50 Ribu Kelahiran per Tahun, Bupati Garut Dorong Deteksi Dini Stunting di Desa - Kilas Garut News

50 Ribu Kelahiran per Tahun, Bupati Garut Dorong Deteksi Dini Stunting di Desa

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 26 April 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Abdusy Syakur Amin, menekankan pentingnya sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas sebagai pondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan bupati dalam kegiatan Pemantauan Program Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (25/4/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Syakur menyampaikan bahwa stunting masih menjadi persoalan yang memerlukan penanganan serius, khususnya di wilayah Kabupaten Garut. Ia meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengoptimalkan peran dan kebijakan guna menanggulangi permasalahan tersebut.

“Saya berharap teman-teman semua di SKPD bisa memecahkan permasalahan ini dan menjadikan masukan ini untuk kebijakan ke depan,” tegas Bupati Garut.

Ia juga menyoroti pentingnya arah dan target yang jelas serta terukur dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Menurutnya, evaluasi terhadap program yang telah berjalan menjadi hal krusial agar pelaksanaan ke depan lebih efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Polda Jabar Berikan Bantuan Sarana Pertanian untuk Petani Jagung di Garut

Syakur turut menyinggung tingginya angka kelahiran di Kabupaten Garut, yang mencapai 50 ribu jiwa per tahun. Kondisi tersebut menjadikan deteksi dini stunting di tingkat desa sebagai langkah strategis yang tidak bisa ditunda.

“Jujur saja saya sampaikan, setiap tahun Garut melahirkan 50 ribu orang dan itu harus terdeteksi di mana saja. Dan gak usah khawatir karena kita punya 442 desa, jadi 50 ribu orang itu akan terkelola,” ungkapnya.

Ia pun berharap adanya masukan strategis dari berbagai pihak, termasuk dari Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Republik Indonesia, guna merumuskan strategi yang lebih tajam dan efektif dalam menekan angka stunting di Kabupaten Garut.

Sementara itu, Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga Setwapres RI, Siti Alfiah, memberikan apresiasi terhadap komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Garut selama timnya melakukan pemantauan di lapangan.
.
“Terima kasih atas bantuan dan dukungannya selama tim kami melakukan pemantauan lapangan, berdiskusi dengan OPD maupun turun ke lapangan,” ujar Siti.

Baca Juga :  Bupati Garut Tinjau Ruas Jalan Panggalih-Karangsewu dan Letakkan Batu Pertama GOR Desa

Ia menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu publikasi hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dari Kementerian Kesehatan yang dijadwalkan rilis pada awal Mei mendatang. Hasil survei tersebut akan menjadi acuan terbaru terkait angka prevalensi stunting di Garut.

Menurut Siti, percepatan penurunan stunting menjadi prioritas nasional dalam lima tahun ke depan, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Dalam RPJMN kita menargetkan tahun 2029 mendatang kita bisa mencapai angka 14,2%, dan dalam RPJPN tahun 2045 ditargetkan prevalensi stunting bisa ditekan hingga 5%,” tutupnya.
(Dk)

Berita Terkait

Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak
Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan
Detik-Detik Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Santolo, Tiga Nelayan Dilarikan ke Puskesmas
Tak Bedakan Agama, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Ibadah Umat Kristiani
Polres Garut Sita 75 Botol Miras, Kapolres AKBP Niko Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas
Dandim 0611/Garut Beri Pesan Khusus kepada Babinsa dan Persit Saat Kunjungan ke Tiga Koramil
Jangan Tunggu Ditilang, Ops Patuh Lodaya 2026 Dimulai 26 Oktober 2026 Satlantas Polres Garut Ingatkan Keselamatan
Asops Kasal Turun ke Garut, KDMP Mekargalih Diverifikasi untuk Perkuat Ekonomi Desa
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Detik-Detik Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Santolo, Tiga Nelayan Dilarikan ke Puskesmas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Tak Bedakan Agama, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Ibadah Umat Kristiani

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Dandim 0611/Garut Beri Pesan Khusus kepada Babinsa dan Persit Saat Kunjungan ke Tiga Koramil

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!