Puluhan Produk UMKM Garut Dikurasi untuk Masuk Retail Modern Nasional - Kilas Garut News

Puluhan Produk UMKM Garut Dikurasi untuk Masuk Retail Modern Nasional

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 19 Desember 2025 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) menyelenggarakan Kurasi Produk Usaha Mikro Kecil Menengah/Industri Kecil Menengah (UMKM/IKM) Garut yang berlangsung di Mal Pelayanan Publik Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (18/12/2025).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara daring menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Pemkab Garut ke Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Perdagangan menyambut baik upaya Garut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Kita menyadari Indonesia adalah negara dengan penduduk 240 juta jiwa, sebuah potensi pasar dahsyat yang harus kita manfaatkan,” ujar Bupati Garut.

Ia menekankan pentingnya penguasaan pasar dalam negeri sebelum melirik pasar luar negeri.

“Di sinilah peran APRINDO dengan networking-nya yang sangat kuat, solid, dan merata di Indonesia untuk membantu memperkenalkan produk kami melalui retail yang ada,” tambahnya.

Syakur juga berterima kasih kepada APRINDO yang telah memberikan kesempatan kepada Kabupaten Garut untuk bisa menggaungkan produk unggulannya di retail modern. Tak hanya itu, ia juga menginginkan agar APRINDO dapat memberikan arahan terkait standar prosedur, kualitas produk, dan mutu penyajian agar UMKM Garut dan retail modern bisa saling menguatkan.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyoroti tantangan nyata para pebisnis, terutama di sektor UMKM. Sebagai pelaku bisnis di bidang jasa, ia memahami bahwa tantangan tersulit bukanlah menciptakan ide atau produk, melainkan menemukan pasar.

Baca Juga :  Wakil Bupati Garut Dorong Optimalisasi Zakat ASN Melalui Baznas

“Membuat produk, apalagi makanan dengan modal 100 ribu pun bisa. Tapi yang susah adalah menemukan market yang akan membeli. Selama ini, inkubasi bisnis oleh Pemda seringkali berhenti pada tahap permodalan saja. Jarang sekali kita memfasilitasi pertemuan antara UMKM dengan market,” ungkap Putri Karlina.

Mengingat 90% UMKM di Garut bergerak di bidang Food and Beverage (FnB), Putri berharap acara ini menjadi jembatan menuju pasar yang lebih besar. Namun, ia juga mengingatkan tantangan skala produksi.

“Kalau dihadapkan pada pasar nasional, UMKM kita mungkin masih kaget (ngahuleung) karena permintaan retail bisa mencapai ribuan dalam satu periode. Untuk itu, kami juga memikirkan solusi seperti collective brand untuk memfasilitasi UMKM kecil mengisi satu merek atas nama Garut bagi yang belum lolos kurasi retail modern,” jelasnya.

Wakil Ketua Umum APRINDO Pusat, John Ferry, memberikan apresiasi tinggi terhadap produk asal Garut. Berdasarkan pengalaman kurasi di berbagai daerah, ia melihat pelaku usaha di Garut sudah sangat berpengalaman.

Wakil Ketua APRINDO Pusat, John Ferry, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pelaku usaha di Garut yang disebutnya sebagai “Pemain Lama” yang sudah matang secara produk. Ia menyampaikan, bahwa produk UMKM yang dikurasi pada hari ini memang didominasi dengan produk makanan dan minuman.

“Memang makanan dan minuman ini satu produk yang cukup kuat, di masyarakat Indonesia. Nah Garut, itu ternyata memang sudah menjadi pemain lama, ini produk Garut itu atau pelaku usaha di Garut ini kalau saya simpulkan sih pemain lama. Artinya memang sudah sangat bisa mengikuti,” jelas John Ferry.

Baca Juga :  “Melek Literasi Digital, Cerdas Di Era Digital” Menjadi Tema Seminar Literasi Digital KKN Tematik Kelompok 4 di SMK Bhakti Adi Husodo

Ia mengungkapkan bahwa APRINDO membawa misi besar melalui 90.000 gerai yang tersebar di Indonesia, sehingga hal ini dapat menjadi sebuah potensi bagi para UMKM untuk mengencangkan pasarnya.

