Redaksi Kilas

Mesin Pengaduk & Pengering Pupuk Inovasi Sektor 18, Solusi Atasi Sampah Organik Bernilai Ekonomis

KILASGARUTNEWS.id|Percepatan pemulihan Sungai Citarum terus dilakukan dengan berbagai Inovasi teknologi terapan. Seperti yang dilakukan Sektor 18, di samping melakukan pembersihan sungai dari sampah, penanaman pohon dan penataan Bantaran Sungai, juga mencari solusi terhadap keberadaan sampah organik agar tidak mengganggu lingkungan. Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah mesin pengaduk dan pengering pupuk organik.

Hal ini disampaikan Dansektor 18 Kolonel Czi Suyatrinu Wardedi kepada media di Posko Sektor 18, Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Rabu (15/02/2023).

Dikatakan Dansektor, sampah organik yang terus tersebar di sekitar bantaran sungai harus ada solusi kreatif agar tidak seluruhnya masuk ke aliran sungai yang bisa menutup aliran serta mempercepat sedimentasi.

Mesin pengaduk dan pengering pupuk organik tersebut menggunakan mesin diesel berkekuatan 13 PK dan berbahan bakar solar. Dirakit menggunakan 2 buah gearbox, 2 batang besi U dan 2 buah drum. Mesin mempunyai kapasitas mengaduk 200 Kg pupuk organik basah atau 100 Kg pupuk organik kering seperti slat susu, kotoran hewan dan enceng gondok hingga output produk yang dihasilkan lebih seragam.

“Proses pencampuran bahan baku yang optimal sangat berpengaruh
terhadap pupuk organik yang dihasilkan. Sehingga mesin pengaduk ini penting keberadaannya dalam mendukung pengolahan pupuk organik. Pencampuran bahan baku pupuk organik sebenarnya bisa dilakukan secara manual, selama kapasitas produksi masih kecil. Namun jika pengolahan yang sudah banyak, maka akan membutuhkan orang yang banyak dan tidak efisien,” tutur Dansektor.

Dengan inovasi mesin pengaduk pupuk organik berkualitas, bisa meminimalisir biaya produksi pengolahan pupuk. Kelebihan mesin tersebut selain bisa mengaduk dengan rata juga dapat mengeringkan pupuk organik basah.

Proses pencampuran pupuk organik menggunakan mesin pengaduk dan pengering pupuk organik oleh Sektor 18 dilakukan melalui beberapa tahap. Bahan baku terlebih dahulu dicacah dan difermentasi menggunakan Bios 44 DC kemudian dibiarkan selama 3 hari. Selanjutnya dimasukkan ke dalam mesin pengaduk.

“Hasil olahan dari mesin pengaduk dan pengering pupuk organik ini mempunyai nilai ekonomi yang bermanfaat bagi para petani sebagai pupuk tanaman palawija, padi, hias dan lainnya,” jelas Dansektor. (Pendam III/Siliwangi).

Kilas Garut News

Recent Posts

Tragedi Berdarah di Mekarsari Cibalong, Pemuda 21 Tahun Meregang Nyawa

KILASGARUTNEWS.id|Peristiwa berdarah mengguncang warga Kampung Sindangsari RT 003 RW 007, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten…

9 jam ago

Blanko E-KTP Aman, Camat Cibalong Pastikan Informasi Sampai hingga Tingkat RT/RW

KILASGARUTNEWS.id|Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik terus ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Salah satunya melalui…

9 jam ago

Pupuk Sulit Dicari saat Musim Tanam, Petani Cibalong Menanti Respons Pemerintah

KILASGARUTNEWS.id|Memasuki musim hujan, para petani di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, justru dihadapkan pada…

2 hari ago

Polisi Beri Kejutan di Jalan! Pengendara Tertib Dapat Bunga, Helm Gratis hingga Reward UMKM

KILASGARUTNEWS.id|Ada pemandangan berbeda dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar Satlantas Polres Garut. Sejumlah…

2 hari ago

Diskominfo Garut Terima Kunjungan DPRD Belitung, Bahas Penguatan SPBE dan Komunikasi Publik

KILASGARUTNEWS.id|Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut menerima kunjungan kerja (kunker) dari jajaran Dewan Perwakilan…

2 hari ago

Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai, Garut Perkuat Kesiapsiagaan hingga Posko 24 Jam

KILASGARUTNEWS.id|Menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah pada musim hujan 2026–2027, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan…

2 hari ago