"Tawis Kanyaah" Pemkab Garut Untuk Balita Stunting Di Kecamatan Wanaraja - Kilas Garut News

“Tawis Kanyaah” Pemkab Garut Untuk Balita Stunting Di Kecamatan Wanaraja

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 30 Agustus 2023 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Bupati Garut monitoring balita stunting

i

Caption : Bupati Garut monitoring balita stunting

KILASGARUTNEWS.id|Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menggelar acara bertajuk  Gerakan Bersama Intervensi Stunting dengan program Temukan, Obati, Sayangi, balita Stunting (TOSS) dipusatkan di Kampung Cikole Hilir, Desa Wanasari Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Selasa (29/8/2023).

Mengambil lokasi tepat di Halaman Parkir  Stasiun Kereta Api Wanaraja, acara dimulai dengan Senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), diikuti oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan, Ketua TP PKK Kabupaten Garut, Diah Kurniasari, Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, Kepala Dinkes Garut, dr. Leli Yuliani, serta beberapa kepala SKPD dan masyarakat sekitar. Bupati dan rombongan juga melakukan kunjungan ke rumah warga yang memiliki balita stunting di Desa Wanasari.

Selain Bupati Garut, Sekda Garut didampingi Assisten Daerah 1 Bidang Pemerintaan dan Kesra, Bambang Hafidz mengunjungi langsung balita stunting di Desa Wanasari, termasuk beberapa SKPD dan kecamatan lainnya juga turut melakukan kunjungan langsung ke beberapa desa yang ada di Kecamatan Wanaraja.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menjelaskan bahwa penimbangan dan pengukuran balita stunting di Kecamatan Wanaraja dilakukan dengan alat antropometri yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK). Sebanyak 2.710 alat antropometri akan disebar ke 421 desa dan 21 kelurahan. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu balita stunting agar tumbuh menjadi anak yang sehat, soleh, dan pintar.

“Nah kami akan melakukan launchingnya hari ini, kami ini ada antropometri yang baru dari DAK ya, yang sekarang kita pergunakan,” ucap Bupati Garut.

Baca Juga :  Diduga Gunakan NIK Orang Lain, FSRI Garut Panggil PT. Smartfren

Kepala Dinas Kesehatan Garut, dr. Leli Yuliani, menyampaikan bahwa acara ini mencakup penimbangan, pengukuran, serta pemeriksaan status imunisasi anak di Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Juga dilaksanakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu, telur, dan sembako yang merupakan pemberian dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan BAZNAS Garut.

Dalam kunjungan ini, pihak Dinas Kesehatan melibatkan lebih dari 200 petugas untuk mendampingi tim dalam kegiatan ini. Di Garut sendiri terdapat 4.000 posyandu, namun sekitar 2.710 di antaranya belum memiliki alat antropometri. Hal ini menjadi fokus kunjungan di Kecamatan Wanaraja karena tingginya kasus stunting di sana.

“Kemungkinan nanti kita lihat alatnya masih bagus atau tidak, kalau memang masih bagus bisa digunakan, tapi kalau memang sudah mengalami kerusakan mungkin akan kita ajukan juga untuk anggaran di 2024,” lanjutnya.

Leli mengatakan, alasan dipusatkannya kegiatan ini di Kecamatan Wanaraja adalah karena kasus stunting di Kecamatan Wanaraja termasuk yang paling tinggi di Kabupaten Garut. Untuk itu ia berharap  kegiatan ini akan membantu memahami masalah stunting di Kecamatan Wanaraja. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk kerja sama dari berbagai pihak yang turut mendukung upaya penanggulangan stunting.

Baca Juga :  Polsek Cibatu Polres Garut Amankan Kunjungan Tamu Negara Kuwait

dr. Leli menerangkan bahwa pada kegiatan kali ini, pihaknya mengunjungi 182 balita, yang dibantu oleh perwakilan SKPD dan kecamatan di Kabupaten Garut. Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini pihaknya dapat mengetahui secara jelas mengenai permasalahan stunting khususnya di Kecamatan Wanaraja. Tak hanya itu, dalam kesempatan ini juga pihaknya mengujicobakan penggunaan alat antropometri yang baru.

“Di sini ada dari Pemdanya, ASN, TNI, Polri dari baznas, seluruh elemen masyarakat juga turut mendukung, membantu, memberikan bingkisan-bingkisan sebagai bentuk tali kanyaah_” ujarnya.

Camat Wanaraja, Mia Herlina, menyambut baik kegiatan ini dan berharap angka stunting di wilayahnya dapat turun dengan adanya upaya seperti ini. Pihaknya juga menekankan pentingnya kelanjutan program ini di masa mendatang dan kerja sama lintas sektor dalam menangani stunting di Kecamatan Wanaraja.

“Ke depannya juga mudah-mudahan tadi ada bapak-bapak asuh yang bisa melanjutkan anak-anak kita yang stunting, terutama bagi yang warga miskin,” ungkapnya.

(Deden Kurnia*).

Berita Terkait

Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak
Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan
Detik-Detik Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Santolo, Tiga Nelayan Dilarikan ke Puskesmas
Tak Bedakan Agama, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Ibadah Umat Kristiani
Polres Garut Sita 75 Botol Miras, Kapolres AKBP Niko Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas
Dandim 0611/Garut Beri Pesan Khusus kepada Babinsa dan Persit Saat Kunjungan ke Tiga Koramil
Jangan Tunggu Ditilang, Ops Patuh Lodaya 2026 Dimulai 26 Oktober 2026 Satlantas Polres Garut Ingatkan Keselamatan
Asops Kasal Turun ke Garut, KDMP Mekargalih Diverifikasi untuk Perkuat Ekonomi Desa
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Detik-Detik Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Santolo, Tiga Nelayan Dilarikan ke Puskesmas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Tak Bedakan Agama, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Ibadah Umat Kristiani

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Dandim 0611/Garut Beri Pesan Khusus kepada Babinsa dan Persit Saat Kunjungan ke Tiga Koramil

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!