“Kami ini APRINDO itu mendapatkan penugasan dari Kementerian Perdagangan untuk melakukan kurasi agar UMKM itu masuk ke retail modern. Nah SK itu adalah SK bagi kami anugerah, bukan terpaksa tapi anugerah karena sesungguhnya retail modern itu membutuhkan UMKM dan juga UMKM yang ada itu produknya kan luar biasa, nah tinggal memang nanti konsumen lah yang menentukan,” katanya.

Kadisperindag ESDM Garut, Ridwan Effendi, menutup dengan optimisme bahwa kegiatan ini adalah momentum kebangkitan UMKM Garut di penghujung tahun. Ia menerangkan, bahwa kegiatan ini juga dihadiri oleh jejaring retail modern.

“Di mana, yang sudah terkonfirmasi hadir pada saat ini ada dari Lotte Grosir, kemudian dari Asia Plaza, dari Yomart, Yogya, kemudian Indomaret, dari Aksesmu, dari Alfamart dan Transmart. Ini tentu merupakan peluang yang sangat besar, termasuk Superindo juga hadir saat ini,” papar Ridwan.

Ridwan menyebutkan ada sekitar 60 produk yang dikurasi hari ini. Ia menargetkan peningkatan volume produk Garut yang masuk ke retail modern.

“Menurut informasi yang kami dapatkan tadi saja, itu sudah banyak sekali. Sudah banyak sekali sudah di beberapa minimarket termasuk juga di supermarket, sudah banyak yang masuk sebetulnya. Dan kuantitinya sudah sangat banyak, sudah puluhan ribu sebetulnya. Dan ini sebetulnya kita ingin lebih memperluas agar produktivitas UMKM Garut bisa lebih meningkat lagi,” pungkasnya.
(dk)

Berita Terkait

Ketua FLKSI Jabar Deden Kurnia, Sertifikasi SDM Kesos Bukan Sekadar Formalitas, Perlindungan Penerima Manfaat Harus Jadi Prioritas
Bupati Garut Bongkar Kesenjangan Partisipasi Sekolah: Wajib Belajar 13 Tahun Terancam Jika Anak Masih Putus Pendidikan
API TPA Pasir Bajing Garut Hampir 99 Persen Tuntas, Bupati Soroti Sampah 300 Ton per Hari dan Anggaran Pengelolaan
Kami Butuh Kepastian, 30 Hari Tragedi Virgo Transport 8 Keluarga 9 Korban masih Menanti Jawaban
Polres Garut Bongkar Produksi Teh Herbal Diduga Tirukan Merek Sehatku Herbal, Empat Tersangka Diciduk
BPJS PBI Garut Ditata, Bupati Tegaskan Layanan Kesehatan tetap Jalan di Tengah Pemangkasan TKD
Bupati Garut Bidik Transformasi Smart Hospital, Masterpland RSUD dr. Slamet Disiapkan
Reses Yudha Puja Turnawan Tak Sekedar Serap Aspirasi, BPJS Gratis Warga Miskin Jadi Sorotan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Ketua FLKSI Jabar Deden Kurnia, Sertifikasi SDM Kesos Bukan Sekadar Formalitas, Perlindungan Penerima Manfaat Harus Jadi Prioritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Bupati Garut Bongkar Kesenjangan Partisipasi Sekolah: Wajib Belajar 13 Tahun Terancam Jika Anak Masih Putus Pendidikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:47 WIB

API TPA Pasir Bajing Garut Hampir 99 Persen Tuntas, Bupati Soroti Sampah 300 Ton per Hari dan Anggaran Pengelolaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Kami Butuh Kepastian, 30 Hari Tragedi Virgo Transport 8 Keluarga 9 Korban masih Menanti Jawaban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Polres Garut Bongkar Produksi Teh Herbal Diduga Tirukan Merek Sehatku Herbal, Empat Tersangka Diciduk

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!