melalui penyebaran informasi,” paparnya.

Eti juga menginformasikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari dengan narasumber yang sama. Hari pertama berlangsung di Aula Dinas Kesehatan dengan 40 peserta, sedangkan hari kedua akan dilaksanakan di Hotel Santika dengan 50 peserta yang berasal dari berbagai dinas dan organisasi wanita.

“Kami mengharapkan dukungan semua pihak agar kegiatan ini senantiasa berjalan lancar dan mencapai tujuannya,” tutup Eti.

(dk)

Berita Terkait

Kemenkes Siapkan Investasi di Atas Rp100 Miliar untuk RSUD dr. Slamet Garut, Rotinsulu Dibidik Jadi RS Berkapasitas Besar
Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak
Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan
Detik-Detik Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Santolo, Tiga Nelayan Dilarikan ke Puskesmas
Tak Bedakan Agama, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Ibadah Umat Kristiani
Polres Garut Sita 75 Botol Miras, Kapolres AKBP Niko Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas
Dandim 0611/Garut Beri Pesan Khusus kepada Babinsa dan Persit Saat Kunjungan ke Tiga Koramil
Jangan Tunggu Ditilang, Ops Patuh Lodaya 2026 Dimulai 26 Oktober 2026 Satlantas Polres Garut Ingatkan Keselamatan
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Kemenkes Siapkan Investasi di Atas Rp100 Miliar untuk RSUD dr. Slamet Garut, Rotinsulu Dibidik Jadi RS Berkapasitas Besar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Tak Bedakan Agama, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Ibadah Umat Kristiani

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Polres Garut Sita 75 Botol Miras, Kapolres AKBP Niko Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!